STUDI IDENTIFIKASI ANAK JALANAN DI KECAMATAN SAMARINDA KOTA (Makmun)

Submitted by: ,
On: Jan 7, 2019 @ 3:28 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: STUDI IDENTIFIKASI ANAK JALANAN DI KECAMATAN SAMARINDA KOTA
  • Pengarang (nama mhs): Makmun
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan untuk mengambarkan dan menganalisa studi indentikasi anak jalanan di Kecamatan Samarinda Kota. Jenis penelitian, Diskripsi kualitatif. Fokus penelitian, identitas anak dan Alasan bekerja. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian, setelah melakukan identifikasi anak jalanan di Kecamatan Samarinda Kota, secara garis besar keberadaan anak jalanan ini orientasinya adalah mencari nafkah untuk membantu orangtua, secara identitas sebagian besar mereka merupakan warga pendatang yang memilih menetap di Kota Samarinda dan masih memiliki orangtua serta tinggal bersama orangtuanya meskipun kondisi keluarga yang tidak utuh akibat orangtua bercerai dan meninggal dunia, sehingga memaksa orangtua menjalani peran sebagai singgle parent dalam memenuhi kebutuhan keluarga pendidikan orangtua yang buruk mempengaruhi bagaimana memperoleh pekerjaan, pekerjaan yang tidak tetap dengan penghasilan dibawah rata-rata menjadikan fungsi keluarga secara ekonomi tidak optimal ditambah semakin sulit karena sebagian besar informan memiliki saudara kandung yang masih dalam tanggungan orangtua, akan tetapi sebagaian besar mereka masih dalam status sekolah hal ini menandakan bahwa fungsi lain dari keluarga yaitu fungsi pendidikan masih mampu diberikan oleh orangtua meskipun fungsi ekonomi dalam keluarga belum optimal tidak membuat fungsi yang lain terabaikan seperti fungsi pendidikan. Selajutnya alasan bekerja menjadi alasan penting mengingat bahwa sebagian besar keberadaan mereka di jalan atas dasar perintah orangtua, keadaan memaksa orangtua mengerahkan tenaga yang tersedia untuk terlibat dalam membantu meringankan beban hidup, ada hal lain yang juga ikut menentukan mereka turun kejalanan yaitu kurangnya fungsi sosialisasi dari orangtua akhirnya membuka peluang yang besar bagi anak untuk mencari kepuasan sosialisasi di luar rumah bersama kelompok bermainnya sehingga mengantarkan mereka kepada keputusan untuk bekerja. Pada saat menjadi jalanan usia mereka berkisar diangka 11 sampai dengan 14 tahun, Pekerjaan yang sebagian besar dijalani selama setahun menjadikan mereka puas dan ketagihan pekerjaan sebagai penjual koran yang tidak lepas dari koordinir oknum bahkan orangtua sendiri, aktivitas kerja yang sebagian besar dilakukan pada siang hari dengan memanfatkan semua lokasi yang dinilai potensial terlebih penghasilan yang diperoleh diatas 60 ribu pendapatan ini bisa berubah jika aktivitas kerja dilakukan pada hari libur. Penghasilan yang didapat sebagian besar digunakan untuk membantu orangtua dalam memenuhi kebutuhan primer sehari-hari. Kesimpulan, secara identitas sebagian besar mereka berasal dari keluarga pendatang yang tidak memiliki keahlin tertentu sehingga memilki pekerjaan dengan penghasilan dibawah standar, unsur keluarga termasuk anak-anak dilibatkan dalam membantu meringgan beban ekonomi, pekerjaan dijalanan yang sebagian besar dikoordinir oleh oknum bahkan orangtua sendiri. Saran, ditujukan kepada semua pihak terkait, yaiitu anak jalanan, keluarga serta pemerintah agar memberikan pengawasan yang lebih insten lagi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Identifiksasi, Anak jalanan
  • NIM: 1302035176
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S/Novita Surya Ningsih. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-07-19-03-28-28).pdf (820 kB)

TINDAKAN SOSIAL ANAK JALANAN DI TEPIAN SUNGAI MAHAKAM KOTA SAMARINDA (Neni Supralistiyo)

Submitted by: ,
On: Jan 7, 2019 @ 2:16 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: TINDAKAN SOSIAL ANAK JALANAN DI TEPIAN SUNGAI MAHAKAM KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Neni Supralistiyo
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tindakan Sosial Anak Jalanan di Tepian Sungai Mahakam Kota Samarinda. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu tindakan sosial anak jalanan di Tepian Sungai Mahakam dilihat dari tindakan berorientasi tujuan, tindakan berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afektif. Dalam siklus kehidupan, masa anak-anak merupakan fase dimana anak mengalami tumbuh kembang yang menentukan masa depannya. Anak-anak pun terdesak oleh keadaan hidup merasakan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sehingga memaksakan mereka mencari uang di segala tempat. Tujuan peneliti untuk mengetahui penyebab keberadaan anak jalanan dikota Samarinda dan menganalisis aktivitas kehidupan sehari-hari anak jalanan dikota Samarinda melalui 4 tindakan yang diarahkan pada penyebab keputusan beraktifitas dijalanan. Penelitian Ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan menurut Matthew B. Milles, A Michael Huberman dan Jhonny Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Sosial menurut Max Weber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat empat fokus penelitian yang digunakan untuk menentukan penyebab dan latar belakang anak jalanan mengambil tindakan turun ke jalanan. Tindakan yang berorientasi tujuan yaitu digambarkan bahwa anak tersebut memiliki tujuan utama bekerja keras untuk mendapatkan uang agar bisa membantu orangtuanya dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri, sedangkan untuk tindakan berorientasi nilai, tindakan yang dilakukan anak jalanan adalah untuk mencari keuntungan secara finansial dan memikirkan besar pendapatan yang lebih berdasarkan lokasi di Tepian Sungai Mahakam karena dianggap strategis. Dari tindakan afektif terwujud karena adanya perasaan bosan karena tidak ada kegiatan, kemudian adanya pengaruh dan ajakan dari teman sepermainan. Sedangkan untuk tindakan tradisional digambarkan dengan mengikuti dan meneruskan apa yang telah dilakukan orang tuanya yang berprofesi pengemis dan peminta-minta. Dari keseluruhan tindakan, tindakan tradisional adalah yang paling mendominasi karena mengikuti jejak orang tua anak tersebut.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Tindakan Sosial, Anak Jalanan
  • NIM: 1302035103
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S/Drs. Sugandi M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-07-19-02-16-05).pdf (801 kB)

PROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG (Putri Damayanti)

Submitted by: Damayanti, Putri
On: Dec 21, 2018 @ 3:03 AM
IP: 202.67.39.29

  • Judul artikel eJournal: PROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG
  • Pengarang (nama mhs): Putri Damayanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): KUBE merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bontang dalam hal penanggulangan kemiskinan. KUBE di kota Bontang pertama kali dibentuk pada tahun 2013. Berdasarkan data Dinas Sosial kota Bontang pada tahun 2018, jumlah KUBE di kota Bontang mencapai 282 kelompok. Kuantitas KUBE yang tergolong banyak dapat menjadi harapan besar bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi implementasi program KUBE di kota Bontang belum sesuai dengan harapan pemerintah. Hal tersebut diperjelas dengan banyaknya jumlah KUBE di kota Bontang yang tidak berkembang atau bergerak menuju kemandirian. Meskipun demikian, di kota Bontang terdapat satu KUBE yang paling menonjol dibanding dengan yang lainnya yaitu Mekar Sari. KUBE Mekar Sari adalah kelompok terbaik tingkat kota, provinsi hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses di balik keberhasilan KUBE Mekar Sari dalam mencapai kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah pengelola, anggota, dan pendamping KUBE Mekar Sari. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipasi aktif, pengumpulan dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat awal pembentukan kelompok, KUBE Mekar Sari telah menetapkan tujuan yang ingin di capai yaitu kemandirian. Kemudian keberhasilan KUBE Mekar Sari dapat dilihat dari dua sisi yaitu sosial dan ekonomi. KUBE Mekar Sari dalam proses perjalanannya mencapai kemandirian ditentukan oleh faktor kemandirian KUBE meliputi enam faktor utama yaitu peran pendamping, manajemen pengelolaan kelompok, kekompakan kelompok, kepemimpinan ketua, jaringan kemitraan, dan inovasi usaha. Seluruh faktor kemandirian KUBE memilki jaringan koneksi satu sama lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): KUBE Mekar Sari, Proses Kemandirian, Faktor Kemandirian
  • NIM: 1402035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si dan Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): NEW JURNAL GENAP PUTRI DAMAYANTI (12-21-18-03-03-05).pdf (515 kB)

PRROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG (Putri Damayanti)

Submitted by: Damayanti, Putri
On: Dec 21, 2018 @ 2:46 AM
IP: 112.215.172.148

  • Judul artikel eJournal: PRROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG
  • Pengarang (nama mhs): Putri Damayanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): KUBE merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bontang dalam hal penanggulangan kemiskinan. KUBE di kota Bontang pertama kali dibentuk pada tahun 2013. Berdasarkan data Dinas Sosial kota Bontang pada tahun 2018, jumlah KUBE di kota Bontang mencapai 282 kelompok. Kuantitas KUBE yang tergolong banyak dapat menjadi harapan besar bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi implementasi program KUBE di kota Bontang belum sesuai dengan harapan pemerintah. Hal tersebut diperjelas dengan banyaknya jumlah KUBE di kota Bontang yang tidak berkembang atau bergerak menuju kemandirian. Meskipun demikian, di kota Bontang terdapat satu KUBE yang paling menonjol dibanding dengan yang lainnya yaitu Mekar Sari. KUBE Mekar Sari adalah kelompok terbaik tingkat kota, provinsi hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses di balik keberhasilan KUBE Mekar Sari dalam mencapai kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah pengelola, anggota, dan pendamping KUBE Mekar Sari. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipasi aktif, pengumpulan dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat awal pembentukan kelompok, KUBE Mekar Sari telah menetapkan tujuan yang ingin di capai yaitu kemandirian. Kemudian keberhasilan KUBE Mekar Sari dapat dilihat dari dua sisi yaitu sosial dan ekonomi. KUBE Mekar Sari dalam proses perjalanannya mencapai kemandirian ditentukan oleh faktor kemandirian KUBE meliputi enam faktor utama yaitu peran pendamping, manajemen pengelolaan kelompok, kekompakan kelompok, kepemimpinan ketua, jaringan kemitraan, dan inovasi usaha. Seluruh faktor kemandirian KUBE memilki jaringan koneksi satu sama lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): KUBE Mekar Dari, Proses Kemandirian, Faktor kemandirian
  • NIM: 1402035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti. M.Si dan Drs. Martinus Nanang. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL GENAP PUTRI DAMAYANTI (12-21-18-02-46-12).pdf (520 kB)

KAJIAN TENTANG PEMBERDAYAAN PADA NARAPIDANA PEREMPUAN KASUS NARKOBA DI RUTAN KELAS IIB TANAH GROGOT (Cristina Natalia Damayanti Sitorus)

Submitted by: ,
On: Dec 8, 2018 @ 5:44 AM
IP: 180.248.104.45

  • Judul artikel eJournal: KAJIAN TENTANG PEMBERDAYAAN PADA NARAPIDANA PEREMPUAN KASUS NARKOBA DI RUTAN KELAS IIB TANAH GROGOT
  • Pengarang (nama mhs): Cristina Natalia Damayanti Sitorus
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanan pelaksanaa pemberdayaan pada narapidana perempuan kasus narkoba di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu program peberdayaan pada narapidana perempuan kasus narkoba, metode yang digunakan, tujuan program pemberdayaan, serta faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pemberdayaan narapidana perempuan kasus narkoba. Teknik pengumpulan menggunakan dua cara yaitu pertama, pra penelitian dengan melakukan observasi dan wawancara sebelum penelitian, kedua penelitian lapangan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat fokus penelitian yang digunakan untuk mengetahui bagaimana upaya pemberdayaan bagi para narapidana selama masa tahanannya di Rutan Kelas IIB Tanah Grogot. Di dalam program pemberdayaan narapidana kasusus narkoba terdapat tiga program yaitu: pemberdayaan narapidana melalui kegiatan keterampilan, pemberdayaan melalui kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan narapidana melalui perawatan kesehatan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan pemberdayaan narapidana perempuan kasus narkoba ialah dengan menggunakan metode ceramah dan praktek. Upaya pemberdayaan narapidana perempuan kasus narkoba tidak lepas dari tujuan awal Rutan agar para narapidana perempuan menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak lagi mengulangi tindakan yang melanggar hukum sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat dan dapat menjalankan serta mengembangkan fungsi sosialnya kembali di dalam masyarakat. Namun dalam pelaksanaan pemberdayaan narapidana kasus narkoba ini ada beberapa faktor penghambat dalam jalannya kegiatan tersebut seperti adanya keterbatasan petugas atau fasilitator khusus yang ditugaskan bagi narapidana perempuan kasus narkoba, kurangnya sarana dan prasarana yang membuat kegiatan dan program pemberdayaan tidak berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Saran untuk penelitian ini adalah sebaiknya perlu dilakukan penambahan petugas khusus, inovasi program, pengadaan sarana dan prasarana yang memadai, perawatan kesehatan khusus agar pelaksanaan program pemberdayaan berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemberdayaan, Narapidana
  • NIM: 1402035001
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badaruddin Nasir, M. Si, Sarifudin. S, Sos M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (12-08-18-05-44-18).pdf (813 kB)

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI KELURAHAN MAKROMANKECAMATAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA (Nurhakiki Pebrianti)

Submitted by: ,
On: Dec 8, 2018 @ 5:39 AM
IP: 180.248.104.45

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI KELURAHAN MAKROMANKECAMATAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Nurhakiki Pebrianti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK di Kelurahan Makroman memiliki peranan penting dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan serta dapat mengaktualisasikan dirinya untuk aktif selain peranannya sebagai ibu rumah tangga. Dalam rangka mewujudkan PKK sesuai dengan fungsi dan peranan telah ditetapkan dalam 10 Program Pokok yang merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dasar untuk terwujudnya pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Makroman Kecamatan Sambutan Kota Samarinda serta hambatan-hambatan dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus penelitian implementasi 10 program PKK yaitu Program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Keterampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan analisis data. Penentuan subyek menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan tinjauan pustaka dan membuat interpretasi menuju pada kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi 10 program PKK di Kelurahan Makroman dalam memberdayakan masyarakat dan mensejahterahkan keluarga secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat, hanya terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme PKK, kurang aktifnya anggota, kurangnya pendanaan dari pemerintah, dan fasilitas yang kurang memadai dalam melaksanakan kegiatan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  • NIM: 1402035030
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badaruddin Nasir, M. Si, Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (12-08-18-05-39-53).pdf (811 kB)

STRATEGI WANITA KARIR DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI KELUARGA (Studi pada PNS Wanita yang telah Berkeluarga di Kementrian Agama Kota Bontang) (Rizky Aulia Mardinah)

Submitted by: ,
On: Dec 7, 2018 @ 1:41 AM
IP: 36.75.89.129

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI WANITA KARIR DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI KELUARGA (Studi pada PNS Wanita yang telah Berkeluarga di Kementrian Agama Kota Bontang)
  • Pengarang (nama mhs): Rizky Aulia Mardinah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Strategi Wanita Karir dalam Melaksanakan Fungsi Keluarga (Studi pada PNS wanita yang telah berkeluarga di Kementrian Agama Kota Bontang). Wanita yang telah menikah dan memiliki anak berperan penting dalam sebuah keluarga, mereka memegang peranan domestic untuk mengurus kebutuhan rumah tangga, pada saat ini wanita tidak hanya memiliki peran sebagai seorang ibu rumah tangga, lebih luas lagi mereka turut andil dalam dunia kerja, salah satunya sebagai seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil). Oleh karena itu dibutuhkan adanya strategi agar dapat menyeimbangkan peran sebagai seorang ibu rumah tangga dan sebagai seorang pekerja, berdasarkan data bahwa jumlah PNS yang berjenis kelamin Wanita di Kota Bontang lebih tinggi di bandingkan dengan PNS yang berjenis kelamin Pria, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Strategi Wanita Karir dalam Melaksanakan Fungsi Keluarga (Studi pada PNS Wanita yang Telah Berkeluarga).Tujuan peneliti adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis strategi wanita karir dalam melaksanakan fungsi keluarga di Kementrian Agama Kota Bontang. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yakni bagaimanakah strategi wanita karir dalam melaksanakan fungsi keluarga di Kementrian Agama Kota Bontang dilihat dari lima strategi yaitu strategi ekonomi, strategi pendidikan, strategi afeksi, strategi sosialisasi dan strategi religius. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori structural fungsional menurut Robbert K Merton. Penentuan subyek menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sumber data melalui pertimbangan tertentu yakni yang dianggap paling tahu dengan pertimbangan mendapatkan data yang lebih lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima fokus penelitian yang digunakan sebagai sebuah cara wanita karir dalam melaksanakan fungsi keluarga. Dapat diketahui bahwa setiap wanita karir memiliki cara masing masing agar tetap melaksanakan fungsi keluarga dengan baik. Strategi Afeksi berkaitan dengan cara yang dilakukan dalam menciptakan rasa nyaman saling peduli dan menyayangi dalam keluarga, Strategi sosialisasi berkaitan dengan cara yang dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai peran secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat Strategi ekonomi merupakan cara yang dilakukan seorang wanita karir dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan, serta memekanisme pendapatan dan pengeluaran dalam rumah tangga, Strategi Perawatan Kesehatan merupakan cara yang dilakukan wanita karir upaya yang dilakukan untuk memelihara kesehatan semua anggota keluarga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa wanita karir selalu berusaha melaksanakan fungsi keluarga dengan baik, selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, dan adanya peran pengganti dalam melaksanakan fungsi sosialisasi di rumah wanita karir.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi, Wanita Karir, Fungsi, Keluarga
  • NIM: 1402035025
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S, Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (12-07-18-01-41-20).pdf (810 kB)

IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS PEDAGANG KAKI LIMA DI BANTARAN SUNGAI KARANG MUMUS KOTA SAMARINDA) (Ach. Nurul Jamil)

Submitted by: ,
On: Dec 7, 2018 @ 1:33 AM
IP: 36.75.89.129

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS PEDAGANG KAKI LIMA DI BANTARAN SUNGAI KARANG MUMUS KOTA SAMARINDA)
  • Pengarang (nama mhs): Ach. Nurul Jamil
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2001 Tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Bantaran Sungai Karang Mumus Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini yaitu Kasatpol PP Samarinda Kota selaku pembina persatuan pedagang kreatif lapangan bantaran sungai karang mumus kota Samarinda. Sedangkan Informan yang dipilih yaitu Lurah Kelurahan Karang Mumus Kota Samarinda. Serta informan lain yaitu ketua persatuan pedagang kreatif lapangan dan pedagang kaki lima di bantaran sungai karang mumus kota Samarinda. Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan jenis penelitian obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus Penelitian ini terdiri dari dua macam fokus yang pertama pengaturan yang meliputi penyediaan sarana dan prasarana bagi para pedagang kaki lima dan penertiban, yang kedua adalah pembinaan yang meliputi bimbingan dan pembinaan terhadap pedagang kaki lima dan sosialisasi atau penyuluhan terhadap pedagang kaki lima. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2001 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima masih kurang optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari standar kebijakan dan sasaran kebijakan yang ingin dicapai, dimana masih kurangnya kesadaran dan kepatuhan para pedagang kaki lima terhadap aturan-aturan yang telah disepakati dengan pihak pemerintah yang berwenang kerap kali menimbulkan permasalahan seperti adanya penertiban yang dilakukan oleh satuan polisi pamong praja kota Samarinda terhadap para pedagang kaki lima yang melanggar aturan tersebut, dan selain itu pemerintah juga masih kurang tegas dalam melakukan pengaturan dan pembinaan pedagang kaki lima di bantaran sungai karang mumus kota Samarinda yang telah menggunakan jalur hijau yang seharusnya tempat tersebut bersih dari kegiatan atau aktivitas-aktivitas apapun.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi Peraturan Daerah, Pengaturan, dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima
  • NIM: 1302035063
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (12-07-18-01-33-51).pdf (809 kB)

STUDI KASUS PRAKTIK PERJUDIAN TOGEL DI DESA MUARA PANTUAN KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Rima Sarima)

Submitted by: ,
On: Dec 7, 2018 @ 1:19 AM
IP: 36.75.89.129

  • Judul artikel eJournal: STUDI KASUS PRAKTIK PERJUDIAN TOGEL DI DESA MUARA PANTUAN KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Rima Sarima
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Indonesia merupakan Negara Hukum sehingga perbuatan dan tindakan warganya selalu berlandaskan hukum, begitu juga dengan perjudian.sebagai negara hukum Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang mengatur perjudian yaitu Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penerbitan Perjudian. Pasal 1 undang-Undang menyatakan bahwa semua tindakan perjudian sebagai kejahatan dan yang mengatur masalah ini ada di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 303 yang berbunyi “Bahwa terhadap pelaku tindakan pidana perjudian akan dikenakan ancaman yang cukup berat yaitu Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah”. Adapun rumusan masalah di dalam penelitian ini yakni mengapa masyarakat Desa Muara Pantuan Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara masih melakukan perjudian togel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mendorong masyarakat di Desa Muara Pantuan melakukan praktik perjudian togel.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial menurut Max Weber. Fokus penelitian ini yaitu Tindakan rasional instrumental atau tindakan yang berorientasi tujuan, tindakan rasional nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, penyederhanaan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat fokus penelitian yang digunakan untuk menentukan faktor yang mendorong seseorang melakukan praktik perjudian togel. Di dalam tindakan sosial terdapat variasi data yang diperoleh. Tindakan yang berorientasi tujuan yaitu digambarkan bahwa pelaku judi togel melakukan perjudian karena tidak mempunyai pekerjaan tetap sehingga menjadikan praktik perjudian togel sebagai mata pencaharian dan pengisi waktu luang (Hiburan), sedangkan untuk tindakan yang berorientasi nilai, tindakan yang dilakukan pelaku judi togel adalah untuk mencari keuntungan secara finansial yaitu menghitung hasil kemenangan, sedangkan untuk tindakan afektif yaitu diwujudkan dengan adanya rasa bosan karena tidak adanya kegiatan sehingga pelaku judi togel mengikuti teman-temannya yaitu juga penlaku judi, dan sedangkan untuk tindakan yang berorientasi tradisional yaitu masih ada pelaku judi togel yang mempercayai mimpi, dan menjadikan arti mimpi itu sebagai bahan untuk melakukan praktik perjudian togel dan mereka menganggap mimpi masih erat kaitanya dengan kebudayaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Judi, Togel, Pelaku Judi Togel
  • NIM: 1402035099
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto. MS, Drs. Badaruddin Nasir. M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (12-07-18-01-19-03).pdf (809 kB)

BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA TANJUNG LIMAU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Dedi Maulia Susanto)

Submitted by: ,
On: Nov 30, 2018 @ 12:03 AM
IP: 110.137.216.81

  • Judul artikel eJournal: BENTUK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA TANJUNG LIMAU KECAMATAN MUARA BADAK KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Dedi Maulia Susanto
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Latar belakang penulisan adalah mengenai Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Desa Tanjung Limau dalam mengembangkan desa wisata. Selain itu juga untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi selama pengembangan desa wisata tersebut. Teori dan konsep yang digunakan adalah teori pengembangan masyarakat dan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus yaitu pengembangan ciri khas desa wisata dari tahun ke tahun, bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata serta kendala yang dihadapi dalam Pengembangan Desa Wisata. Adapun metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan penelitian arsip-arsip secara dokumen yang ada pada Desa Tanjung Limau. Sumber data yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan key informan adalah Tokoh Masyarakat Desa Tanjung Limau. Informan adalah Kepala Desa, Ketua Rukun Tetangga (RT), dan Masyarakat Desa Tanjung Limau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tanjung Limau berpartisipasi dalam mengembangkan desa wisata dalam bentuk sumbangan tenaga, keterampilan, harta benda, gagasan pikiran serta partisipasi sosial. Kemudian Desa Wisata Tanjung Limau sudah memenuhi ciri khas desa wisata seperti something to see, something to do dan something to buy. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata adalah akses jalan dan jembatan menuju tempat wisata yang rusak dan terbatasnya lahan parkir kendaraan pengunjung sehingga pengembangan desa wisata mengalami kendala serta belum maksimalnya usaha pembuatan amplang untuk dijadikan oleh-oleh khas dari Desa Tanjung Limau.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata
  • NIM: 1202035139
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S, Drs. Sugandi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (11-30-18-12-03-51).pdf (818 kB)