Peran Pelatihan Berbasis Kompetensi Dalam Kemandirian Usaha Bagi Alumni Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) (Studi Kasus Alumni Pelatihan Kejuruan Fashion Technology Samarinda) (Zhienka Putri Wijaya)

Submitted by: Wijaya, Zhienka Putri
On: Aug 15, 2026 @ 4:36 AM
IP: 182.253.165.130

  • Judul artikel eJournal: Peran Pelatihan Berbasis Kompetensi Dalam Kemandirian Usaha Bagi Alumni Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (BPVP) (Studi Kasus Alumni Pelatihan Kejuruan Fashion Technology Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Zhienka Putri Wijaya
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini membahas peran pelatihan berbasis kompetensi dalam mendukung kemandirian usaha bagi alumni Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, khususnya pada program Fashion Technology. BPVP Samarinda sebagai lembaga pelatihan pemerintah memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pasar kerja, sekaligus mendorong alumni agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pelatihan berbasis kompetensi berkontribusi terhadap pembentukan kemandirian usaha alumni BPVP Samarinda dalam bidang fashion technology sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakatdan peningkatan kesejahteraan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dengan desain penelitian studi kasus. Untuk menganalisis data penelitian digunakan analisis model interaktif dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan tujuh informan, terdiri dari tiga pihak BPVP dan empat penjahit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPVP Samarinda berperan penting dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan alumni melalui pelatihan berbasis kompetensi, khususnya pada kejuruan Fashion Technology. Meski perannya belum sepenuhnya sampai pada pendampingan mendalam dalam proses kemandirian usaha, BPVP Samarinda tetap menjadi dasar awal bagi alumni untuk membentuk tujuan usaha, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemandirian secara bertahap. Alumni memaknai pelatihan bukan hanya sebagai peningkatan skill, tetapi juga sebagai bekal membangun usaha mandiri yang lebih terarah dan berkelanjutan. BPVP Samarinda perlu memperkuat perannya melalui pendampingan, pengembangan jejaring, dan akses informasi usaha, sementara alumni diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis kompetensi memiliki kontribusi dalam membentuk kesiapan kerja dan usaha alumni secara bertahap sesuai pengalaman, kemampuan, serta tujuan usaha yang dimiliki masing-masing alumni.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Pelatihan Berbasis Kompetensi, BPVP Samarinda, Fashion Technology, Goal S
  • NIM: 1902036041
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_ps_zhienka_putri_2019 (08-15-26-04-36-00).pdf (373 kB)

Perilaku Berdoa Dalam Tradisi Ma’acia Sebagai Pembentuk Solidaritas Sosial Masyarakat Suku Buton Di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda (Siti Hajar)

Submitted by: ,
On: Aug 12, 2026 @ 2:06 PM
IP: 182.3.138.163

  • Judul artikel eJournal: Perilaku Berdoa Dalam Tradisi Ma’acia Sebagai Pembentuk Solidaritas Sosial Masyarakat Suku Buton Di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Siti Hajar
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh arus globalisasi di perkotaan yang mengubah masyarakat dari homogen menjadi heterogen, sehingga meningkatnya sikap individualistis yang dapat mengancam keberlangsungan tradisi.Di tengah tantangan ini, masyarakat Suku Buton di Kelurahan Sidodadi melalui KERABAT melaksanakan tradisi Ma’acia yaitu adaptasi dari pesta adat kampung halaman berfungsi sebagai ungkapan syukur melalui simbol Tala (hasil bumi) sekaligus sarana dalam memperkuat solidaritas sosial dan identitas kelompok di perantauan.Penelitian dilakukan untuk menganalisis perilaku berdoa dalam tradisi tersebut yang dapat membentuk solidaritas sosial masyarakat Suku Buton di Kelurahan Sidodadi.Metode penelitiannya yaitu kualitatif.Data diperoleh melalui studi pustaka,observasi,wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya solidaritas sosial dalam tradisi Ma’acia pada masyarakat Suku Buton di Kelurahan Sidodadi tercermin melalui:(1)pembagian kerja sederhana; (2)kesadaran kelompok kuat;(3)individualitas rendah;(4)konsensus pada nilai dan norma lama (5)saling ketergantungan melalui spesialisasi pekerjaan rendah; serta (6)komunitas bercirikan masyarakat tradisional. Melalui tradisi ini, masyarakat Suku Buton merawat solidaritas sosial mekanik sehingga menjadi ruang untuk memperkuat ikatan kekeluargaan, dan nilai-nilai luhur tetap terwariskan. Berdasarkan temuan, sebaiknya masyarakat Suku Buton (KERABAT) melakukan pendataan anggota yang rapi, regenerasi budaya terencana bagi pemuda, serta pendokumentasian tradisi secara sistematis.Bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Samarinda,diharapkan memberikan dukungan dana,fasilitas, serta memasukkan tradisi Ma’acia ke dalam agenda wisata lokal kota Samarinda
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): perilaku berdoa, tradisi Ma’acia, solidaritas sosial, masyarakat Suku Buton
  • NIM: 1902036007
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ps_ejournal_ganjil_siti_hajar_2019 (08-12-26-02-06-48).pdf (740 kB)

PERSEPSI MAHASISWA SUKU BUGIS TERHADAP TRADISI UANG PANAI DI ERA MODERN (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman) (Yudhya Agustina)

Submitted by: ,
On: Aug 12, 2026 @ 7:58 AM
IP: 182.3.139.250

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI MAHASISWA SUKU BUGIS TERHADAP TRADISI UANG PANAI DI ERA MODERN (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman)
  • Pengarang (nama mhs): Yudhya Agustina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tradisi uang panai merupakan bagian penting dalam pernikahan adat Bugis yang tetap dipertahankan di tengah perkembangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi mahasiswa suku Bugis di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman terhadap tradisi uang panai di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan terdiri atas 14 mahasiswa suku Bugis sebagai informan utama dan dua masyarakat Bugis perantau sebagai informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terbentuk melalui tiga tahapan, yaitu penerimaan informasi, interpretasi, dan penilaian. Keluarga menjadi sumber utama pewarisan informasi, sedangkan pengalaman mengikuti prosesi adat, lingkungan sosial dan media sosial memperluas pemahaman mahasiswa. Tingkat keterikatan terhadap adat Bugis memengaruhi proses pembentukan persepsi, namun tidak menghasilkan perbedaan mendasar dalam penilaian terhadap relevansi tradisi uang panai. Seluruh informan menilai bahwa tradisi ini tetap relevan untuk dipertahankan. Modernisasi memengaruhi cara mahasiswa memandang pelaksanaan tradisi uang panai sehingga mereka menghendaki penyesuaian melalui musyawarah keluarga dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi tanpa menghilangkan nilai penghormatan, tanggung jawab, dan identitas budaya Bugis. Meskipun demikian, keputusan akhir mengenai pelaksanaan uang panai tetap mengikuti hasil musyawarah dan kesepakatan keluarga sesuai dengan adat Bugis.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Tradisi Uang Panai, Persepsi Sosial, Mahasiswa Suku Bugis, Modernisasi.
  • NIM: 2202036021
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Agustin Nurmanina, S.Sos., M.A.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil_Yudhya Agustina (Revisi) (08-12-26-07-58-44).pdf (380 kB)

Gaya Berpakaian Mahasiswa Sebagai Representasi Feminitas dan Maskulinitas: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Rendy)

Submitted by: ,
On: Aug 6, 2026 @ 10:08 AM
IP: 36.85.93.194

  • Judul artikel eJournal: Gaya Berpakaian Mahasiswa Sebagai Representasi Feminitas dan Maskulinitas: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
  • Pengarang (nama mhs): Rendy
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana gaya berpakaian mahasiswa merepresentasikan konsep maskulinitas dan feminitas di lingkungan kampus FISIP Universitas Mulawarman melalui praktik sosial yang berlangsung di kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berlandaskan teori Representasi Stuart Hall yang mencakup tiga pendekatan, yaitu reflektif, intensional, dan konstruksionis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi maskulinitas dan feminitas dalam gaya berpakaian mahasiswa dibentuk melalui proses pemaknaan yang beragam: pada pendekatan reflektif, gaya berpakaian merefleksikan realitas sosial dan pengalaman mahasiswa; pada pendekatan intensional, pakaian digunakan secara sadar sebagai media ekspresi identitas diri; dan pada pendekatan konstruksionis, makna maskulinitas dan feminitas terus dikonstruksi dan dinegosiasikan melalui interaksi sosial dan norma yang berlaku. Penelitian ini juga menemukan kecenderungan androgini, yaitu perpaduan unsur feminin dan maskulin yang ditampilkan secara fleksibel sesuai konteks dan kenyamanan individu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Representasi, Feminitas, Maskulinitas, Androgini, Gaya Berpakaian, Mahasiswa
  • NIM: 2202036050
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Zulkifli Abdullah, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_ps_rendy_2202036050 (08-06-26-10-08-26).pdf (295 kB)

Gaya Berpakaian Mahasiswa Sebagai Representasi Feminitas dan Maskulinitas: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Rendy)

Submitted by: ,
On: Aug 6, 2026 @ 9:36 AM
IP: 36.85.93.194

  • Judul artikel eJournal: Gaya Berpakaian Mahasiswa Sebagai Representasi Feminitas dan Maskulinitas: Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman
  • Pengarang (nama mhs): Rendy
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana gaya berpakaian mahasiswa merepresentasikan konsep maskulinitas dan feminitas di lingkungan kampus FISIP Universitas Mulawarman melalui praktik sosial yang berlangsung di kampus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, berlandaskan teori Representasi Stuart Hall yang mencakup tiga pendekatan, yaitu reflektif, intensional, dan konstruksionis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi maskulinitas dan feminitas dalam gaya berpakaian mahasiswa dibentuk melalui proses pemaknaan yang beragam: pada pendekatan reflektif, gaya berpakaian merefleksikan realitas sosial dan pengalaman mahasiswa; pada pendekatan intensional, pakaian digunakan secara sadar sebagai media ekspresi identitas diri; dan pada pendekatan konstruksionis, makna maskulinitas dan feminitas terus dikonstruksi dan dinegosiasikan melalui interaksi sosial dan norma yang berlaku. Penelitian ini juga menemukan kecenderungan androgini, yaitu perpaduan unsur feminin dan maskulin yang ditampilkan secara fleksibel sesuai konteks dan kenyamanan individu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Representasi, Feminitas, Maskulinitas, Androgini, Gaya Berpakaian, Mahasiswa
  • NIM: 2202036050
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Zulkifli Abdullah, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_ps_rendy_2202036050 (08-06-26-09-36-58).pdf (295 kB)

STRATEGI PENGEMBANGAN GAYA PRODUK UMKM AKSESORIS SOUVENIR DAYAK DI DESA BUDAYA PAMPANG (Dewi Yunita Surang)

Submitted by: ,
On: Aug 4, 2026 @ 7:51 AM
IP: 182.8.183.187

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI PENGEMBANGAN GAYA PRODUK UMKM AKSESORIS SOUVENIR DAYAK DI DESA BUDAYA PAMPANG
  • Pengarang (nama mhs): Dewi Yunita Surang
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Aksesoris souvenir Dayak di Desa Budaya Pampang merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif lokal, UMKM souvenir Dayak menjadi salah satu sektor yang berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjadi pelestarian budaya Dayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan gaya produk UMKM souvenir Dayak di Desa Wisata Budaya Pampang dalam mempertahankan identitas budaya lokal serta menyesuaikan kebutuhan pasar. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara terhadap individu pelaku UMKM aksesoris souvenir Dayak, serta beberapa pihak seperti kepala kelurahan, dan ketua pokdarwis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan gaya produk UMKM souvenir Dayak dilakukan melalui berbagai inovasi produk dengan tetap mempertahankan unsur budaya, Pengembangan gaya produk dilakukan melalui inovasi seperti bentuk, penggunaan warna khas Dayak, pemilihan material, dan penyesuaian model produk sesuai perkembangan tren pasar dan kebutuhan konsumen. Produk yang sebelumnya didominasi bentuk tradisional kini mengalami perkembangan menjadi lebih modern dan variative. Penggunaan warna seperti hijau merah, hitam, kuning, putih, dan oren merupakan warna khas Dayak yang paling sering digunakan. penggunaan material tradisional menjadi unsur utama dalam produk souvenir Dayak upaya meningkatkan kualitas, daya tahan, dan nilai jual produk. beberapa kendala dalam pengembangan produk, khususnya pada aspek packging yang masih menggunakan kemasan sederhana akibat keterbatasan modal usaha.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi Pengembangan Gaya Produk, UMKM, Souvenir Dayak, Desa Wisata Budaya Pamp
  • NIM: 2102306077
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Purwaningsih, M.Si., Ph.D.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Dewi Yunita Surang_2102036077 (08-04-26-07-51-43).pdf (570 kB)

PERSEPSI REMAJA MENGENAI FENOMENA PERNIKAHAN USIA DINI DI SMK NEGERI 10 KECAMATAN SAMARINDA UTARA (Halimatus Sakdiyah)

Submitted by: ,
On: Aug 3, 2026 @ 5:35 AM
IP: 10.0.101.131

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI REMAJA MENGENAI FENOMENA PERNIKAHAN USIA DINI DI SMK NEGERI 10 KECAMATAN SAMARINDA UTARA
  • Pengarang (nama mhs): Halimatus Sakdiyah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap fenomena pernikahan usia dini serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method. Data diperoleh melalui wawancara terbuka dengan 14 informan dan wawancara tertutup melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 103 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki persepsi negatif terhadap pernikahan usia dini serta memahami resiko yang ditimbulkan terutama pada aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan kesehatan. Namun, persepsi tersebut tidak terbentuk secara mandiri, melainkan dipengaruhi oleh keluarga, sekolah, teman sebaya, media dan masyarakat. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya kesenjangan antara pemahaman terhadap resiko dengan sikap remaja, di mana sebagian remaja masih menerima pernikahan usia dini pada kondisi tertentu. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hambatan utama pencegahan pernikahan usia dini bukan hanya terletak pada pengetahuan remaja, melainkan juga karena belum optimalnya sistem kontrol sosial dalam membentuk sikap dan perilaku pencegahan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kontrol Sosial, Pernikahan Dini, Persepsi Remaja
  • NIM: 1902036054
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti., S. Sos., M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Halimatus Sakdiyah (08-03-26-05-35-42).pdf (362 kB)

PERSEPSI REMAJA MENGENAI FENOMENA PERNIKAHAN USIA DINI DI SMK NEGERI 10 KECAMATAN SAMARINDA UTARA (Halimatus Sakdiyah)

Submitted by: ,
On: Aug 1, 2026 @ 7:06 PM
IP: 114.10.139.4

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI REMAJA MENGENAI FENOMENA PERNIKAHAN USIA DINI DI SMK NEGERI 10 KECAMATAN SAMARINDA UTARA
  • Pengarang (nama mhs): Halimatus Sakdiyah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap fenomena pernikahan usia dini serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method. Data diperoleh melalui wawancara terbuka dengan 14 informan dan wawancara tertutup melalui kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 103 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja memiliki persepsi negatif terhadap pernikahan usia dini serta memahami resiko yang ditimbulkan terutama pada aspek pendidikan, ekonomi, sosial dan kesehatan. Namun, persepsi tersebut tidak terbentuk secara mandiri, melainkan dipengaruhi oleh keluarga, sekolah, teman sebaya, media dan masyarakat. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya kesenjangan antara pemahaman terhadap resiko dengan sikap remaja, di mana sebagian remaja masih menerima pernikahan usia dini pada kondisi tertentu. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa hambatan utama pencegahan pernikahan usia dini bukan hanya terletak pada pengetahuan remaja, melainkan juga karena belum optimalnya sistem kontrol sosial dalam membentuk sikap dan perilaku pencegahan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): kontrol_sosial, pernikahan_dini, persepsi_remaja
  • NIM: 1902036054
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Sri Murlianti
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Halimatus Sakdiyah (08-01-26-07-06-32).pdf (362 kB)

STREET HARASSMENT: FENOMENA CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA (Luthfi Nabila Ananda Putri Gusman)

Submitted by: Gusman, Luthfi
On: Jul 31, 2026 @ 2:43 AM
IP: 203.83.40.111

  • Judul artikel eJournal: STREET HARASSMENT: FENOMENA CATCALLING SEBAGAI BENTUK PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Luthfi Nabila Ananda Putri Gusman
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Fenomena catcalling kerap dianggap remeh padahal mengancam ruang aman perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk catcalling, menganalisis respons dan dampak psikologis korban, serta membedah cara berpikir pelaku. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap korban dan pelaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk catcalling yang paling dominan terjadi adalah siulan, panggilan sepihak, dan komentar fisik kolektif oleh kelompok tongkrongan. Penelitian ini mengungkap adanya distorsi kognitif pada pelaku yang secara sadar menormalisasi catcalling sebagai candaan iseng. Akibatnya, timbul ketimpangan relasi kuasa yang memicu kecemasan mendalam dan mereduksi hak atas rasa aman perempuan hingga membatasi ruang gerak mereka. Situasi ini diperparah oleh respons pasif korban akibat dari rasa takut, maraknya victim blaming, serta belum tegasnya regulasi penanganan pelecehan verbal jalanan. Oleh karena itu, catcalling tidak boleh dianggap sepele karena tindakan ini merupakan bentuk pelecehan berbahaya yang secara nyata merenggut hak dasar rasa aman dan kebebasan perempuan di ruang publik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Konstruksi Sosial, Pelecehan Verbal, Ruang Publik, Street Harassment
  • NIM: 1902036064
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_luthfi_nabila (07-31-26-02-43-35).pdf (614 kB)

EVALUASI PROGRAM “BACK TO SCHOOL” PT HEXINDO ADIPERKASA TBK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 012 BALIKPAPAN TIMUR (Nathania Alifah Ramadhanti)

Submitted by: Ramadhanti, Nathania Alifah
On: Jul 29, 2026 @ 12:16 PM
IP: 203.83.40.81

  • Judul artikel eJournal: EVALUASI PROGRAM “BACK TO SCHOOL” PT HEXINDO ADIPERKASA TBK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 012 BALIKPAPAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Nathania Alifah Ramadhanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program “Back To School” PT Hexindo Adiperkasa TBK Di SDN 012 Balikpapan Timur, dengan fokus pada program pemberdayaan dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan prestasi siswa. Menggunakan konseptual evaluasi cipp sebagai variabel kunci, data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan 5 informan, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data Creswell, Hasil penelitian dari evaluasi pendidikan pada indikator 1) Konteks, latar belakang program merupakan kebijakan Hexindo untuk meningkatkan prestasi siswa, melalui mendukung kebutuhan sekolah siswa di SDN 012 Balikpapan Timur masih rendah tingkat ketersediaan sarana prasarana. (2) Input, rancangan program mampu menjawab kebutuhan sekolah didukung oleh sumber daya fisik dan non-fisik 3) Proses, telah berjalan sesuai rencana mencapai target yang ditetapkan. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala berupa keterbatasan ruangan yang dapat diatasi, dan (4) Produk, pada sasaran yang ingin dicapai dalam program telah tercapai.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Evaluasi Pendidikan, CIPP, Back To School
  • NIM: 2102036052
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Purwaningsih, M.Si., Ph.D
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel ejournal ganjil Nathania pdf (07-29-26-12-16-49).pdf (406 kB)