PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BERGOTONG ROYONG DI DESA BATU TIMBAU KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUTAI TIMUR (Ahmad Rendi)

Submitted by: ,
On: Dec 27, 2017 @ 5:45 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM BERGOTONG ROYONG DI DESA BATU TIMBAU KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Ahmad Rendi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rendahnya partisipasi masyarakat Desa Batu Timbau Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kutai Timur tersebut diindikasikan dengan kurangnya terlibat dan keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti proses rapat yang diselenggarakan oleh Ketua RT, sosialisasi yang diselenggarakan oleh pihak Pemerintah Desa Batu Timbau dan kurang memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan pembangunan lingkungan. Dalam membangun perubahan sosial, partisipasi masyarakat bergotong royong dalam pembangunan lingkungan dan mengikuti kegiatan program-program yang di rencanakan oleh Pemerintah Desa. Penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Kepala Desa mengatakan bahwa di tahun 2000-2008 kegiatan gotong royong rutin di adakan dan partisipasi masyarakatnya juga banyak ikut serta/berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong tersebut dan di tahun 2016-2017 partisipasi masyarakat cukup baik dan dapat di katakan partisipasi masyarakat di Desa Batu Timbau mengalami penurunan/masih rendah semenjak tahun 2008-2016. Kurangnya partisipasi masyarakat Desa Batu Timbau terjadi karena keikutsertaan warga dalam kegiatan gotong royong masih belum maksimal, sebaiknya masyarakat Desa Batu Timbau dapat memaksimalkan partisipasi masyarakat agar kegiatan gotong royong yang diselenggarakan oleh masing-masing Ketua RT dan Pemerintah Desa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan, dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Batu Timbau. Masyarakat lebih banyak menyumbangkan tenaga ketika proses kegiatan gotong royong diselenggarakan, menyumbangkan material hanya beberapa masyarakat, dan tidak ada masyarakat yang menyumbangkan uang, karena ada dana tersendiri untuk kegiatan tersebut, adapun masyarakat yang memberikan saran dan pendapat didalam rapat telah ditanggapi oleh Pemerintah Desa, akan tetapi partisipasi masyarakat masih rendah di dalam kegiatan gotong royong untuk pembangunan di Desa Batu Timbau.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partisipasi, Masyarakat, dan Gotong Royong
  • NIM: 1302035042
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M. Si.,Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap1 – Copy (12-27-17-05-45-22).pdf (87 kB)

PERANAN KEPOLISIAN RESORT KOTA (POLRESTA) SAMARINDA DALAM PENANGGULANGAN BALAPAN LIAR DI KOTA SAMARINDA (Tri Wardana Bhakti)

Submitted by: ,
On: Dec 10, 2017 @ 1:45 PM
IP: 36.83.32.96

  • Judul artikel eJournal: PERANAN KEPOLISIAN RESORT KOTA (POLRESTA) SAMARINDA DALAM PENANGGULANGAN BALAPAN LIAR DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Tri Wardana Bhakti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Balapan liar merupakan masalah yang harus segera mungkin untuk diselesaikan, agar ketentraman dan keamanan dalam masyarakat tetap terjaga dan terpelihara. Hal ini tentunya harus segera mendapat perhatian serius, karena jika kita melihat yang terjadi di kota-kota besar dan beberapa daerah di Pulau Jawa, dari waktu ke waktu semakin banyak tindak pidana dan kejahatan yang disebabkan oleh aksi balapan liar yang pada akhirnya semakin meresahkan masyarakat, maka sebelum hal-hal tersebut terjadi di wilayah Kota Samarinda harus segera ditemukan solusi efektif guna pemberantasannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui peranan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda dalam penanggulangan balap liar di Kota Samarinda dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya balap liar di Kota Samarinda. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), wawancara, penelitian dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda dalam hal upaya menanggulangi perilaku balapan liar yang sangat meresahkan warga masyarakat Kota Samarinda, maka antara lain dengan upaya preventif dan upaya represif. Upaya preventif yang dilakukan oleh Polresta Samarinda, antara lain: (1) meningkatkan penanganan terhadap daerah yang rawan terjadinya kejahatan balap liar; (2) melaksanakan kegiatan-kegiatan patroli secara rutin; (3) menindak cepat laporan dari masyarakat terkait balapan liar atau aksi kebut-kebutan di jalan raya yang terjadi di wilayah Kota Samarindam (4) mengadakan penggerebekan terhadap penjual minuman keras dengan upaya mengurangi kejahatan yang dilakukan oleh geng motor; (5) menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar secepatnya melaporkan kepada pihak yang berwajib; (6) mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah terkait bahaya balap liar. Sedangkan, upaya represif antara lain: (1) melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap tersangka kejahatan; (2) mengadakan pemeriksaan terhadap tersangka beserta barang bukti upaya lainnya dalam rangka penyidikan kasus tersebut, dan selanjutnya berkas perkaranya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri untuk diproses selanjutnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): peranan, kepolisian, balapan liar, upaya preventif dan represif, Kota Samarinda
  • NIM: 1202035138
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Mass’ad Hatuwe, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap1 – Copy (12-10-17-01-45-56).pdf (81 kB)

PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA (Gaga Baskara Bakti)

Submitted by: ,
On: Nov 15, 2017 @ 3:30 AM
IP: 36.74.227.99

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI KECAMATAN SUNGAI KUNJANG KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Gaga Baskara Bakti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Masa perilaku remaja seringkali terdapat banyak hal baru yang terjadi, karena hal baru yang mereka alami merupakan tanda-tanda menuju kedewasaan. Dari masalah yang timbul akibat pergaulan tersebut, keingin tahuan tentang asmara dan seks, hingga masalah-masalah yang bergesekan dengan hukum dan tatanan sosial yang berlaku di sekitar remaja. Semua itu biasanya terjadi karena banyak faktor, namun salah satu faktor utamanya karena tingginya rasa solidaritas antar teman, pengakuan kelompok, atau ajang menunjukan identitas diri. Sehingga dari faktor tersebut masalah akan timbul pada saat remaja salah memilih arah dalam berkelompok.Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku menyimpang dapat terjadi pada manusia muda, dewasa, atau tua baik laki-laki maupun perempuan. Perilaku menyimpang ini tidak mengenal pangkat atau jabatan dan tidak juga tidak mengenal waktu dan tempat. Penyimpangan bisa terjadi dalam skala kecil maupun skala besar.Tujuan skripsi ini adalah untuk mengetahui perilaku kenakalan remaja di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda dan mendeskripsikan perilaku kenakalan remaja di Kecamatan Sungai kunjang Kota Samarinda. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian Pengalaman remaja dalam berperilaku, Sikap remaja dalam berperilaku, Tindakan yang di ambil oleh remaja tersebut. Hasil penelitian di ketahui bahwa pengalaman remaja yang melakukan kenakalan didasarin oleh tidak ada wadah perkumpulan yang positif seperti mengikutin karang taruna dan mengikutin kegiatan positif, maka remaja membuat perkumpulan kecil yang memiliki sejalan dengan pikiran lain dan mulai melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma berlaku.Dalam kenakalan remaja kebanyakan sikapnya mengikut teman, mereka tidak berpikir panjang untuk berbuat karena disebabkan oleh gengsi yang tinggi apa lagi ada remaja mekatakan bahwa selagi masih muda bebas untuk melakukan kenakalan. Berdasarkan temuan dilapangan, Kenakalan Remaja yang paling tertinggi di daerah Kecamatan Sungai Kunjang adalah kenakalan berupa minum-minuman beralkohol. Kenakalan ini yang paling sering dilakukan oleh remaja-remaja di sungai kunjang tepatnya pada malam hari saat libur sekolah.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): perilaku, kenakalan, remaja, menyimpang
  • NIM: 1302035092
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-15-17-03-30-44).pdf (71 kB)

PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGEMIS DI KOTA SAMARINDA (STUDI KASUS DI JALAN PRAMUKA KEL. SEMPAJA SELATAN KEC. SAMARINDA UTARA) (Resti Paramban)

Submitted by: ,
On: Nov 12, 2017 @ 12:00 PM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENGEMIS DI KOTA SAMARINDA (STUDI KASUS DI JALAN PRAMUKA KEL. SEMPAJA SELATAN KEC. SAMARINDA UTARA)
  • Pengarang (nama mhs): Resti Paramban
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Indonesia tercatat hingga saat ini memiliki jumlah penduduk yang besar, dengan jumlah penduduk yang besar ini tentunya akan berdampak pada timbulnya banyak permasalahan yang akan terjadi di dalam kehidupan masyarakat, salah satu diantara permasalahan tersebut adalah permasalahan pengemis dimana pengemis dapat dengan mudah kita temui di kota – kota besar di Indonesia termasuk di kota samarinda, jalan pramuka merupakan salah satu jalan di kota samarinda di mana kita begitu muda menemukan keberadaan pengemis seperti di pinggiran jalan raya, warung makan, fasilitas umum seperti atm, dan pasar malam pramuka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku masyarakat terhadap pengemis di Kota Samarinda ( studi kasus di Jalan Pramuka Kelurahan Sempaja Selatan Kecamatan Samarinda Utara ). Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian perilaku masyarakat terhadap pengemis di Jalan Pramuka yang meliputi tanggapan dan sikap masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi dan didukung dengan sumber data sekunder yang ada. Dari hasil penelitian diketahui bahwa masyarakat di Jalan Pramuka tidak setuju dengan keberadaan pengemis di Jalan Pramuka, sehingga mereka memilih tidak merespon atau bersikap cuek dengan demikian pengemis akan pergi dengan sendirinnya, sebagian masyarakat juga ada yang memberikan teguran atau bahkan mengusir pengemis yang datang ke warung makan atau kios mereka. Adapun fakta yang penulis temukan bahwa meskipun masyarakat tidak sentuju dengan keberadaan pengemis di Jalan Pramuka penulis menemukan bahwa masyarakat sama sekali tidak pernah membuat larangan bagi para pengemis untuk tidak masuk ke warung makan atau kios mereka.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku, Masyarakat, dan Pengemis
  • NIM: 1202035088
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Drs. Badaruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 – Copy (11-12-17-12-00-37).pdf (83 kB)

Peranan Yayasan Kharisma Pertiwi dalam Mendampingi Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (Erfianti)

Submitted by: ,
On: Nov 9, 2017 @ 12:47 PM
IP: 36.82.206.176

  • Judul artikel eJournal: Peranan Yayasan Kharisma Pertiwi dalam Mendampingi Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga
  • Pengarang (nama mhs): Erfianti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Peranan Yayasan Kharisma Pertiwi Dalam Mendampingi Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah suatu kegiatan yang bersifat sosial yang membantu sesama manusia tanpa mengharap keuntungan melainkan suatu kegiatan yang sukarela secara ikhlas dalam membantu seseorang terutama yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga dengan memberi pendampingan seperti pendampingan psikologis, medis, dan proses hukum dengan tujuan menyembuhkan trauma dan memberi motivasi kepada para korban kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik suami istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan. Untuk itu penulis melakukan penelitian dengan perumusan masalah yaitu “Bagaimana Peranan Yayasan Kharisma Pertiwi Dalam Pendampingan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kota Samarinda. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauhmana peranan yayasan kharisma pertiwi dalam pendampingan kasus kekerasan dalam rumah tangga di kota Samarinda. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa Peranan Yayasan Kharisma Pertiwi Dalam Mendampingi Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kota Samarinda dari segi pendampingan psikologis manfaat dan dampak positifnya yang didapatkan oleh korban yaitu korban dapat pulih baik fisik maupun mentalnya, dari segi pendampingan medis pada dasarnya sudah cukup membantu karena korban dapat sembuh dari penyakit pada fisiknya, dan dari segi pendampingan proses hukum masih mengalami kekurangan yaitu kurangnya tenaga pendamping yang mengerti dengan hukum. Dalam pendampingan psikologis sebaiknya ada komunikasi terlebih dahulu antara korban dengan psikolog agar dalam proses pemeriksaan sikologis korban berjalan dengan lancar, dalam pendampingan medis sebaiknya pemeriksaan dilakukan beberapa kali seminggu untuk mengetahui sejauh mana proses kesembuhan fisik korban, dan dalam pendampingan proses hukum perlunya bekal ilmu tentang hukum untuk para pendamping agar kedepannya dalam proses hukum bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): yayasan, pendampingan, kekerasan, rumah tangga
  • NIM: 1302035050
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih,M.S., Novita Surya Ningsi,M.A.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-09-17-12-47-36).pdf (77 kB)

Faktor-faktor Penyebab Remaja Merokok (Studi Kasus Remaja Laki-laki di Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda) (Simanjuntak Melda)

Submitted by: ,
On: Nov 9, 2017 @ 11:49 AM
IP: 36.82.206.176

  • Judul artikel eJournal: Faktor-faktor Penyebab Remaja Merokok (Studi Kasus Remaja Laki-laki di Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Simanjuntak Melda
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Prevelansi merokok di Indonesia pada saat ini sangat tinggi di berbagai lapisan masyarakat, baik pada laki-laki, perempuan, mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa. Perilaku merokok sudah dimulai pada masa anak-anak dan remaja. Jumlah perokok pada usia remaja saat ini terus meningkat yang masih dibawah umur dan masih menempuh pendidikan sekolah atau pelajar. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian diketahui bahwa dari faktor kepribadian remaja merokok karena didorong oleh rasa ingin tahu yang besar, serta ingin menghilangkan rasa stress dan bimbang yang dapat memberikan ketenangan dalam diri, faktor lingkungan meliputi lingkungan keluarga sebab orang tua dan keluarga menjadi contoh dalam remaja untuk belajar, dengan melihat orang tua baik bapak atau ibu ataupun sanak keluarga yang tinggal dalam satu rumah dapat membuat remaja meniru dan mengikuti aktivitas kegiatan merokok tersebut, lingkungan teman sebaya dan sepermainan juga mempengaruhi remaja untuk merokok karena adanya ajakan teman dan remaja cenderung untuk melakukan apa yang sering dilakukan oleh teman sebayanya, dan pengaruh media iklan seperti media cetak, media elektronik dan media sosial mampu memberikan informasi terhadap remaja mengenai info merk-merk rokok terbaru. Berdasarkan dari faktor-faktor diatas, faktor yang terbesar mendorong remaja untuk merokok adalah faktor lingkungan yang utama yakni lingkungan teman sebaya. Pada usia remaja pengaruh teman sebaya sangatlah kuat. Diikuti faktor lingkungan keluarga baik ayah, ibu, saudara dan keluarga yang merokok. Faktor kepribadian mampu mendorong remaja untuk merokok karena keingintahuan remaja yang sangat besar akan rokok dan efek rokok yang mampu menghilangkan stress dan bimbang. Kemudian faktor pengaruh media iklan yang dapat mempengaruhi aktivitas remaja dalam mengkonsumsi rokok dan memberikan informasi sehingga dapat mendorong remaja untuk membeli rokok dengan merk-merk terbaru.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Faktor Penyebab Merokok, Remaja, Merokok, Rokok
  • NIM: 1202035058
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H Massad Hatuwe.M.Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 – Copy (11-09-17-11-49-20).pdf (80 kB)

Analisis Peran Ganda Ibu Dalam Keluarga di Kelurahan Dadi Mulya Kota Samarinda (Keke Retno Pri Astuti)

Submitted by: ,
On: Nov 9, 2017 @ 12:31 PM
IP: 36.82.206.176

  • Judul artikel eJournal: Analisis Peran Ganda Ibu Dalam Keluarga di Kelurahan Dadi Mulya Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Keke Retno Pri Astuti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Peran ganda ibu sebagai kepala keluarga yang berstatus janda memiliki posisi yang sulit didalam keluarga. Khususnya dimana ibu yang awalnya hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus suami dan anak berubah peran menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya memiliki tanggung jawab yang cukup besar dibandingkan struktur keluarga yang lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan Peran Ganda Ibu Dalam Keluarga. Didalam kajian ini digunakan teori perubahan sosial Metode penelitian yang peneliti gunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini, sumber data yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan key informan dari Ketua RT, Keluarga, serta Tetangga. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran ibu kepala keluarga yang berstatus janda mulai dari aktivitas ibu kepala keluarga dalam keseharian dimana ibu menyempatkan mengerjakan pekerjaan rumah dan melanjutkan pekerjaan diluar rumah, hubungan komunikasi antar anggota keluarga masih kurang terbuka antara anak dan orangtua karena usia anak yang masih kecil, pencari nafkah dimana awalnya ibu yang hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus suami dan anak setelah peninggalan suaminya ibu mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang bisa mereka jangkau dan mereka kerjakan. Mengatur keuangan dimana pendapatan yang ibu dapat dalam bekerja sangat pas-pasan, bertanggung jawab terhadap pedidikan anak dimana ibu belum bisa memberikan pandangan kedepan terhadap pendidikan anak karena usia anak-anak mereka yang masih kecil namun ibu selalu berusaha mendampingi dan membimbing anaknya dalam belajar, serta pijakan dasar yang diberikan ibu kepada anak dalam bersikap dengan cara menanamkan pengertian, disiplin, dan tanggung jawab kepada anak. Dalam menjalankan semua perannya masih mengalami banyak kendala melaksanakan semua peran yang ada, kurangnya komunikasi, perhatian dan ketegasan ibu kepada anggota keluarga khususnya kepada anak. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa peran ganda ibu dalam keluarga tidak mudah dilakukan dalam waktu yang bersamaan dimana waktu, konumikasi, perhatian, bimbingan, didikan, serta mencukupi kebutuhan anggota keluarga masih memiliki kendalanya masing-masing di dalam keluarga dalam menjalankan semua perannya
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Analisis, peran ganda, ibu, keluarga
  • NIM: 1202035133
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih,M.S.,Drs. Sugandi M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 – Copy (11-09-17-12-31-37).pdf (75 kB)

PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Rizky Reynaldi)

Submitted by: ,
On: Nov 7, 2017 @ 4:40 AM
IP: 36.82.198.238

  • Judul artikel eJournal: PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Rizky Reynaldi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Pulau Derawan, yang menjadi tempat wisata andalan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, memang menyajikan pesona bawah laut yang indah. Namun akhir-akhir tahun ini terjadi penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Derawa. Penurunan terhadap jumlah wisatawan obyek wisata Pulau Derawan pada umumnya disebabkan oleh beberapa masalah yaitu pertama, kurangnya sarana dan prasarana infrastruktur yang mendukung dalam pengembangan pariwisata di Pulau Derawan. Kedua, kurangnya sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat di sekitar obyek wisata Pulau Derawan sehingga masyarakat belum mampu mengelola potensi wisata yang ada dan belum bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kebijakan pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata dan, untuk mengetahui pengembangan pariwisata Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran pemerintah dan masyarakat dalam pengembangan pariwisata Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam mengembangkan prasarana dan sarana obyek wisata Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur melalui 3A (Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi) sudah dikembangkan dengan baik tetapi masih memerlukan perbaikan dan pengadaan di sektor sarana prasarana pariwisata dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder pariwisata. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau membentuk komunitas atau kelompok yang terdiri dari masyarakat sekitar kawasan wisata yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang secara rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Faktor pendukung obyek wisata adalah Kabupaten Berau dikenal sebagai wisata bahari, masyarakat kawasan wisata Pulau Derawan dikenal ramah dan terbuka, akomodasi dari segi pelayanan (hospitality) memadai, atraksi wisata keindahan bawah laut. Sedangkan, faktor Penghambatnya adalah akses transportasi yang memakan waktu dan biaya yang relatif mahal, masih langkanya pemandu wisata (tour guide) dan petugas keamanan di sekitar lokasi wisata, kurangnya dana untuk menjalankan program seperti kegiatan promosi, dan kondisi cuaca di sekitar lokasi yang tidak menentu.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Pemerintah, Masyarakat, Obyek wisata, Pulau Derawan
  • NIM: 1202035026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S., Drs. Badaruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap1 – Copy (11-07-17-04-40-57).pdf (85 kB)

MOTIVASI GURU DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 012 SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA (Rudini)

Submitted by: ,
On: Nov 7, 2017 @ 2:53 AM
IP: 36.82.198.238

  • Judul artikel eJournal: MOTIVASI GURU DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 012 SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rudini
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Adapun tujuan penulis dalam penelitian ini untuk mengetahui motivasi guru dalam kegiatan ekstrakulikuler Pramuka, serta untuk mengetahui alasan siswa tidak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif karena dalam penelitian ini penulis mengadakan penggambaran mengenai situasi, kejadian fakta-fakta yang ada dilapngan, akumulasi dan tidak menggunakan hubungan serta tanpa melakukan pengjuian hipotesis. Penulis juga menggunkan informan sebanyak 7 orang yang terdiri dari 1orang sebagai kepala sekolah, 2 orang dewan guru merangkap sebagai Pembina pramuka,2 dewan guru, 2 oramg pembantu Pembina. Dalam teknik pengumpulan data penulis menggunakan wawancara, observasi dan studi literature (dengan cara membaca buku-buku ilmiah / buku teori). Untuk menganalisis data penulis menggunakan metode deskriftif kualitatif terdiri dari 4 komponen antara lain, pengumpulan data, penyederhanan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Motivasi guru dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN 012 Samarinda Utara, berperan sebagai pendidik, pengontor, trainer memberikan dorongan motivasi dan teladan, agar mampu menjadi pribadi yang mandiri dan memiliki kedisiplinan. Setelah penulis melakukan penelitian dilapangan dapat diambil kesimpulan bahwa Motivasi merupakan sumber energy terpenting dalam melakukan perubahan, baik dalam perubahan sekala kecil ataupun sekala besar. Dan juga Hasil penelitian ini berbanding lurus dengan teori motivasi yaitu bagaimana seorang individu harus memiliki dorongan motivasi baik dari dalam ataupun dari luar dan atau dalam bahasa istilah adalah motivasi intrinsic dan ekstrinsik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Motivasi, Ikut Kegiatan, Ekstakulikuler, Pramuka
  • NIM: 1302035057
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah, M.S., Drs. Badaruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap1 – Copy (11-07-17-02-53-51).pdf (85 kB)

STUDI DAMPAK PERTAMBANGAN BATU BARA PT. TRUBAINDO COAL MINING DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG MUARA BEGAI KECAMATAN MUARA LAWA KABUPATEN KUTAI BARAT (Yapet)

Submitted by: ,
On: Nov 6, 2017 @ 5:59 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: STUDI DAMPAK PERTAMBANGAN BATU BARA PT. TRUBAINDO COAL MINING DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT KAMPUNG MUARA BEGAI KECAMATAN MUARA LAWA KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Yapet
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah pertama Untuk mengetahui dan mendiskripsikan dampak pertambangan batubara dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kampung Muara Begai. Kedua Untuk mengetahui dampak pertambangan batubara dalam perubahan sosial masyarakat di Kampung Muara Begai. Jenis penelitian ini bersifat diskriptif kualitatif, sedangkan data dalam penelitian ini bersumber dari kepala Kampung Muara Begai. Kepala adat Kampung Mura Begai, Tokoh Masyarakat Kampung Muara Begai, staf aparatur Kampung Muara Begai dan beberapa masyarakat Kampung Muara Begai yang berjumlah secara keseluruhan 11 informan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kehidupan sosial masyarakat Kampung Muara Begai yaitu pola hidup masyarakat Kampung Muara Beagai menjadi lebih maju, perubahaan masyarakat dari tradisional menjadi modern serta masyarakat juga memiliki kerjasama yang sangat baik walapun ada persaingan antar masyarakat dalam bidang pekerjaan dan usaha, dan banyaknya masyarakat yang bekerja di perusahaan walaupun sedikit ada perubahan penurunan kerjasama di bidang kerja bakti Kampung, selanjutnya kehidupan ekonomi masyarakat Kampung Muara Begai menjadi lebih baik dari sebelumnya karena terciftanya peluang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat setempat. Dampak positif adanya perusahaan pertambangan batubara adalah membuka lapangan pekerjaan baru, membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat dan timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Sedangkan dampak negatif dengan adanya perusahaan pertambangan batu bara di Wilayah Kampung Muara Begai kerenggangan antar masyarakat, menyebabkan pencemaran lingkungan, polusi udara, kebisingan, menyusutnya luas lahan pertanian Masyarakat setempat.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dampak pertambangan batubara, perubahan kehidupan sosial dan ekonomi, masyarakat
  • NIM: 1202035026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS., Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 5
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-06-17-05-59-11).pdf (82 kB)