ANALISIS SOSIOLOGIS PERKELAHIAN ANTAR GENG MOTOR DI KECAMATAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR (MOCHAMAD SHOLIQUL AMIN )

Submitted by: ,
On: Jan 6, 2015 @ 5:53 AM
IP: 180.246.138.196

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS SOSIOLOGIS PERKELAHIAN ANTAR GENG MOTOR DI KECAMATAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): MOCHAMAD SHOLIQUL AMIN
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Dalam penelitian ini penulis menggunakan dasar penelitian Survei dengan tipe penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah kehidupan sosial manusia. Data yang diperoleh langsung dari informan dengan cara melakukan tanya jawab langsung dan dipandu dengan pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelumnya. Dalam penelitian ini penulis menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling yaitu menentukan informan sesuai dengan kriteria yang berkaitan dengan kehidupan sosial, yaitu perkelahian antar geng motor di kecamatan kaliorang kabupaten kutai timur.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Analisis Sosiologis, Perkelahian, Geng Motor
  • NIM: 1002035066
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H Adam Idris,M.Si & Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 1
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_mulai_hlm_genap sholiq ok (01-06-15-05-53-50).pdf (259 kB)

Persepsi masyarakat terhadap korupsi di Kutai Kartanegara (Samsyul )

Submitted by: ,
On: Oct 2, 2013 @ 3:05 AM
IP: 112.215.36.143

  • Judul artikel eJournal: Persepsi masyarakat terhadap korupsi di Kutai Kartanegara
  • Pengarang (nama mhs): Samsyul
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak

    Istilah korupsi bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga kita. Korupsi adalah suatu perilaku yang menginginkan keuntungan pribadi, keluarga, dan kelompok dengan cara melanggar hukum. Korupsi lahir karena abmruknya nilai-nilai social, korupsi kambuh karena adanya penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan. Korupsi hidup dan berkembang karena sikap dan mental dari individu yang bobrok. Perilaku korupsi sudah menyebar luas karena pada hakekatnya kebutuhan dan keinginan manusia relatif tidak ada batasnya. Faktor psikologis, pengetahuan agama, dan pendidikan budi pekerti sangat berpengaruh terhadap motif seseorang dalam melakukan praktek korupsi.

    Kiranya setiap orang menyadari bahwa korupsi merupakan tindakan yang tidak baik. Hal ini karena korupsi sangat merugikan negara dan rakyat kecil, sehingga dapat menghambat pembangunan infrasrtuktur dan dapat memberikan contoh yang buruk kepada orang lain dan generasi berikutnya. Meskipun menyadari beratnya ancaman hukuman dan masih perlu dipertimbangkan tercemarnya nama baik keluarga, tindakan korupsi masih saja ada.

    Mungkin setiap pelaku korupsi mengalami bebagai dorongan atau tekanan (pressure) yang menjadi penyebab ia berperilaku korup. Dorongan yang paling kuat adalah yang berkitan dengan nafsu/keinginan memiliki sesuatu yang berlebihan, sehingga orang yang memiliki kekayaan pun juga berperilaku korup.

  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, Masyarakat, Korupsi, Kabupaten Kutai Kartanegara
  • NIM: 0902035071
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. DR. H. Harihanto, MM dan Drs. Sugandi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 1
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): _ejournal (10-02-13-03-05-29).pdf (63 kB)

Analisis Sosiologis Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Pada SMA Pembangunan Kabupaten Malinau (Jonaidi)

Submitted by: ,
On: Sep 9, 2013 @ 7:49 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: Analisis Sosiologis Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Pada SMA Pembangunan Kabupaten Malinau
  • Pengarang (nama mhs): Jonaidi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan peneliti adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi bentuk-bentuk perilaku menyimpang siswa, menggali faktor penyebab, menggali cara yang digunakan oleh SMA pembangunan untuk mencapai tujuan budaya pendidikan serta melihat kedisiplinan siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif data dianalisis dengan mempertemukan teori dengan evidensi (data) dengan suatu kerangka analitis. Digunakan teori Ketegangan dari Robert King Merton mengenai lima tipe adaptasi individu terhadap situasi tertentu; empat di antaranya merupakan perilaku menyimpang. Pada konformitas perilaku mengikuti tujuan masyarakat dan cara yang ditentukan masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut. Pada inovasi perilaku mengikuti tujuan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang masyarakat. Pada (ritualisme) perilaku seseorang telah meninggalkan tujuan budaya namun masih berpegang pada cara-cara yang digariskan masyarakat. Pada retretisme seseorang tidak mengikuti tujuan budaya dan juga tidak mengikuti cara untuk meraih tujuan budaya. Dan pemberontakan (rebellion) menolak tujuan masyarakat dan tidak mengakui struktur yang ada dan berupaya menciptakan struktur sosial yang baru. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini, bentuk-bentuk perilaku menyimpang yang terjadi pada SMA Pembangunan yaitu; berkelahi, berpakaian tidak rapi, membolos sekolah, membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan sekolah, terlambat masuk sekolah, merokok, minum minuman keras (Miras), mengkonsumsi obat dextro, dan menghisap lem. Adapun faktor yang mempengaruhi siswa berperilaku menyimpang yaitu; faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan teman sebaya. Perilaku penyimpangan yang lebih dominan adalah tipe penyimpangan retretisme (retretism), yaitu respon yang menunjukkan sikap seseorang menolak tujuan budaya dan menolak cara yang dilembagakan oleh masyarakat. Respon seorang siswa yang telah beradaptasi pada penyimpangan retretisme ditunjukkan melalui sikapnya yang tidak lagi mentaati peraturan yang ada pada sekolah tersebut dan tujuannya kesekolahpun bukan untuk menimba ilmu pengetahuan tetapi hanya ingin mendapatkan ijasah.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku Menyimpang, Robert King Merton, Tujuan Budaya, Sekolah, Keluarga, Teman
  • NIM: 0902035040
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang, MA., Agustin Nurmanina, S.Sos, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 1
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal (09-09-13-07-49-38).pdf (95 kB)

Persepsi Remaja Tentang Film Porno (Studi Kasus di SMK Nuri Samarinda) (Fenny Agustina Wati)

Submitted by: ,
On: Sep 9, 2013 @ 5:34 AM
IP: 203.130.214.106

  • Judul artikel eJournal: Persepsi Remaja Tentang Film Porno (Studi Kasus di SMK Nuri Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Fenny Agustina Wati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Maraknya peredaran film porno yang semakin luas di berbagai kalangan terutama remaja baik itu dari internet dan media elektronik lainnya membuat penulis tertarik untuk meneliti persepsi tentang film porno di kalangan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan fakta-fakta secara lengkap di dalam berbagai aspek yang diselidiki yaitu pengetahuan dan sikap remaja terhadap film porno serta faktor yang mendorong mereka untuk melihat film porno.
    Hasil dari penelitian ini adalah sebagian pelajar di SMK Nuri Samarinda mengetahui apa itu film porno. Tanggapan para pelajar ada yang menerima dan menolak keberadaan film porno. Sebagian pelajar menganggap bahwa film porno itu menyimpang dari aturan dan nilai di dalam norma yang berlaku di dalam masyarakat dan cenderung menolak keberadaan film porno. Sebaliknya sebagian pelajar lagi beranggapan bahwa film porno adalah suatu hal yang biasa untuk diketahui oleh para remaja sebagai manusia yang ingin memenuhi kebutuhan di dalam dirinya untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan seks.. Walaupun mereka cenderung mendukung keberadaan film porno namun bukan berarti mereka juga ikut untuk melakukan penyimpangan atau kejahatan seksual lainnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, Remaja, Film Porno, SMK Nuri Samarinda
  • NIM: 0802035006
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Muhammad Arifin, M.Hum., Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 1
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal sosiatri (fenny) (09-09-13-05-34-30).pdf (86 kB)