FAKTOR-FAKTOR PERNIKAHAN USIA DINI DI DALAM MASYARAKAT ADAT SUKU DAYAK AGABAG (STUDI KASUS DI DESA KEKAYAP KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN) (Yasintus)

Submitted by: ,
On: Sep 22, 2017 @ 4:03 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: FAKTOR-FAKTOR PERNIKAHAN USIA DINI DI DALAM MASYARAKAT ADAT SUKU DAYAK AGABAG (STUDI KASUS DI DESA KEKAYAP KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN)
  • Pengarang (nama mhs): Yasintus
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap perkawinan usia dini, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkawinan usia dini dan untuk mengetahui upaya pemerintah terhadap perkawinan usia dini pada masyarakat Adat Suku Dayak Agabag di Desa Kekayap Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang menyebabkan perkawinan usia dini yaitu faktor ekonomi, sosial budaya masyarakat, agama dan peran KUA dalam upaya –upaya untuk mengatasi praktek perkawinan usia dini. Dari hasil penelitian penulis lakukan di desa Kekayap, ditemukan : pertama, bahwa masyarakat Desa kekayap Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan yang mempunyai tanggapan setuju lebih besar dari pada masyarakat yang tidak setuju terhadap perkawinan usia dini, karena disebabkan tingkat pemahaman masyarakat sangat rendah, kurangnya kesadaran anggota masyarakat, baik orang tua maupun dari para remaja itu sendiri tentang resiko dari perkawinan usia dini. Kedua, perkawinan usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor ekonomi, (menikahkan anak untuk mengurangi beban hidup dengan tujuan agar dapat membantu orang tuanya dan bisa cepat hidup sendiri), faktor sosial budaya masyarakat (dalam hal ini orang tua kurang memperhatikan anak-anaknya atau terlalu memberikan kebebasan kepada anak-anaknya sehingga terjerumus dalam pergaulan bebas, akibatnya akan terjadi kehamilan diluar nikah dan adanya perasaan bangga bagi orang tua bila anak gadisnya cepat melangsungkan perkawinan dan takut apabila anak gadisnya tidak mendapatkan jodoh atau perawan tua dikemudian hari). Faktor agama (menjadikan agama sebagai pedoman untuk menikahkan anak agar jangan sampai berbuat zina dan pada dasarnya orang tua merasa khawatir kalau anaknya melakukan hubungan di luar nikah). Ketiga, upaya pemerintah dalam memberikan pemahaman terhadap perlaksanaan perkawinan yang baik sesuai dengan Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 dan sosialisasi tentang keluarga berencana (KB) belum terlialisasi dengan baik, hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): pernikahan, usia dini, masyarakat, suku dayak agabag
  • NIM: 1202035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS., Drs. Badaruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (09-22-17-04-03-43).pdf (76 kB)

PERAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK SDN 002 LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (YANTO)

Submitted by: ,
On: Sep 6, 2017 @ 1:50 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: PERAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK SDN 002 LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): YANTO
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Pembangunan seperti diketahui adalah suatu proses pembaharuan, dalam arti suatu proses yang terus menerus, Pemerintah Republik Indonesia mulai melaksanakan pembangunan nasional yang merata dan menyeluruh dalam setiap sektor dan bidang kehidupan rakyatnya, dengan adanya otonomi daerah rakyat baru merasakan dampak dari pembangunan tersebut. Suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah kenyataan bahwa sekolah adalah suatu lembaga resmi yang bertugas untuk menyiapkan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan tersebut diatas yaitu terampil, sehat jasmani dan rohaninya. Penelitian ini berupa deskriptif analitis. Penelitian ini melakukan analisis hanya sampai pada taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistimatis. Subjek penelitian sebanyak empat orang yang dijadikan informan. Metode analisis data yang adalah analisis model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan peran pelaksana UKS sebagai pendidik memberikan penyuluhan tentang kebersihan badan, pakaian, dan cara menggosok gigi kurang berjalan dengan baik dan perlu terus dilakukan tindakan yang lebih lagi dalam memberikan penjelasan kepada murid. Sebagai pengontrol dalam mengawasi kegiatan pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan sekolah, sudah terlaksana dengan baik. Sedangkan murid yang ditunjuk sebagai dokter kecil belum sepenuhnya bisa mengontrol teman-teman disekolah. Sebagai teladan telah menunjukkan teladan bagi murid-muridnya, karena tidak ada guru yang merokok. Sedangkan dokter kecil belum menunjukkan sikap teladan bagi teman-temannya dalam berpakaian. Pengenalan hidup sehat dengan memberikan pengetahuan hidup sehat dimana penerapan pentingnya pengetahuan hidup sehat di SDN 002 Lumbis Ogong belum pernah diadakan sosialisasi mengenai hidup sehat bagi siswa, sanitasi masih sangat kotor, masih banyak sampah berserakan. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang dilakukan dokter kecil yang berada di SDN 002 Lumbis Ogong belum mampu melakukan tugasnya sebagai dokter kecil dengan baik, dikarenakan keterbatasan keterampilan dan pengetahuan akan P3K. Usaha Bina Lingkungan Sekolah Sehat dimana kebersihan halaman sekolah SD Negeri 002 Lumbis Ogong masih sangat kotor, begitu juga halnya dengan kebersihan kelas masih belum terjaga kebersihannya, terlebih lagi WC yang digunakan tidak ada pewangi ruangan, wc dalam keadaan bau dan kotor. Kebersihan kantin SD Negeri 002 Lumbis Ogong sudah terjamin hanya saja ada lalat ketika musim hujan akibat sampah bungkus makanan ringan dari anak-anak yang belum dibersihkan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Usaha,Kesehatan, Sekolah
  • NIM: 1202035054
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuew, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (09-06-17-01-50-38).pdf (80 kB)

INTERAKSI SOSIAL GURU DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI SEKOLAH LUAR BIASA UNTUNG TUAH SAMARINDA (Sopia Lorentina Sihotang)

Submitted by: ,
On: Aug 30, 2017 @ 8:36 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: INTERAKSI SOSIAL GURU DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI SEKOLAH LUAR BIASA UNTUNG TUAH SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Sopia Lorentina Sihotang
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Latar belakang skripsi ini adalah guru yang mengajar harus tetap mampu berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus meskipun waktu belajar pendidikan keterampilan sangat kurang. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah bagaimanakah interaksi guru dengan anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan keterampilan di Sekolah Luar Biasa Untung Tuah?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi guru dengan anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan keterampilan di Sekolah Luar Biasa Untung Tuah Samarida. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, metode dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam kepada guru yang mengajar pendidikan keterampilan di Sekolah Luar Biasa Untung Tuah Samarinda. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, 4 orang guru pendidikan keterampilan dan anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data yakni studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial guru dengan anak berkebutuhan khusus terjadi pertemuan langsung (tatap muka) satu kali dalam seminggu dengan durasi 90 menit. Penelitian ini menyarankan agar waktu pertemuan pendidikan keterampilan di tambah dan Dinas Pendidikan Kota Samarinda melakukan pembaharuan kurikulum dengan waktu yang lebih panjang.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Interaksi Sosial, Guru, Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Keterampilan
  • NIM: 1302035004
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah, MS., Drs. Sugandi,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap-1 – Copy (08-30-17-08-36-15).pdf (85 kB)

UPAYA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN MINUMAN KERAS DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN (Sulaiki)

Submitted by: ,
On: Aug 30, 2017 @ 8:56 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: UPAYA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN MINUMAN KERAS DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Sulaiki
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menguraikan upaya satuam polisi pamong praja dalam menjaga ketertiban dan ketentraman di desa mansalong kecamatan lumbis sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dan faktor-faktor yang mempengaruhi peran pemerintah dalam penjagaan ketertiban dan ketentraman di desa mansalong kecamatan lumbis. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, yaitu pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti, wawancara dimana peneliti mengadakan tanya jawab langsung dengan informan sehubungan dengan masalah yang diteliti serta ditunjang oleh data sekunder, kemudian hasil dari data tersebut dianalisa secara kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Upaya Satuan Polisi Pamong Praja dalam menegakan Peraturan Daerah tidak lepas dari bagaimana bentuk pengawasannya terhadap Peraturan Daerah yang dijalankan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai penegak Perda, hal ini sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Polisi Pamong Praja yang diatur dalam peraturan Bupati No.10 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah No.18 Tahun 2008 tentang Organisasi, yang menjadi objek penegakan Perda di Kecamatan Lumbis Peraturan Daerah No.32 Tahun 2003 tentang larangan, pengawasan dan penertiban peredaran, penjualan dan mengkosumsi minuman beralkohol di Kecamatan Lumbis. Alur mekanisme penyelesaian yang dilakukan dengan cara penyelidikan, pemeriksaan, pemanggilan, penangkapan, penyitaan, dan penyelesaian. Ada pun faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penegakan ketentraman dan ketertiban di Kecamatan Lumbis dalam hal ini penegakan Peraturan Daerah No.32 Tahun 2003 adalah fasilitas dan peralatan yang berhubungan dengan alat yang nantinya akan menunjang pelaksanaan tugasnya dalam menegakan Peraturan Daerah di Kecamatan Lumbis, dan peran pemerintahan sebagai pembuat regulasi dan juga pengambilan kebijakan yang akan menunjang pelaksanaan tugas Satuan Polisi Pamong Praja dalam Penegakan Peraturan Daerah Kecamatan Lumbis.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Satuan Polisi Pamong Praja, Pencegahan, Penanggulangan Minuman Keras
  • NIM: 1202035023
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M. Si, Drs. Martinus Nanang,MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil1 – Copy (08-30-17-08-56-27).pdf (63 kB)

STUDI TENTANG PROSES RITUAL ADAT KEMATIAN AMPID ULUN MATOY SUKU DAYAK AGABAG DI DESA TETABAN KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN (Nimbrot)

Submitted by: Nimbrot,
On: Aug 28, 2017 @ 6:40 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: STUDI TENTANG PROSES RITUAL ADAT KEMATIAN AMPID ULUN MATOY SUKU DAYAK AGABAG DI DESA TETABAN KECAMATAN SEBUKU KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Nimbrot
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Studi Tentang Proses Ritual Adat Kematian Suku Dayak Agabag di Desa Tetaban Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan dengan indikator: bagaimanaTentang Proses Ritual Adat Kematian Suku Dayak Agabag di Desa Tetaban Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian yang Digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data yang. Digunakan adalah analisis data kualitatif yang diawali dengan proses pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini mengunakan tehnik pengumpulan data dengan studi kepustakaan, studi lapangan yaitu dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk mendapatkanin formasi yang lebih jelas sesuai denganyang dibututhkan dalam penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran secara keseluruhan bahwa tentang proses ritual adat kematian suku dayak abagag di desa tetaban kecamatan sebuku kabupaten nunukan sudah cukup baik di lihat dari Proses ritual adat kematian Suku Dayak Agabag di Desa Tetaban Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Pelaksanaan ritual kematian suku Dayak Agabag dilatar belakangi oleh kepercayaan Nenek Moyang yang dikenal dengan nama Amakan (acara seratus hari), ketika dalam masyarakat Dayak Agabag ada salah satu keluraga yang meninggal maka gong dibunyikan yang menandakan bahwa ada orang meninggal. Bagi masyarakat yang mendengar suara gong tersebut bisa memberikan informasi kepada Desa lain termasuk keluarga orang yang baru meninggal tadi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): ritual, kematian, ampid, ului, matoy
  • NIM: 1002035045
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: 1. Drs. Massad Hatuwe, M.Si 2. Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (08-28-17-06-40-58).pdf (80 kB)

DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA PADA MASYARAKAT DAYAK AGABAG DI DESA BINTER KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (Terry)

Submitted by: Sompoton, Terry
On: Aug 28, 2017 @ 7:46 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: DAMPAK PERKAWINAN USIA MUDA PADA MASYARAKAT DAYAK AGABAG DI DESA BINTER KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Terry
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Masih terjadi anggota masyarakat Dayak Agabag di Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan melaksanakan perkawinan di usia muda. Dorongan kawin muda di daerah Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan dikarenakan rendahnya pendidikan, kebutuhan finansial/ekonomi yang rendah, tradisi budaya masyarakat dayak agabag disertai faktor lingkungan, dan pengetahuan masyarakat (khususnya orang tua) dan adanya perasaan malu bagi orang tua bila anak gadisnya tidak segera mendapatkan jodoh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak yang akan timbul dan upaya pemerintah pada perkawinan usia muda pada masyarakat Dayak Agabag Kelompok Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis. Subjek penelitian sebanyak empat orang yang dijadikan informan. Metode analisis data yang adalah analisis model interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perkawinan usia muda yang dilakukan masyarakat Dayak Agabag akan menimbulkan berbagai dampak antara lain: Dampak ekonomi semakin sulit dan faktor kemiskinan kembali meningkat. Dampak sosial perasaan takut apabila anak gadisnya tidak mendapatkan jodoh atau perawan tua di kemudian hari. Dampak budaya masyarakat tidak mau meninggalkan kebiasaan lama yang ada sejak lama dan turun temurun. Dampak kesehatan bagi perkawinan usia muda adalah dapat menimbulkan berbagai akibat dalam hal ini adalah berat bayi lahir rendah, prematur dan kematian ibu saat melahirkan karena rahim sang ibu masih terlalu muda. Upaya Pemerintah terhadap perkawinan usia muda pada masyarakat Dayak Agabag dan peran instansi terkait yaitu Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam bidang kesehatan, bidang pendidikan, upaya meningkatkan kesempatan berusaha pada masyarakat dan keluarga kurang mampu, sarana dan prasarana seperti tenaga penyuluh lapangan dan sistem pengelolaan KB yang baik. Peranan pembantu pegawai pencatat nikah dalam merubah pola pikir masyarakat terhadap perkawinan dibawah tangan di Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perkawinan Usia Muda
  • NIM: 1002035042
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: 1. Drs, Sugandi, M.Si 2. Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (08-28-17-07-46-44).pdf (72 kB)

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI 016 SUNGAI KUNJANG SAMARINDA (Ari Kusela Wardani)

Submitted by: ,
On: Aug 26, 2017 @ 7:14 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI 016 SUNGAI KUNJANG SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Ari Kusela Wardani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelaksanaan program pendidikan inklusif di sekolah dasar negeri 016 sungai kunjang samarinda sudah tepat atau tidak, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan program pendidikan inklusif.Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif degnan pendekatan metode evaluasi model raise-l serta didukung dengan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan tabulasi tunggal yang bertujuan untuk memperlengkap data serta mengetahui hasil dari evalusi suatu program yang sedang berjalan. Teknik pengambilan sampel dari penelitian ini yaitu purposive sampling, sedangkan teknik analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan inklusif belum maksimal dengan belum adanya modifikasi kurikulum untuk siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di sekolah inklusif serta kurangnya perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan program pendidikan inklusif dan kurangnya tenaga pengajar khusus yang berkompeten dibidangnya untuk mengajar di kelas inklusif. Faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program inklusif ialah kurangnya fasilitas dan ruangan khusus bagi anak berkebutuhan khusus. Faktor pendukung ialah sekolah membuka kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan yang sama seperti anak normal lainnya ditambah tingginya kesadaran orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk menyekolahkan anaknya di sekolah inklusif yang berada dilingkungan anak normal sehingga membuat kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus meningkat dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pendidikan Inklusif, Evaluasi Program Pendidikan, Anak Berkebutuhan Khusus
  • NIM: 1102035051
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M.Si., Dra. Lisbet Situmorang, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap-1 – Copy (08-26-17-07-14-36).pdf (78 kB)

HUBUNGAN PATRON-KLIEN MASYARAKAT NELAYAN DI KAMPUNG TANJUNG LIMAU KELURAHAN GUNUNG ELAI KECAMATAN BONTANG UTARA KOTA BONTANG (Muhammad Firzan)

Submitted by: ,
On: Aug 28, 2017 @ 4:45 AM
IP: 36.80.58.151

  • Judul artikel eJournal: HUBUNGAN PATRON-KLIEN MASYARAKAT NELAYAN DI KAMPUNG TANJUNG LIMAU KELURAHAN GUNUNG ELAI KECAMATAN BONTANG UTARA KOTA BONTANG
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Firzan
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menginterpretasi karakteristik para nelayan dan punggawa di Tanjung Limau, untuk menggambarkan dan menginterpretasi perbandingan sumber daya yang dimiliki oleh keduanya, untuk menggambarkan dan menginterpretasi fungsi-fungsi dan peran mereka dalam pola hubungan nelayan-punggawa, untuk menggambarkan dan menginterpretasi pola-pola hubungan yang terjalin antara para nelayan dan punggawa, Jenis penelitian yang dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian terdiri dari hubungan antara sang juragan dan para buruh yaitu meliputi Hubungan Ekonomi, Hubungan Sosial dan Hubungan Politik. Lokasi Penelitian di Tanjung Limau Kota Bontang, Sumber Data yang di dapatkan melalui Data Primer yaitu Sang Punggawa, Anak Si Punggawa, Perwakilan Masyarakat Sekitar dan Para Buruh Nelayan Sedangkan Data Sekunder di dapatkan dari Studi Kepustakaan dan Dokumentasi, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi atau pengamatan dan Wawancara Mendalam. Tehnik Analisis Data yang digunakan dengan cara melihat catatan observasi secara keseluruhan dan dokumentasi foto-foto yang terkumpul, Melihat penonjolan informasi jawaban informan dimana kekuatan dan kualitas data informasi ditentukan oleh posisi dan peran informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat nelayan Tanjung Limau pada umumnya masih menangkap ikan dengan alat tangkap tradisional, serta menggunakan ukuran perahu yang bervariasi dari ukuran yang kecil hingga ukuran yang besar. Dengan adanya variasi alat tangkap tersebut maka penduduk yang terlibat dalam usaha pada sektor ini terstratifikasi ke dalam beberapa lapisan seperti, punggawa pemilik kapal dan buruh nelayan yang mengoperasikan kapal.Hubungan antara sang punggawa dan para buruh nelayan memiliki tiga unsur yang saling berkaitan yaitu hubungan ekonomi, hubungan sosial dan hubungan politik. Dari permasalahan tersebut bisa dibandingkan perbedaan sumber daya diantara keduanya. Sang punggawa dengan status sosial-ekonominya yang lebih tinggi menggunakan pengaruh dan sumber dayanya untuk menyediakan perlindungan-perlindungan terhadap si buruh. Sehingga si buruh nelayan merasa memiliki hutang budi terhadap sang punggawa menyebabkan si buruh selalu patuh dan taat kepada sang punggawa. Terlepas dari itu dalam kehidupan ekonomi si buruh yang selalu terhimpit dalam kekurangan akibat dari upah yang diterima si buruh tidak sesuai dengan hasil dan kerja keras yang dilakukan untuk sang punggawa. Sehingga peran sang punggawa yaitu memberikan kompensasi-kompensasi berupa bantuan kepada anak buahnya yang sedang mengalami kesusahan. Ironisnya hal tersebut menjadi suatu kondisi yang dapat di terima oleh si buruh mengingat kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh sang punggawa. Sehingga bagi si buruh maupun punggawa hubungan ini akan terus berlanjut lama karena menurut mereka hubungan ini memberikan keuntungan bagi keduanya .
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Patron-Klien, Ekonomi, Sosial, Politik, Masyarakat Nelayan
  • NIM: 1202035011
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Endang Erawan, M.Si., Dr. Sri Murlianto, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (08-28-17-04-45-18).pdf (83 kB)

PARTISIPASI MASYARAKAT DESA LONG BISAI DALAM MELESTARIKAN TARI LUNDAYEH “FERISANANG” DIKECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU (Wenny)

Submitted by: ,
On: Aug 24, 2017 @ 8:13 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: PARTISIPASI MASYARAKAT DESA LONG BISAI DALAM MELESTARIKAN TARI LUNDAYEH “FERISANANG” DIKECAMATAN MENTARANG KABUPATEN MALINAU
  • Pengarang (nama mhs): Wenny
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya Fenomena tarian Ferisanang ini perempuan yang menari tunggal dan diikuti dengan dua orang laki-laki,dimana dua orang laki-laki ini menari perang untuk merebut hati perempuan tersebut. Tarian Ferisanang (gembira) adalah tarian ini menunjukan sukacita bahwa seorang dari laki-laki tadi berhasil mendapatkan hati perempuan ini lalu mereka menari bersama serta diikuti oleh masyarakat yang menyaksikan pada zaman itu .yang terjadi sekarang ini jauh berbeda dari kebiasaan masyarakat Dayak Lundayeh pada jaman dulu yang menggunakan tarian ini saat acara adat tertentu saja. Lambat laun tarian Ferisanang ini mulai hilang dan kurang diminati oleh generasi masyarakat Dayak Lundayeh sekarang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Partisipasi Masyarakat Desa Long Bisai dalam Melestarikan Budaya Tari Lundayeh “Ferisanang” di Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah ketua adat sebanyak 1 orang, anggota lembaga adat 4 orang, ketua seni dan budaya 1 orang, ketua sanggar tari 1 orang, tokoh masyarakat 4 orang. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yakni pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya tari ferisanang adalah untuk menjaga, mempertahankan, dan menghargai warisan budaya nenek moyang mereka agar tidak hilang dan pudar seiring perkembangan zaman serta mengedukasikan kepada generasi mudanya agar lebih memperhati dan mempelajari budaya sendiri secara benar dan tidak menyimpang dari tata cara yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka dikarenakan tarian ferisanang memiliki pesan yang mendalam lewat gerakannya hingga sekarang.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partisipasi, masyarakat Desa Long Bisai, Melestarikan, Budaya Tari Lundayeh, “Fe
  • NIM: 1102035020
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si, Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (08-24-17-08-13-28).pdf (82 kB)

Kehidupan Sosial Komunitas Vespa Di Kota Samarinda (M. Wafi Al Firdaus)

Submitted by: ,
On: Aug 16, 2017 @ 7:31 AM
IP: 180.248.67.128

  • Judul artikel eJournal: Kehidupan Sosial Komunitas Vespa Di Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): M. Wafi Al Firdaus
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): MUHAMMAD WAFI AL FIRDAUS, 1002035069, Jurusan Konsentrasi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Dengan judul skripsi ” Kehidupan Sosial Komunitas Vespa di Kota Samarinda” Studi kasus gambaran kehidupan sosial Mahakam Scooters Club Samarinda . Dibawah bimbingan Nur Fitriyah, dan Massad Hatuwe, Komunitas Vespa berbeda dengan komunitas lain, solidaritas komunitas Vespa sangat erat terjalin sesuai dengan mottonya “satu vespa sejuta saudara” serta kehidupan sosial dari komunitas Vespa yang membuat peneliti tertarik untuk mengkaji dan menelaah lebih dalam. .Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan segala peristiwa atau fenomena yang dialami oleh subjek penelitian yang berkaitan dengan kehidupan sosial komunitas Vespa, seperti halnya yang akan dilakukan oleh penulis yaitu menggambarkan, menganalisa, dan menjabarkan bagaimanakah bentuk kehidupan sosial komunitas vespa dengan masyarakat dan lingkungan disekitarnya, dengan melakukan penelitian tersebut penulis bisa mengetahui secara keseluruhan gambaran tentang kehidupan sosial. Dalam penelitian ini ditarik kesimpulan mengenai kehidupan sosial komunitas Vespa diantaranya aktivitas komunitas, pendidikan anggota, hubungan antar anggota, hubungan antar komunitas serta dukungan kepada lingkungan sekitar. Diharapkan bagi para anggota komunitas vespa Mahakam Scooter Club (MSC) selalu menjaga dan mepertahankan rasa solidaritas dan kebersamaan antar sesama anggota maupun antar komunitas vespa.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): kehidupan sosial, komunitas, solidaritas, , vespa,
  • NIM: 1002035069
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah M.S, Drs. H. Massad Hatuwe M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Kehidupan Sosial Komunitas Vespa di Kota Samarinda Wafi (08-16-17-07-31-13).pdf (334 kB)