{"id":2109,"date":"2026-07-31T02:43:43","date_gmt":"2026-07-31T02:43:43","guid":{"rendered":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/?p=2109"},"modified":"2026-07-31T02:43:43","modified_gmt":"2026-07-31T02:43:43","slug":"street-harassment-fenomena-catcalling-sebagai-bentuk-pelecehan-seksual-verbal-terhadap-perempuan-di-kelurahan-sempaja-selatan-kota-samarinda-luthfi-nabila-ananda-putri-gusman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/?p=2109","title":{"rendered":"STREET HARASSMENT: FENOMENA CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA (Luthfi Nabila Ananda Putri Gusman)"},"content":{"rendered":"<p>Submitted by: <strong>Gusman, Luthfi<\/strong><br \/>\nOn: <strong>Jul 31, 2026 @ 2:43 AM<\/strong> <br \/>\nIP: <strong>203.83.40.111<\/strong> <\/p>\n<ul id=\"fm-summary-multi\">\n<li id=\"fm-item-judul\">Judul artikel eJournal: <strong>STREET HARASSMENT: FENOMENA CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-pengarang\">Pengarang (nama mhs): <strong>Luthfi Nabila Ananda Putri Gusman<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-abstrak\">Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): <strong>Fenomena catcalling kerap dianggap remeh padahal mengancam ruang aman perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk catcalling, menganalisis respons dan dampak psikologis korban, serta membedah cara berpikir pelaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap korban dan pelaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk catcalling yang paling dominan terjadi adalah siulan, panggilan sepihak, dan komentar fisik kolektif oleh kelompok tongkrongan. Penelitian ini mengungkap adanya distorsi kognitif pada pelaku yang secara sadar menormalisasi catcalling sebagai candaan iseng. Akibatnya, timbul ketimpangan relasi kuasa yang memicu kecemasan mendalam dan mereduksi hak atas rasa aman perempuan hingga membatasi ruang gerak mereka. Situasi ini diperparah oleh respons pasif korban akibat dari rasa takut, maraknya victim blaming, serta belum tegasnya regulasi penanganan pelecehan verbal jalanan. Oleh karena itu, catcalling tidak boleh dianggap sepele karena tindakan ini merupakan bentuk pelecehan berbahaya yang secara nyata merenggut hak dasar rasa aman dan kebebasan perempuan di ruang publik.<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-katakunci\">Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): <strong>Konstruksi Sosial, Pelecehan Verbal, Ruang Publik, Street Harassment<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-nim\">NIM: <strong>1902036064<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-angkatan\">Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): <strong>2019<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-prodi\">Program Studi: <strong>Ilmu Sosiatri<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-sumber\">Sumber tulisan: <strong>Skripsi<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-pembimbing\">Pembimbing: <strong>Dr. Sri Murlianti, M.Si<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-namaejournal\">Nama eJournal: <strong>eJournal Sosiatri\/Sosiologi<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-volume\">Volume: <strong>14<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-nomor\">Nomor: <strong>3<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-tahun\">Tahun: <strong>2026<\/strong><\/li>\n<li id=\"fm-item-filepdf\">File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): <strong><a class=\"fm-download-link\" href=\"http:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/ejournal_luthfi_nabila (07-31-26-02-43-35).pdf\">ejournal_luthfi_nabila (07-31-26-02-43-35).pdf (614 kB)<\/a><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Submitted by: Gusman, Luthfi On: Jul 31, 2026 @ 2:43 AM IP: 203.83.40.111 Judul artikel eJournal: STREET HARASSMENT: FENOMENA CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA Pengarang (nama mhs): Luthfi Nabila Ananda Putri Gusman Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Fenomena catcalling kerap dianggap remeh padahal mengancam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[75],"tags":[],"class_list":["post-2109","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-vol-12-no-1"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2109"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2109\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ejournal.ps.fisip-unmul.ac.id\/site\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}