PERILAKU DAN REALITAS SOSIAL KEHIDUPPAN GAY DI KOTA SAMARINDA (Tommy Dwi Pranata)

Submitted by: ,
On: Aug 26, 2015 @ 6:05 AM
IP: 110.139.150.204

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU DAN REALITAS SOSIAL KEHIDUPPAN GAY DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Tommy Dwi Pranata
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tommy Dwi Pranata. Perilaku dan Realitas Sosial Kehidupan Gay di Kota Samarinda di bawah bimbingan Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si selaku pembimbing I dan Dra. Lisbet Situmorang, M.Si selaku pembimbing II Program Studi Sosiatri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman.
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk Untuk Mengetahui Perilaku dan Realitas Sosial Kehidupan Gay Kota Samarinda. Penelitian ini mencoba menjelaskan paling tidak dua hal yaitu :Perilaku menyimpang, meliputi : a). latar belakang dan penyebab penyimpangan, b) Alasan ketertarikan terhadap hubungan sejenis, c) orientasi seksual, d), gaya atau posisi yang disukai dalam berhubungan seksual, dan d) Kecemburuan terhadap pasangan sejenis atau lawan jenis. Untuk Realitas sosial peneliti mencoba melihat kehdupan gay dari : a) Respon keluarga atau orang terdekat, b) Respon masyarakat, c) Latar belakang keluarga gay, d) Hasrat atau keinginan untuk sembuh, dan e) Aktivitas sosial di masyarakat.
    Penelitian ini bersifat kualitatif dimana data yang diperoleh diolah dan dideskripsikan sehingga ditemukan beberapa hal sebagai berikut : Perilaku sosial menyimpang terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal dimana kondisi pskologis gay dan orientasinya terhadap sesama jenis menjadi pemicu seseorang menjadi gay, dan faktor eksternal dimana lingkungan atau hal-hal yang membekas secara mendalam seperti misalnya mendapatkan perlakukan tidak senonoh di masa kecil (menjadi korban pedofilia) dapat menjadi pemicu. Hampir semua gay takut jika perilaku menyimpang mereka diketahui orang tua atau keluarga terdekat. Realitas menunjukkan bahwa gay masih bersikap eksklusif dan tertutup dalam hal mengekspresikan perilaku mereka, meskipun ada yang berani secara terbuka menunjukkan ekspresi di depan umum. Gay tidak kuatir dengan respon negatif masyarakat. Selama individu dalam masyarakat tersebut secara personal bukan orang yang memiliki relasi langsung dengan individu yang bersangkutan. Latar belakang keluarga gay umumnya berasal dari keluarga baik-baik dan relatif memberikan perhatian kepada informan, meskipun demikian hal tersebut tidak memberi jaminan bahwa individu tersebut dapat bebas mengumbar perilaku mereka di depan umum, justru karena kondisi tersebut mereka takut jika perilaku sosial mereka yang menyimpang diketahui oleh keluarga atau kerabat dekat. Semua gay memiliki keinginan untuk memperbaiki diri atau membebaskan diri dari perilaku seksual menyimpang sebagai gay namun kendala utama mereka membebaskan diri adalah sikap pesimis atau kurang yakin akan hasrat mereka untuk sembuh total, bahkan ada kecenderungan mereka semakin menenggelamkan diri mereka pada kebiasaan atau perilaku menyimpang tersebut, karena hasrat dan kebutuhan biologis dan psikologis mereka terpenuhi. Terkait dengan aktivitas sosial kemasyarakatan para gay dapat melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat pada umumnya, sebagian masyarakat yang tidak tahu menganggap perilaku mereka normal, dan mereka dapat dengan mudah diterima dan beradaptasi serta bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku, Realitas, Gay
  • NIM: 0802035015
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal ganjil (08-26-15-06-05-30).pdf (111 kB)

STUDI TENTANG JARINGAN SOSIAL DI DALAM SIMPAN PINJAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DI DESA MATA AIR KECAMATAN KAUBUN (Nurul Fitriyani)

Submitted by: Fitriyani, Nurul
On: Aug 13, 2015 @ 3:37 AM
IP: 36.82.229.143

  • Judul artikel eJournal: STUDI TENTANG JARINGAN SOSIAL DI DALAM SIMPAN PINJAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DI DESA MATA AIR KECAMATAN KAUBUN
  • Pengarang (nama mhs): Nurul Fitriyani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Program pemberdayaan masyarakat telah banyak dilaksanakan pemerintah sejak masa orde baru, namun hasil program kurang dirasakan oleh masyarakat. Kegagalan program pemberdayaan masyarakat seperti ini dialami pula oleh program SPP (Simpan Pinjam untuk Perempuan) pada PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan) di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun, sehingga menarik minat penulis untuk dijadikan tulisan dengan difokuskan kepada jaringan sosialnya.
    Kajian jaringan sosial dalam tulisan ini didukung oleh pemikiran Agusyanto yang membagi ke dalam tiga jenis jaringan sosial yakni jaringan sosial interest (kepentingan), sentiment (emosi), dan power (kekuasaan). Tiga jenis jaringan sosial tersebut yang dijadikan sebagai fokus penelitian ini.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan mengenai jaringan sosial di dalam pelaksanaan SPP PNPM di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun. Program pemberdayaan perempuan ini berupa simpan pinjam yang sasarannya diutamakan adalah perempuan dari RTM (Rumah Tangga Miskin). Tujuannya adalah untuk mendukung potensi perempuan dalam mengembangkan usaha atau tani sehingga akan menjadi lebih berdaya dan mandiri setelah diberikannya pinjaman tersebut.
    Dari penelitian ini diketahui jaringan sosial yang lebih kuat pada pelaksanaan program pemberdayaan SPP PNPM di Desa Mata Air ialah jaringan kekuasaan, dimana kekuatan pengurus SPP baik tingkat kecamatan maupun desa sangat kuat dalam mengatur jalannya program. Jaringan kekuasaan yang terlalu kuat ini memberikan dampak negatif bagi kelangsungan program tersebut, karena tidak dapat menciptakan rasa kesadaran dan kepedulian baik pada anggota kelompok, pengurus SPP PNPM, maupun aparat desa.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemberdayaan Perempuan, Jaringan Sosial, PNPM.
  • NIM: 0902035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. DR. H. Sutadji, MM, Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal+ganjil (08-13-15-03-37-04).pdf (278 kB)

STRATEGI WARIA MEMPERJUANGKAN PENGAKUAN DIRI SEBAGAI ‘JENIS KELAMIN KETIGA’ (STUDI KASUS DI KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA) (Saparudin)

Submitted by: udin, Sapar
On: Jul 2, 2015 @ 4:43 AM
IP: 61.94.85.157

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI WARIA MEMPERJUANGKAN PENGAKUAN DIRI SEBAGAI ‘JENIS KELAMIN KETIGA’ (STUDI KASUS DI KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA)
  • Pengarang (nama mhs): Saparudin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Saparudin NIM 1102035078, Strategi Waria Memperjuangkan Pengakuan Diri Sebagai ‘Jenis Kelamin Ketiga’, di bawah bimbingan Dr. Sri Murlianti, M. Si selaku pembimbing 1 dan Drs. Martinus Nanang, MA selaku pembibing II, Program Studi Konsentrasi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman.
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya waria memperjuangkan pengakuan diri sebagai ‘jenis kelamin ketiga. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis meminjam metode yang pernah digunakan oleh Clifford Greetz dalam meneliti agama serta kebudayaan masyarakat jawa yaitu metode etnografi. Peneliti membekali diri dengan teori-teori yang berkaitan tetapi bukan untuk membingkai subjek yang diamati namun sebagai bekal untuk pengamatan di lapangan.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para waria merupakan praktik dari korban kehidupan yang tidak memihak kepada mereka. Modal-modal yang minim serta tersisihkanya para aktor ini dengan ranah sosial yang dianggap membuat mereka lebih berjuang dan memiliki strategi untuk dapat mempertahankan usaha pengakuan adanya para waria atau ‘jenis kelamin ketiga’.
    Bentuk variasi-variasi modal dan habitus yang dimiliki oleh para waria beraneka ragam. Ini semua sebagai penunjang para aktor untuk dapat terus bertahan dalam ranah ini. Para waria memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga terciptanya habitus dari kaum waria dengan waria lain dan masyarakat diwujudukan dengan adanya tolong-menolong.
    Para waria mencoba membagun ranah kehidupannya sendiri melalui modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik walaupun modal material sangat kecil. Habitus yang dimiliki para waria ini juga sangat beragam seperti keterampilan dalam mengajari berdanda yang baik, cara menggunting rambut yang benar dan merapikan lain-lain sebagai bentuk mereka dalam memperjuangkan pengakuan adanya jenis kelamin ketiga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Jenis Kelamin Katiga, Pengakuan Diri Waria
  • NIM: 1102035078
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M. Si Drs. Martinus Nanang, MA.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 (07-02-15-04-43-48).pdf (129 kB)

PERSEPSI ANGGOTA KELOMPOK SIMPAN PINJAM DALAM PENGELOLAAN DANA BANTUAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DI KAMPUNG MERANCANG ULU KECAMATAN GUNUNG TABUR KABUPATEN BERAU (Elviana Agustina)

Submitted by: ,
On: Jun 25, 2015 @ 4:49 AM
IP: 61.94.84.88

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI ANGGOTA KELOMPOK SIMPAN PINJAM DALAM PENGELOLAAN DANA BANTUAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DI KAMPUNG MERANCANG ULU KECAMATAN GUNUNG TABUR KABUPATEN BERAU
  • Pengarang (nama mhs): Elviana Agustina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Elviana Agustina 2015, Persepsi anggota kelompok simpan pinjam dalam pengelolaan dana bantuan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan di kampung merancang ulu kecamatan gunung tabur kabupaten berau, bimbingan dari bapak Drs. Sugandi, M.Si selaku dosen pembimbing I, dan bapak Ifan luthfian Noor, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing II.
    Tujuan penelitian untuk mengetahui mengenai persepsi anggota kelompok simpan pinjam dalam pengelolaan dana bantuan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan. Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan dan meringkaskan berbagai kondisi, situasi atau berbagai variabel yang berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan suatu konsep, mengenai fenomema-fenomena yang ada. Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan dan informan kunci melalui wawancara mendalam dan dibantu dengan adanya pedoman wawancara yang telah disiapkan. Penulis menggunakan tehnik purposive sampling untuk menentukan informan sesuai dengan kriteria yang berkaitan dengan anggota kelompok simpan pinjam program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM).
    Berdasarkan hasil penelitian dari 13 orang informan, 11 orang memiliki persepsi yang berbeda terhadap PNPM Mandiri Perdesaan dan 2 orang memiliki persepsi yang sesuai atau sama dengan tujuan dari PNPM Mandiri Perdesaan. Anggota kelompok simpan pinjam mengetahui tujuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yaitu bertujuan memberikan dana bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk digunakan membuat usaha. Anggota kelompok simpan pinjam sangat mendukung program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri perdesaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, Kelompok Simpan Pinjam, PNPM Mandiri
  • NIM: 1102035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si & Ifan Lutfhian Noor, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (06-25-15-04-49-58).pdf (98 kB)

Konstruksi Gender Di Kalangan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Mulawarman (Nove Hardiani)

Submitted by: Hardiani, Nove
On: May 24, 2015 @ 10:11 PM
IP: 112.215.36.142

  • Judul artikel eJournal: Konstruksi Gender Di Kalangan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Mulawarman
  • Pengarang (nama mhs): Nove Hardiani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Disadari atau tidak mahasiswa jurusan Sosiologi yang sudah mendapatkan mata kuliah Gender dan Pembangunan, seharusnya mempunyai pemikiran berbeda dari khalayak umum yang memandang negatif terhadap kaum perempuan. Tetapi kenyataannya mahasiswa masih terlihat melakukan pelecehan ringan terhadap perempuan seperti bersiul, menggoda, membicarakan kelebihan dan kelemahan dalam hal fisik, berkata yang tidak sopan serta menganggap remeh perempuan. Padahal, seorang mahasiswa diharapkan agar dapat membentuk konstruksi yang diciptakan oleh mereka bisa mempengaruhi dunia luar (non-akademik) yang sangat berguna bagi perkembangan, pemahaman dan kehi¬dupan kaum perempuan dimasa mendatang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi gender pada mahasiswa jurusan Sosiologi yang belum dan sudah mendapatkan mata kuliah Gender.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Konstruksi Gender, Mahasiswa
  • NIM: 0902035006
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si, Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal (05-24-15-10-11-58).pdf (215 kB)

Evaluasi Pelaksanaan Program Pendidikan Nonformal di Panti Asuhan Uswatun Hasanah Samarinda (Irmala Jelita )

Submitted by: ,
On: Jun 3, 2015 @ 4:18 AM
IP: 36.82.217.61

  • Judul artikel eJournal: EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN NONFORMAL DI PANTI ASUHAN USWATUN HASANAH SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Irmala Jelita
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Panti asuhan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan anak asuh dalam bidang pendidikan. Mereka harus mendapatkan pendidikan yang kompleks hingga dalam pemenuhan pendidikan nonformal sebagai pelengkap pendidikan formalnya. Melalui pendidikan nonformal hendaknya dapat menciptkan anak-anak yang berkualitas, dapat berpartisipasi dalam pembangunan, dan siap untuk bersaing ditengah masyarakat luas. Kenyataannya saat ini terdapat anak yang masih sulit untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas pelaksanaan program pendidikan nonformal di Panti Asuhan Uswatun Hasanah Samarinda yang dilihat dari (1) evaluasi input, (2) evaluasi proses, (3) evaluasi hasil, dan (4) evaluasi dampak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah pelaksanaan program pendidikan nonformal sudah tepat, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan program pendidikan nonformal.
    Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode evaluasi model Raise-L dengan indikator relevan, atmosphere climate, commitment, sustainability, effectiveness, leadership, dan didukung dengan penelitian kuantitatif dengan menggunakan tabulasi tunggal. Selanjutnya data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian adalah eks anak asuh, anak asuh, pengasuh/tutor. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, kesimpulan dan verifikasi.
    Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu ; (1) program pendidikan nonformal tidak sesuai dengan perencanaan awal bahwa sebagian besar lulusan belum dapat mempraktekkan ilmu yang dimiliki pada dunia kerja / pekerjaan yang dimiliki tidak sesuai dengan pembekalan keterampilan yang diterima, dan tdak berjalannya beberapa program kegiatan. (2) faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan program pendidikan nonformal yaitu kurangnya tutor yang ahli, fasilitas dan dana yang dimiki terbatas, serta waktu dalam proses pembelajaran relatif singkat. (3) faktor pendukung niat yang tinggi dari anak asuh, pengasuh, dan tutor, motivasi dari pihak panti asuhan, kemauan/ minat anak asuh, partisipasi dari masyarakat, dan mitra kerja pemerintah.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pendidikan Nonformal
  • NIM: 1002035021
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Hj. Erni Aseli Asbi, M.Si & Agustin Nurmanina, S.Sos. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Jelita (06-03-15-04-18-44).pdf (84 kB)

Pemahaman Pelajar Tentang Disiplin Berlalu Lintas Studi di SMK Kesehatan Samarinda (Fitria Wulandari)

Submitted by: ,
On: Jun 24, 2015 @ 3:26 AM
IP: 203.130.214.106

  • Judul artikel eJournal: PEMAHAMAN PELAJAR TENTANG DISIPLIN BERLALU LINTAS (STUDI DI SMK KESEHATAN SAMARINDA)
  • Pengarang (nama mhs): Fitria Wulandari
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Fitria Wulandari, Program Studi Pembangunan Sosial Konsentrasi Sosiologi Jurusan Sosiologi Universitas Mulawarman Samarinda. Judul penelitian adalah Pemahaman Pelajar tentang Disiplin Berlalu Lintas (kasus di SMK Kesehatan Samarinda). Sebagai pembimbing I Bapak Drs. Sugandi, M.Si dan Bapak Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si sebagai pembimbing II.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pelajar tentang disiplin berlalu lintas dan mendeskripsikan pemahaman pelajar tentang aturan berlalu lintas yang meliputi rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, prosedural pembuatan SIM dan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor.

    Penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi atau pengamatan (disajikan dalam bentuk foto) dan wawancara. Narasumber dari penelitian ini adalah Siswa – siswi kelas XII SMK Kesehatan dan pihak berwajib yaitu polisi satlantas polresta Samarinda. Sedangkan analisa data menggunakan deskriptif-kualitatif dengan cara menggambarkan atau melukiskan tentang data dan fakta mengenai objek penelitian tanpa memberikan penilaian..

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman pelajar tentang disiplin berlalu lintas sangat minim karena peraturan berlalu lintas hanya diketahui sebagai sebuah aturan tertulis dan tidak diterapkan pada kegiatan sehari-hari dalam berkendara kendaraan bermotor. Kurangnya sosialisasi dan kesadaran untuk belajar mengenai aturan berlalu lintas menjadi salah satu penyebab minimnya pengetahuan serta pemahaman para pelajar.

  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemahaman, Pelajar, Lalu Lintas
  • NIM: 1002035052
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si ; Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Fitria Wulandari (06-24-15-03-26-13).pdf (88 kB)

Dampak Bagi Pengguna Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Napza di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu (Dewi Anggreni)

Submitted by: ,
On: Jun 24, 2015 @ 3:10 AM
IP: 203.130.214.106

  • Judul artikel eJournal: DAMPAK BAGI PENGGUNA NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF (NAPZA) DI KELURAHAN GUNUNG KELUA SAMARINDA ULU
  • Pengarang (nama mhs): Dewi Anggreni
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Dampak Bagi Pengguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) di Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu.
    Skripsi ini bertujuan untuk membahas tentang penyalahgunaan NAPZA pada individu, umumnya disebabkan selain adanya keterikatan secara intim terhadap kelompok pengguna narkoba, juga disebabkan adanya suatu proses pembelajaran yang diperoleh dari lingkungan sosial terdekat.
    Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang menjadi penyebab individu menyalahgunakan NAPZA dan menjadi ketergantungan terhadap narkotika dan psikotropika. Bahwa di antara faktor-faktor yang berperan dalam penggunaan NAPZA adalah faktor kepribadian anti sosial dan psikopatik, kondisi kejiwaan yang mudah merasa kecewa atau depresi, kondisi keluarga yang meliputi keutuhan keluarga, kesibukan orang tua, hubungan orang tua dengan anak, kelompok teman sebaya, dan NAPZA itu sendiri mudah diperoleh dan tersedianya pasaran yang resmi maupun tidak resmi. Faktor pendorong di antaranya faktor dari dalam diri sendiri seperti kepribadian,fisik, dan faktor dari luar seperti faktor permasalahan keluarga, faktor sosial dengan lingkungan atau pergaulan dan terakhir dengan sedikit penalaran penelitifaktor kemudahan memperoleh NAPZA, lingkungan (keluarga, sekolah, teman, dan masyarakat), faktor individu itu sendiri.
    Saya menggunakan pemahaman persepktif prediktor psikososial dan prsepktif belajar sosial dalam hal Persepktif belajar diyatakan bahwa prilaku yang berhubungan dengan peyalahguaan NAPZA adalah prilaku yang dipelajari. Problem peyalahgunaan NAPZA tidak di pandang sebagai simtom dari penyakit, tetapi lebih dilihat sebagai masalah kebiasaan Perspektif teori belajar dinyatakan bahwa perilaku yang berhubungan dengan penyalahgunaan NAPZA adalah perilaku yang dipelajari. Problem penyalahgunaan NAPZA tidak dipandang sebagai simptom dari penyakit, tetapi lebih dilihat sebagai masalah kebiasaan. Teori ini lebih menekankan peran belajar dan pemeliharaan perilaku bermasalah yaitu penyalahgunaan NAPZA. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dampak bagi pengguna NAPZA
  • NIM: 0902035011
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, MS ; Drs. M. Arifin, M.Hum
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Dewi Anggreni (06-24-15-03-10-17).pdf (95 kB)

Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Puskesmas Mahak Baru di Kecamatan Sungai Boh (Isin)

Submitted by: ,
On: May 11, 2015 @ 5:43 AM
IP: 180.248.82.171

  • Judul artikel eJournal: KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS MAHAK BARU DI KECAMATAN SUNGAI BOH
  • Pengarang (nama mhs): ISIN
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia untuk hidup kerena dalam keadaan sehatlah manusia dapat berkarya dengan baik, setiap orang berhak mendapatkan perlindungan terhadap pelayanan kesehatan dan Negara bertanggung jawab mengatur agar terpenuhinya hak hidup sehat bagi setiap penduduknya. Untuk mensejahterakan kesehatan masyarakat dan menanam hidup sehat, maka diharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk mengupayakan pelayanan kesehatan melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) bagi masyarakat pedesaan khususnya bagi masyarakat desa Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bagaimana kualitas pelayanan yang ada di puskesmas Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh dan mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh.
    Penulis dalam hal ini menggunakan sebagian pemikiran Moenir dalam teorinya kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas desa Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh. Selanjutnya penulis melakukan wawancara mendalam dengan beberapa key informan yaitu masyarakat di puskesmas Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh serta informan pendukung lainnya yaitu stap puskesmas sebagai pemberi pelayanan.
    Berdasarkan hasil penelitian penulis, bahwa kualitas pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di puskesmas Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh dari beberapa segi pelayanan yang diberikan masih kurang memuaskaan dikarenakan fasilitas di puskesmas belum memadai, serta masih adanya petugas kesehatan yang kurang disiplin dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehingga sebagian petugas merangkap tugas di puskesmas Mahak Baru Kecamatan Sungai Boh.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kualitas, Pelayana, dan Kesehatan Massyarakat
  • NIM: 0802035032
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M. Si & Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 (05-11-15-05-43-47).pdf (79 kB)

MAKNA RITUAL MUKAD ULID MASYARAKAT SUKU DAYAK BULUSU DI DESA RIAN KABUPATEN TANA TIDUNG (D A N E L )

Submitted by: ,
On: Mar 3, 2015 @ 4:53 AM
IP: 36.75.44.180

  • Judul artikel eJournal: MAKNA RITUAL MUKAD ULID MASYARAKAT SUKU DAYAK BULUSU DI DESA RIAN KABUPATEN TANA TIDUNG
  • Pengarang (nama mhs): D A N E L
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): D a n e l : Makna Ritual Mukad Ulid Masyarakat Suku Dayak Bulusu di Desa Rian Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Bapak Drs. Badruddin Nasir, selaku pembimbing I dan Bapak Drs. Martinus Nanang, MA, selaku pembimbing II.
    Tujuan penelitian ini adalah melihat dan memberikan gambaran mengenai tahap-tahap dan proses pelaksanaan ritual Mukad Ulid, memahami makna simbol-simbol yang terdapat dalam ritual Mukad Ulid, untuk melihat partisipasi keluarga inti, kerabat dan masyarakat dalam pelaksanaan ritual Mukad Ulid dan penulis ingin memahami lebih jauh fungsi ritual Mukad Ulid dalam membangun kohesi sosial masyarakat suku Dayak Bulusu di Desa Rian Kapuak Kabupaten Tana Tidung.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode Etnografi. Sumber data yang digunakan adalah data primer maupun data sekunder sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan, peneliti memperoleh data dengan cara melakukan wawancara langsung kepada informan kunci dalam hal ini pengurus adat dan setiap orang yang pernah malaknakan ritual Mukad Ulid, keluarga inti, kerabat dan masyarakat serta tokoh masyarakat yang terlibat agar dapat mengetahui lebih dalam tentang ritual Mukad Ulid, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil penelusuran melalui observasi video, gambar (foto), dan sumber tertulis seperti arsip buku Sejarah dan Kabudayaan suku Dayak Bulusu yang ditulis oleh Jabin Jantje pada tahun 2012.
    Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori liminalitas Victor Turner yang mempelajari fenomena-fenomena religius masyarakat suku dan masyarakat modern, faham-faham tentang manusia, agama dan masyarakat yang muncul, dari hasil penelitian, Victor Turner telah merumuskan dua hal yang sangat penting bagi kajian antropologi, yaitu : (1) rumusan secara umum tentang teori antropologi dalam kajian hakikat ritual religius dan simbolisme, dan (2) kajian secara deskriptif tentang aspek-aspek drama sosial dan proses ritual.
    Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu, Ritual Mukad Ulid bagi masyarakat suku Dayak Bulusu adalah suatu ritual bertujuan untuk memutuskan hubungan batin antara keluarga yang berduka dengan roh anggota keluarga yang telah meninggal dan mengantarkan roh tersebut ke alam surga (londoyon odou senudon).
    Masyarakat Dayak Bulusu meyakini sebelum keluarga yang ditinggalkan tersebut melaksanakan ritual Mukad Ulid maka roh/arwah keluarga yang telah meninggal itu akan tetap berada di bumi dan tidak bisa menuju ke alam baka (surga). Kewajiban yang harus dilakukan keluarga yang ditinggalkan adalah berpantang (gali), untuk tidak melakukan sesuatu atau tidak memakan daging binatang tertentu, seperti; tidak boleh makan tambang (payau), makan garam, ikan labi-labi, sapi, kancil, monyet, atau ikan tertentu. Tidak boleh menikah sebelum ritual Mukad Ulid dilaksanakan karena masih ada ikatan, tidak boleh bertandang atau bepergian ke daerah lain, tidak boleh berpakaian adat, tidak boleh memotong atau mencukur rambut dan tidak boleh pergi ke hutan selama satu minggu. Sesudah ritual Mukad Ulid dilaksanakan tidak ada lagi pantangan keluarga inti, semua terbebaskan dan dibersihkan dari hal-hal yang tabu tersebut.
    Jika melanggar pantangan-pantangan itu sebelum melakukan ritual Mukad Ulid suku Dayak Bulusu meyakini akan ada sesuatu yang terjadi kepada orang yang telah melanggar, seperti; bisa sakit bungkang (bungkang itu sakit kutukan dari roh orang yang meninggal, seperti gila atau meninggal mendadak), kesurupan, atau hilang ingatan. Sehingga ritual Mukad Ulid sangat penting dilaksanakan untuk membebaskan seluruh anggota keluarga tersebut dari berbagai pantangan atau hal yang tidak diperkenankan secara turun-temurun sejak dari zaman para leluhur. Kepercayaan inilah yang secara psikologis sangat mendorong pikiran masyarakat suku Dayak Bulusu untuk melaksanakan ritual Mukad Ulid.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Makna Ritual Mukad Ulid Suku Dayak Bulusu
  • NIM: 0802035025
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si & Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 (03-03-15-04-53-01).pdf (128 kB)