Fenomena Perjudian dikalangan Remaja Kecamatan Samarinda Seberang (Reza Suharya)

Submitted by: ,
On: Sep 26, 2019 @ 12:54 PM
IP: 182.1.219.45

  • Judul artikel eJournal: Fenomena Perjudian dikalangan Remaja Kecamatan Samarinda Seberang
  • Pengarang (nama mhs): Reza Suharya
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Perjudian merupakan masalah yang harus segera mungkin untuk diselesaikan, agar ketentraman dan keamanan dalam masyarakat tetap terjaga dan terpelihara. Hal ini tentunya harus segera mendapat perhatian serius, karena jika kita melihat yang terjadi di kota-kota besar dan beberapa daerah di Pulau Jawa, dari waktu ke waktu semakin banyak tindak pidana dan kejahatan yang disebabkan oleh aksi perjudian yang pada akhirnya semakin meresahkan masyarakat, maka sebelum hal-hal tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Samarinda Seberang harus segera ditemukan solusi efektif guna pemberantasannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Fenomena Perjudian Dikalangan Remaja Kecamatan Samarinda Seberang dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya perjudian di Kecamatan Samarinda Seberang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), wawancara, penelitian dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fenomena Perjudian Dikalangan Remaja Kecamatan Samarinda Seberang dalam hal upaya menanggulangi perilaku perjudian yang sangat meresahkan warga masyarakat Samarinda Seberang, maka antara lain dengan upaya preventif dan upaya represif. Faktor-faktor penyebab terjadinya perjudian Kecamatan Samarinda Seberang adalah faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sosial, faktor tingkat Pendidikan, faktor ekonomi dan faktor kejiwaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Fenomena, Remaja, Perjudian, Kecamatan Samarinda Seberang
  • NIM: 1202035056
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Sutadji, M.Drs., MM, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (09-26-19-12-54-21).pdf (818 kB)

Faktor-Faktor Pendorong Partisipasi Remaja dalam Melestarikan Kesenian Tari Kancet Pepatai di Desa Wisata Budaya Pampang (Rudianto Ahim)

Submitted by: ,
On: Sep 25, 2019 @ 6:18 PM
IP: 182.1.182.181

  • Judul artikel eJournal: Faktor-Faktor Pendorong Partisipasi Remaja dalam Melestarikan Kesenian Tari Kancet Pepatai di Desa Wisata Budaya Pampang
  • Pengarang (nama mhs): Rudianto Ahim
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis konteks sosial-budaya dari Tari “Kancet Pepatai”, serta aspek-aspek dari Tari Perang itu sendiri. Metode yang digunakan adalah analisis Kualitatif deskriptif. Penelitian ini adalah penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, pada suatu konteks khusus yang ilmiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah sejarah Tari Perang. Sumber data dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan wawancara yang diperoleh secara langsung melalui narasumber yang diwawancarai berkompeten dalam memberi informasi mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Perang baik di dalam proses pentas tari maupun di luar pentas, sedangkan data skunder data yang diperoleh melalui data-data yang didapat dari sumber bacaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari perang (Kancet Pepatai) merupakan identitas di mana tari Kancet Pepatai menggunaan tanda-tanda untuk menampilkan ulang sesuatu yang diserap, diindra, dibayangkan, atau dirasakan dalam bentuk fisik. Tari Kancet Pepatai juga salah satu praktek penting yang memproduksi kebudayaan, kebudayaan merupakan konsep yang sangat penting. Tari perang ini merupakan kejantanan dan keperkasaan pria dalam sebuah peperangan antara pahlawan Dayak Kenyah dan musuhnya. Bagi masyarakat Dayak Tari Perang merupakan representasi identitas sosial budaya Dayak khususnya Dayak Kenyah. Di mana identitas sosial budaya tersebut memiliki makna simbolik. Simbol Tari Perang (Kancet Pepatai) adalah kejantanan, keperkasaan seseorang lelaki yang bertempur dalam peperangan, di mana ia harus mempertahankan wilayahnya dan tidak ingin wilayahnya dikuasai oleh Negara lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Proses, partisipasi, kesenian, tarian kancet pepatai.
  • NIM: 1102035025
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir M. Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (09-25-19-06-18-09).pdf (804 kB)

Minat Partisipasi Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dalam Dunia Politik Praktis (Christalia Dwi Putri)

Submitted by: ,
On: Sep 25, 2019 @ 5:58 PM
IP: 182.1.182.181

  • Judul artikel eJournal: Minat Partisipasi Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dalam Dunia Politik Praktis
  • Pengarang (nama mhs): Christalia Dwi Putri
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana minat partisipasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman dalam dunia politik dan pemahaman mereka tentang politik dan perempuan dalam politik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan lokasi penelitian berada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Non Probability Sampling yaitu Purposive Sampling yang meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dengan responden. Informan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 mahasiswi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Faktor yang mempengaruhi minat mahasiswi untuk berpartisipasi dalam politik praktis adalah: Dukungan terhadap partai politik, Keikutsertaan dalam organisasi, Akses ke Berita Politik, diskusi Politik, dan Motivasi, (2) Pemahaman mahasiswi terhadap politik meliputi: Ideologi, Cara berpartisipasi dan pendapat mengenai partisipsi perempuan dalam politik (3) Minat partisipasi mahasiswi yang rendah yang disebabkan oleh faktor dari diri sendiri dan kondisi politik Indonesia. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa rendahnya minat mahasiswi untuk berada dalam dunia politik praktis disebabkan oleh kurang percayanya mahasiswi terhadap politik yang disebakan oleh kondisi politik dan pengaruh dalam diri mahasiswi. Dari segi kesadaran politik mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman sangat tinggi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Minat, Partisipasi, Partai Politik.
  • NIM: 1102035042
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang. MA, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (09-25-19-05-58-08).pdf (816 kB)

Implementasi Program Indonesia Anti Narkoba Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Napza di Lingkungan Sekolah (Studi Kasus : Siswa Smpn 32 Samarinda) (Zul Zepri)

Submitted by: ,
On: Sep 25, 2019 @ 4:07 AM
IP: 180.248.123.46

  • Judul artikel eJournal: Implementasi Program Indonesia Anti Narkoba Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Napza di Lingkungan Sekolah (Studi Kasus : Siswa Smpn 32 Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Zul Zepri
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan Implementasi program Indonesia Anti Narkoba dalam pencegahan penyalahgunaan Napza di lingkugan sekolah, agar kedepan nya dapat memberikan informasi dan pengetahuan. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian lapangan yang terdiri dari Observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Kemudian dalam penelitian ini menggunakan teknik porposive samply. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini menunjukan bahwa Impelementasi program Indonesia Anti Narkoba dalam pencegahan penyalahgunaan Napza dilingkugan sekolah sudah berjalan maksimal sesuai dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia Anti Narkoba, dilihat dari tiga tahapan program yaitu pencegahan, pemberdayaan, dan pengalihan. Dalam pelaksaan program berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah di tetapkan program yang dilakukan Indonesia Anti Narkoba sudah terealisasikan dengan baik sesuai dengan keinginan siswa/siswi, namun peserta yang mengikuti kegiatan dari segi kedesiplinan harus ditingkatkan lagi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, program Indonesia Anti Narkoba, pencegahan, Napza
  • NIM: 1502035020
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M,S, Drs. H. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal (09-25-19-04-07-55).pdf (786 kB)

Metode Pendisiplinan di Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Terhadap Perilaku Siswa Remaja Padepokan Ranting Palaran Kota Samarinda. (Faisal Ilham Rasidy)

Submitted by: ,
On: Sep 17, 2019 @ 2:28 AM
IP: 180.248.121.6

  • Judul artikel eJournal: Metode Pendisiplinan di Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Terhadap Perilaku Siswa Remaja Padepokan Ranting Palaran Kota Samarinda.
  • Pengarang (nama mhs): Faisal Ilham Rasidy
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Padepokan Ranting Palaran adalah sebuah organisasi kebudayaan yang bersifat perseduluran(persaudaraan) dan guyub rukun yang lebih mengutamakan pengembangan talenta fisik dan rohani anggotanya agar selalu menjaga perseduluran dan kebudayaan ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, menyimpulkan data sekunder dan observasi yang menuju pada interpretasi kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa, metode yang diterapkan oleh organisasi pencak silat PSHT Padepokan ranting Palaran terhadapa siswa remaja dalam membangun kedisiplinan di pelatihannya menggunakan metode self-impossed discipline dan command discipline. Kedua metode ini merupakan metode yang dalam perlakuannya memerlukan suatu dorongan dan paksaan terhadap siswa-siswi dipelatihan PSHT saat ini. Dari metode ini para pelatih serta pengurus lebih cenderung ikut campur kedalam penerapannya. Hukuman yang diberikan ada dau yaitu hukuman fisik dan hukuman non fisik. Hukuman fisik yang diberlakukan dalam pemberian ganjaran atas pelanggaran yang berat dan masalah yang diperbuat oleh siswa-siswi. Hukuman yang diberikan biasanya tendangan, jeb(pukulan area perut), tamparan, koprol(gulung-gulung), push up dan sit up. Sedangkan hukuman non fisik ini biasanya diberikan kepada siswa yang jenis pelanggaran ringan, pelanggaran tersebut biasanya tidak melibatkan pelatih dan kegiatan dalam berlatih secara langsung, hukuman ini tidak diberikan kepada fisik mereka dan lebih kepada lisan atau tulisan tangan. Dalam hal ini sebenernya menurut pelatih hukuman yang diberikan merupakan hal yang yang sudah biasa apapun pelanggaran atau ketidaksesuain dalam setiap kegiatan yang ada dalam pelatihan itu harus menerima konsekuensinya. Hukuman dalam metode ini telah menjadi budaya yang lumrah bagi siswa disetiap pelaksanaan latihan di Setia Hati (SH) Terate ini,. Menurut mereka hal ini merupakan bentuk dari kasih sayang pelatih kepada mereka para siswa untuk membangun kekebalan mental, disiplin serta menambah rasa kejujuran mereka dan juga rasa percaya diri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Metode, Kedidiplinan, Perilaku, Self-Impossed Discipline and Command Discipline.
  • NIM: 1202035057
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, S.Sos, M.Si, Ratna Purba, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (09-17-19-02-28-03).pdf (814 kB)

Faktor-faktor terlambatnya penyelesaian skripsi pada mahasiswa program studi pembangunan sosial konsentrasi sosiologi di universitas mulawarman (studi kasus angkatan 2012) (Alpiyati)

Submitted by: ,
On: Sep 4, 2019 @ 3:06 AM
IP: 36.75.41.197

  • Judul artikel eJournal: Faktor-faktor terlambatnya penyelesaian skripsi pada mahasiswa program studi pembangunan sosial konsentrasi sosiologi di universitas mulawarman (studi kasus angkatan 2012)
  • Pengarang (nama mhs): Alpiyati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Dalam pendidikan tinggi salah satu subjek utamanya adalah mahasiswa. Seorang mahasiswa menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mengampu 8 semester diwajibkan untuk membuat tugas akhir atau skripsi. Lamanya mahasiswa menyelesaikan skripsi akan berbeda-beda tergantung mahasiswa itu sendiri. Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa konsentrasi sosiologi angkatan 2012 yang lambat pada penyelesaian skripsi. Berdasarkan data yang diambil pada tanggal 21 januari 2019 jumlah keseluruhan mahasiswa konsentrasi sosiologi angkatan 2012 adalah sebanyak 55 orang. Dari 55 orang tersebut ada 28 orang yang masih aktif melakukan penundaan skripsi, 10 orang yang telah selesai studi, 11 orang tanpa keterangan dan 6 orang drop-out. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa Konsentrasi Sosiologi angkatan 2012 dalam penyelesaian skripsi. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi.mahasiswa dalam penyelesaian skripsi pada mahasiswa program studi pembangunan sosial konsentrasi sosiologi angkatan 2012 fakultas ilmu sosial dan ilmu politik di universitas mulawarman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. teknis analisis dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi lambatnya dalam penyelesaian skripsi yaitu faktor internal dan faktor eksternal Namun dari faktor-faktor tersebut pemasalahan mahasiswa yang paling mempengaruhi dalam penyelesaian skripsi rata-rata adalah pertama, faktor orang tua karena kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka untuk bekerja demi membantu keuangan keluarga sehingga skripsi mereka tertunda karena kelelahan serta sulit membagi waktu antara skripsi dan bekerja. Faktor Kedua karena minat yang rendah sehingga mereka malas mengerjakan skripsi. Ketiga, karena faktor dosen yang susah ditemui serta cara penilaiannya kurang efektif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Mahasiswa, penyelesaian, keterlambatan.
  • NIM: 1202035091
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, S.Sos, M.Si, Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (09-04-19-03-06-15).pdf (924 kB)

Dramaturgi Kehidupan Gigolo di Kota Samarinda (Mahrita)

Submitted by: ,
On: Sep 4, 2019 @ 2:21 AM
IP: 36.75.41.197

  • Judul artikel eJournal: Dramaturgi Kehidupan Gigolo di Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Mahrita
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini menggambarkan secara jelas Dramaturgi Kehidupan Gigolo Di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu pada panggung depan dan panggung belakang dimana seorang gigolo memainkan perannya. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis data kualitatif model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat besar terjadi ketika seorang gigolo berada di belakang panggung dan ketika gigolo sedang di depan panggung. Penulis semaksimal mungkin mendekatkan diri dengan informan agar mendapatkan kepercayaan sehingga informan mau bercerita secara terbuka tentang kehidupannya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penelitian tentang kehidupan gigolo di Kota Samarinda dimana peneliti menyaksikan secara langsung kehidupan para gigolo dari tahap persiapan (belakang panggung) hingga gigolo bertemu dengan para tamu (panggung depan). Dramaturgi kehidupan gigolo di Kota Samarinda adalah gambaran suram dari segelintir pekerja sebagai penyedia jasa seksual yang dilakoni oleh para gigolo sebagai upaya memenuhi kebutuhan ekonomi serta kepuasan seksualitas. Dengan menggunakan teori dramaturgi, penulis menyaksikan secara langsung para gigolo berjuang memenangkan perhatian para tamu. Mereka bersaing mengoptimalkan segenap pesona diri mulai dari persiapan (panggung belakang) yakni: busana, riasan wajah, tutur kata, hingga gerak-gerik tubuh agar dapat menarik perhatian tamu. Segala sesuatu yang di perlihatkan oleh seorang gigolo saat bertemu tamu (panggung depan) sangat berbanding terbalik ketika para gigolo berada di kost atau rumah (panggung belakang). Hal ini dapat penulis lihat ketika menjumpai gigolo di rumah dan di kost. Pakaian yang dikenakan, riasan wajah, tutur kata yang disampaikan, serta gerak gerik tubuhnya berbeda. Jika di rumah gigolo menggunakan kaos oblong, celana boxer, tidak memakai riasan wajah, tidak bertutur kata manis tetapi ketika sedang bertemu tamu gigolo sangat memperhatikan kerapian pakaian yang dikenakan, menggunakan riasan wajah, tutur kata yang manis serta memperlihatkan gerak gerik tubuh yang menggoda. Saran dari penelitian ini adalah sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan sosiologi untuk mengkaji berbagai fenomena kehidupan sosial dengan teori dramaturgi Erving Goffman.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Gigolo, Dramaturgi, Front Stage, Back Stage, Off Stage
  • NIM: 1202035083
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, S.Sos, M.Si, Ratna Purba, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (09-04-19-02-21-26).pdf (876 kB)

Peranan Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda dalam Menanggulangi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di SMK Negeri 6 Samarinda (Daniel Silvanus)

Submitted by: ,
On: Sep 4, 2019 @ 1:32 AM
IP: 36.75.41.197

  • Judul artikel eJournal: Peranan Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda dalam Menanggulangi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di SMK Negeri 6 Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Daniel Silvanus
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran Badan Narkotika Nasional dan untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan peranan Badan Narkotika Nasional dalam menanggulangi masalah narkoba. Metode penelitian kualitatif dengan menguraikan data secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara. Peneliti melakukan pengecekan data melalui berbagai sumber dengan melakukan wawancara kebeberapa informan. Hasil penelitian ini yaitu Penanggulangan masalah narkoba dikalangan pelajar menggunakan pola komunikasi yaitu pola komunikasi sosialisasi, komunikasi persuasif, komunikasi informatif dan komunikasi antarindividu. Di SMK Negeri 6 sendiri ada pembentukan kader anti narkoba yang diawasi langsung Guru BK dan bekerjasama dengan BNN Kota Samarinda dalam mengembangkan aktivitas organisasi melalui sosialisasi diluar Sekolah, dari sosialisasi yang dilakukan membuat siswa semakin sadar akan bahayanya penyalahgunaan narkoba itu sendiri dan melalui perwakilan kader yang menerima arahan atau sosialisasi yang dilakukan di luar sekolah membuat kesimpulan lalu di bagi sebarluaskan melalui pesan singkat di Whatsapp ataupun menempelkan informasi di mading sekolah. Peranan BNN dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba sudah dianggap cukup baik bekerjasama dengan pihak sekolah dan siswa. Melalui sosialisasi tersebut membantu memberikan pengetahuan penting agar tidak melakukan penyalahgunaan narkoba. Faktor penghambat tentang waktu sosialisasi yang berbenturan dengan proses belajar mengajar dan waktu yang cukup singkat menjadi kurang efektif. Hal yang mendukung keikutsertaan semua warga sekolah secara aktif sehingga memudahkan proses penyuluhan atau sosialisasi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peranan BNN, Faktor Penghambat dan Pendukung Sosialisasi
  • NIM: 1202035053
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe. M. Si , Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (09-04-19-01-32-19).pdf (807 kB)

Pelaksanaan Adat Pembatalan Peminangan pada Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kanaan Kabupaten Malinau (Charles)

Submitted by: ,
On: Sep 1, 2019 @ 1:15 PM
IP: 36.75.33.253

  • Judul artikel eJournal: Pelaksanaan Adat Pembatalan Peminangan pada Masyarakat Suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kanaan Kabupaten Malinau
  • Pengarang (nama mhs): Charles
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tradisi adat Dayak Lundayeh sebelum dilaksanakan perkawinan didahului dengan prosesi pertunangan atau peminangan. Pada proses peminangan pihak keluarga laki-laki dan perempuan membuat komitmen untuk menjalin hubungan menuju ke perkawinan. Namun, proses peminangan yang sudah dilaksanakan tidak seluruhnya berakhir pada proses perkawinan, beberapa peminangan yang sudah dilakukan harus dilakukan pembatalan, artinya kedua pasangan dan keluarga tidak melanjutkan proses peminangan kepada proses perkawinan sebagai akibat terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pihak atau tidak adanya kesepakatan diantara kedua keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan tahapan pembatalan pertunangan, mendeskripsikan dampak hukum dan sosial, mendeskripsikan penyelesaian perselisihan akibat pembatalan pertunangan melalui kelembagaan adat Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kanaan. Jenis penelitian yang dilakukan penulis termasuk diskriptif dan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Dayak Lundayeh merupakan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan budaya adat, berbagai tradisi masih dilaksanakan secara adat oleh kelembagaan adat yang terdapat di Desa, termasuk tradisi peminangan. Dalam pelaksanaan tradisi peminangan lembaga adat Dayak Lundayeh memiliki fungsi dan peran sebagai lembaga persidangan, fasilitator dan mediator dalam melaksanakan prosesi pembatalan pertunangan dan penyelesaian sengketa yang timbul akibat pembatalan pertunangan. Pembatalan pertunangan pada masyarakat adat Dayak Lundayeh memiliki dampak sosial bagi masyarakat seperti pengucilan oleh masyarakat dan dampak paling buruk berupa pengusiran dari lingkungan Desa, sehingga penyelesaian sengketa yang dilaksanakan secara adat Dayak Lundayeh dapat menyelesaikan dampak sosial yang ditimbulkan, salah satunya dengan pemberian sanksi berupa denda oleh salah satu pihak untuk diberikan kepada pihak yang lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Adat, Pembatalan, Peminangan, Masyarakat, Suku Dayak, Lundayeh
  • NIM: 1202035087
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang. MA, Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (09-01-19-01-15-50).pdf (795 kB)

Modal Sosial Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda (Studi Kasus Penjual Es Dawet di Tepian) (Deni Krisna Adimayu)

Submitted by: ,
On: Sep 1, 2019 @ 1:01 PM
IP: 36.75.33.253

  • Judul artikel eJournal: Modal Sosial Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda (Studi Kasus Penjual Es Dawet di Tepian)
  • Pengarang (nama mhs): Deni Krisna Adimayu
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian Modal sosial merupakan suatu istilah yang saat ini menjadi pokok perhatian oleh beberapa kalangan. Hal ini dikarenakan pendapat beberapa pakar yang menyatakan bahwa keterpurukan bangsa ini dikarenakan Bangsa Indonesia kehilangan modal sosial. Pendapat dari Suharto (Suharto, 2005a, Suharto, 2005b) menyatakan bahwa modal sosial adalah suatu sumber daya ke aksi kolektif. Sumber daya itu menjadi anggota sanksi dan norma-norma hal timbal balik dan kepercayaan yang beroperasi di dalam jaringan sosial. komponen jaringan struktural seperti ‘ukuran’, ‘kepadatan’ dan tingkat ‘penutup’ dan relational aspek, seperti ‘ ketidaksamaan’ membentuk modal sosial kapasitas suatu jaringan. Hasil dari modal sosial di dalam suatu jaringan meliputi berbagai pertimbangan dan format aksi kolektif. Hasil penelitian Dalam upaya membangun sebuah bangsa yang kompetitif peranan modal sosial semakin penting. Banyak kontribusi modal sosial untuk kesuksesan suatu masyarakat. Dalam era informasi yang ditandai semakin berkurangnya kontak berhadapan muka (face to face relationship), modal sosial sebagai bagian dari modal maya (virtual capital) akan semakin menonjol peranannya. Kesimpulan dari penelitian Menurut pandangan kelompok ini modal sosial akan semakin kuat apabila sebuah komunitas atau organisasi memiliki jaringan hubungan kerjasama, baik secara internal komunitas/organisasi, atau hubungan kerjasama yang bersifat antar komunitas/organisasi. Jaringan kerjasama yang sinergistik yang merupakan modal sosial akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan bersama. Saran dari penelitian Untuk tingkat modal sosial dan kehidupan berkeluarga yang telah diuji, terdapat dua jalan : Yang pertama menguji konstruksi modal sosial di dalam jaringan keluarga dan pentingnya ini untuk hasil pengembangan anak-anak. Penggunaan definisi multidimensional dari modal sosial Putnam’s, fokus menjadi modal sosial mengikat tanpa hal –hal yang informal.Jalan yang kedua menguji peran keluarga-keluarga dalam membangun modal sosial diluar jaringan keluarga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): modal sosial, pedagang kaki lima, Kota Samarinda
  • NIM: 1202035078
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Drs. Martinus Nanang. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (09-01-19-01-01-39).pdf (823 kB)