RITUS BELIATN BAWO PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK BENUAQ YANG BERAGAMA KATOLIK DI KAMPUNG ENGKUNI PASEK, KECAMATAN BARONG TONGKOK, KABUPATEN KUTAI BARAT (Sebastianus)

Submitted by: ,
On: Mar 30, 2019 @ 1:30 PM
IP: 114.125.196.92

  • Judul artikel eJournal: RITUS BELIATN BAWO PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK BENUAQ YANG BERAGAMA KATOLIK DI KAMPUNG ENGKUNI PASEK, KECAMATAN BARONG TONGKOK, KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Sebastianus
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat Suku Dayak Benuaq yang telah beragama Katolik masih menjalankan metode pengobatan alternatif berupa Ritus Beliatn Bawo. Latar belakang peneliti mengangkat topik ini adalah karena peneliti ingin menelusuri perilaku masyarakat Suku Dayak Benuaq yang memeluk agama Katolik namun masih menjalankan metode pengobatan alternatif yang didasari oleh kepercayaan tradisional di tengah kemajuan zaman dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan alasan masyarakat Suku Dayak Benuaq selain menjalankan metode pengobatan modern, juga menjalankan metode pengobatan alternatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik interpretasi data dengan tahap klasifikasi, taksonomi, triangulasi dan kemudian membuat kesimpulan. Adapun landasan teori dalam menganalisa masalah penelitian ini adalah teori dari Van Peursen tentang Perkembangan Kebudayaan. Teori ini berguna untuk melihat perkembangan alam pikiran masyarakat sebelum mengetahui alasan masyarakat masih menjalankan metode pengobatan alternatif berupa ritus Beliatn hingga saat ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ternyata masyarakat Dayak Benuaq yang beragama Katolik di Kampung Engkuni Pasek secara umum sudah berpikiran fungsional dan ontologis. Hal tersebut terlihat pada ciri dan pola prilaku masyarakat. Tetapi unsur mitis juga masih cukup kuat. Masih berjalannya ritus-ritus adat yang berdasarkan kepada kepercayaan tradisional merupakan sebuah ciri dari alam pikiran mitis. Masih berjalannya ritus beliatn sebagai metode pengobatan alternatif disebabkan oleh alam pikiran mitis dalam masyarakat yang masih cukup kuat. Selain itu, pilihan untuk menggunakan Alternative Healings (metode pengobatan alternatif) dan Mainstream Healings (metode pengobatan modern) adalah dua pilihan yang bebas dalam kehidupan masyarakat di Engkuni Pasek. Selain itu, pihak gereja Katolik ternyata tidak memiliki aturan yang ketat dan pihak gereja juga tidak menginterpensi ritus pengobatan yang dilaksanakan oleh umatnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Benuaq,Ritus Beliatn Bawo,Kepercayaan Tradisional, Pengobatan Alternatif, Budaya
  • NIM: 1402035109
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M. Si., Drs. Martinus Nanang. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (03-30-19-01-30-11).pdf (850 kB)

FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PERNIKAHAN DINI DI DESA MUARA WIS KECAMATAN MUARA WIS KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Nuria Hikmah)

Submitted by: ,
On: Mar 30, 2019 @ 1:11 PM
IP: 114.125.196.92

  • Judul artikel eJournal: FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PERNIKAHAN DINI DI DESA MUARA WIS KECAMATAN MUARA WIS KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Nuria Hikmah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Pernikahan merupakan suatu hal yang dinantikan dalam kehidupan manusia karena melalui sebuah pernkahan dapat terbentuk sebuah keluarga yang akan dapat dilanjutkan dengan memiliki keturunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apasaja yang menjadi faktor-faktor terjadinya pernikahan dini di Desa Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara. Penelitian Ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan menurut Sugiyono yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Berdasarkan fokus penelitian yaitu faktor ekonomi, pendidikan, orangtua, dan persepsi masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga fokus penelitian yang digunakan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan dini, yaitu faktor ekonomi, faktor pendidikan dan faktor adat istiadat serta kebiasaan. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pernikahan dini karena fakto rekonomi masyarakat yang tidakbaik, pendidikan masyarakat yang rendah bahkan tidak bersekolah, dan faktor adat istiadat serta kebiasaan masyarakat untuk menikahkan anak mereka di usia dini.Kesimpulan dan saran Kesimpulan dan saran dari penelitian ini adalah bahwa pernikahan dini di Desa Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara terjadi karena adanya faktor pendorong yaitu faktor ekonomi, pendidikan, orang tua dan adat istiadat. Dan terjadi dampak terhadap pasangan suami isteri dan orang tua masing-masing. Kemudian saran yang dapat diberikan adalah adanya peran serta organisasi mansyarakat untuk memberikan penyuluhan mengenai syarat dan ketentuan pernikahan yang baik dan benar sesuai dengan UU Perkawinan No 1 Tahun 1974.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Faktor, Penyebab, Pernikahan, Dini
  • NIM: 1302035099
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Sutadji M., MM., Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (03-30-19-01-11-43).pdf (796 kB)

STRATEGI MASYARAKAT DAYAK PAMPANG DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI BUDAYA KESENIAN DI TENGAH ARUS MODERNISASI (Studi Kasus di Lamin Adat Pemung Tawai Kelurahan Budaya Pampang Kota Samarinda) (Gusti Ari Sinaga)

Submitted by: ,
On: Mar 25, 2019 @ 1:34 AM
IP: 36.83.60.145

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI MASYARAKAT DAYAK PAMPANG DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI BUDAYA KESENIAN DI TENGAH ARUS MODERNISASI (Studi Kasus di Lamin Adat Pemung Tawai Kelurahan Budaya Pampang Kota Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Gusti Ari Sinaga
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana cara yang dilakukan Masyarakat Pampang Dalam Mempertahankan Tradisi Budaya Kesenian di Tengah Arus Modernisasi, agar kedepannya dapat memberikan informasi maupun pengetahuan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data model interaktif dari Matthew B. Milles dan A. Michael Huberman dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau reduksi data. Hasil yang diperoleh dari penelitin ini menunjukkan bahwa Strategi Masyarakat Pampang Dalam Mempertahankan Tradisi Budaya Kesenian di Tengah Arus Modernisasi mulai berjalan maksimal sesuai upaya-upaya yang dilakukan masyarakat, dilihat dari tiga tahapan strategi yaitu Solidaritas, Edukasi dan Promosi yang dilakukan masyarakat. Dari strategi atau cara yang dilakukan masyarakat sudah berjalan, dan berharap kedepannya semakin ditingkatkan lagi upaya-upaya masyarakatnya serta bekerjasama lebih banyak lagi dengan pihak-pihak yang mendukung dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya kesenian Pampang.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi, Tradisi, Budaya Pampang, dan Modernisasi.
  • NIM: 1502035008
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (03-25-19-01-34-01).pdf (801 kB)

STUDI BURUH KERUPUK PEKERJA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN TARAF EKONOMI KELUARGA (Studi Kasus Buruh Kerupuk Di Loa Bakung Jl. Padat Karya Gang Lobang Tiga RT 83 Samarinda) (Fitri Februari)

Submitted by: ,
On: Mar 20, 2019 @ 2:24 AM
IP: 180.248.92.124

  • Judul artikel eJournal: STUDI BURUH KERUPUK PEKERJA PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN TARAF EKONOMI KELUARGA (Studi Kasus Buruh Kerupuk Di Loa Bakung Jl. Padat Karya Gang Lobang Tiga RT 83 Samarinda)
  • Pengarang (nama mhs): Fitri Februari
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Partisipasi perempuan dalam dunia kerja, telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya bidang ekonomi. Angka perempuan dalam dunia kerja, telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya bidang ekonomi. Angka perempuan pekerja di Indonesia dan juga di negara lain masih akan terus meningkat, karena beberapa faktor seperti meningkatnya kesempatan belajar bagi wanita. Penelitian ini mengangkat apakah pekerja perempuan yang bekerja di Industri kerupuk rumahan telah berhasil meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Sehingga tujuannya pun beragam, yaitu menjelaskan perbuhanan kesejahteraan perempuan yang bekerja sebelum dan sesudah seperti apa, menjelaskan faktor-faktor perempuan bekerja sebagai buruh kerupuk, dan untuk mengetahui peran ganda perempuan dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Dengan dasar Teori Peran Ganda, peneliti menggunakan sebagai landasan dalam penelitian. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengamati dan mewawancarai para informan sesuai dengan keadaan dilapangan. Maka peneliti menemukan asumsi bahwa seorang perempuan yang khususnya sudah menjadi seorang istri kenapa bekerja diluar rumah yaitu, adanya dorongan atau desakan faktor ekonomi dalam keluarga sehingga hal inilah yang memicu seorang perempuan ikut berkecimpung di dunia kerja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pekerja Perempuan, Ekonomi Keluarga
  • NIM: 1102035073
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Novita Surya Ningsih, M.A., Dr. Sri Murlianti, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (03-20-19-02-24-45).pdf (809 kB)

PERAN GANDA PEREMPUAN JASA TRANSPORTASI ONLINE GO-JEK DI SAMARINDA (STUDI KASUS SRI KANDI GO-JEK DI SAMARINDA) (Dahlia)

Submitted by: ,
On: Mar 20, 2019 @ 2:02 AM
IP: 180.248.92.124

  • Judul artikel eJournal: PERAN GANDA PEREMPUAN JASA TRANSPORTASI ONLINE GO-JEK DI SAMARINDA (STUDI KASUS SRI KANDI GO-JEK DI SAMARINDA)
  • Pengarang (nama mhs): Dahlia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Perkembangan sistem kapitalisme, membuat kebutuhan perekonomian meningkat. Sempitnya lapangan pekerjaan, dan rumitnya syarat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak mendorong berbagai kalangan untuk mencari alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhan ekonomi. Terutama masyarakat yang sudah berkeluarga, tidak sedikit dijumpai perempuan juga terlibat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Perempuan pun juga terlibat untuk mencari nafkah dan posisi ini membuat kaum perempuan mengalami peran ganda. Peran sebagai istri dan sebagai pekerja. Dengan syarat yang tidak rumit, menjadi driver GO-JEK adalah alternatif agar tetap bisa menjalankan kedua peran yang telah direkatkan kepada perempuan. Dalam pengumpulan data saya menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian melihat aktivitas driver GO-JEK perempuan. Dari hasil penelitian diketahui alasan perempuan (Ibu Rumah Tangga) memilih menjadi driver sebagai driver GO-JEK, cara memanajemen waktu antara pekerjaan ranah domestik dan sebagai driver GO-JEK. Berbagai hambatan pun dihadapin oleh perempuan, salah satunya mengalami pelecehan. Peran ganda dianggap hal yang wajar bagi perempuan yang telah berumah tangga dan sebagai tanggung jawab. Sehingga meski bekerja dan berorganisasi perempuan terus terkukung dengan pola pikir yang tidak setara, dan hanya sebatas tuntutan ekonomi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran Ganda, Driver GO-JEK, Perempuan
  • NIM: 1102035001
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M. Si Drs. Martinus Nanang, M.A
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (03-20-19-02-02-23).pdf (789 kB)

PARTISIPASI MASYARAKAT MELAKSANAKAN GOTONG ROYONG DI DESA SEPALA DALUNG KECAMATAN SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG (Nurhartini)

Submitted by: ,
On: Mar 20, 2019 @ 1:46 AM
IP: 180.248.92.124

  • Judul artikel eJournal: PARTISIPASI MASYARAKAT MELAKSANAKAN GOTONG ROYONG DI DESA SEPALA DALUNG KECAMATAN SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG
  • Pengarang (nama mhs): Nurhartini
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rendahnya partisipasi masyarakat Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung tersebut diindikasikan dengan kurangnya terlibat dan keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti proses rapat yang diselenggarakan oleh Ketua RT, sosialisasi yang diselenggarakan oleh pihak Pemerintah Desa Sepala Dalung dan kurang memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan kebersihan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat melaksankan gotong royong di Desa Sepala Dalung maupun faktor penghambat dan faktor pendorong dalam pelaksanaan gotong royong kebersihan lingkungan di Desa Sepala Dalung. Penelitian ini dilakukan di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif. Sumber data yang diambil adalah Data Primer, Data Sekunder. Teknik pengumpulan data adalah melalui Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Teknik analisa datanya adalah kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Landasan teori dari penelitian ini teori evolusi sosial Emile Durkheim tentang perubahan sosial yaitu solidaritas mekanis dan organis atau perubahan masyarakat tradisional menjadi masyarakat moderen yang telah mengenal adanya pembagian kerja yang nampak pada perilakunya melalui bentuk-bentuk solidaritas sosial. Hasil penelitian tentang Partisipasi Masyarakat Melaksanakan Gotong Royong di Desa Sepala Dalung Kecamatan Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung, dalam Partisipasi masyarakat sebagai keterlibatan mental, pikiran, moral atau perasaan di dalam situasi kelompok yang mendorong memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha bersangkutan. Kepala Desa mengatakan bahwa kegiatan gotong royong masyarakat Kurang partisipasinya tidak seperti dulu kegiatan gotong royong rutin diselenggarakan. sebaiknya masyarakat Desa Sepala Dalung dapat memaksimalkan partisipasi masyarakat agar kegiatan gotong royong yang diselenggarakan oleh masing-masing Ketua RT dan Pemerintah Desa berjalan dengan baik, sesuai dengan tujuan, dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Sepala Dalung. Masyarakat lebih banyak menyumbangkan tenaga ketika proses kegiatan gotong royong diselenggarakan, menyumbangkan material hanya beberapa masyarakat, akan tetapi partisipasi masyarakat masih rendah di dalam kegiatan gotong royong untuk kebersihan Lingkungan di Desa Sepala Dalung.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partisipasi, Masyarakat, dan Gotong Royong
  • NIM: 1302035025
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si., Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (03-20-19-01-46-57).pdf (782 kB)

PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BALIKPAPAN (Anissa Triana)

Submitted by: ,
On: Mar 20, 2019 @ 1:25 AM
IP: 180.248.92.124

  • Judul artikel eJournal: PERAN DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM MENGATASI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI KOTA BALIKPAPAN
  • Pengarang (nama mhs): Anissa Triana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik maupun psikis. Kekerasan terhadap perempuan dan anak di kota Balikpapan selalu meningkat dari tahun ke tahun, berbagai jenis kekerasan mereka alami baik fisik maupun psikis, salah satu faktor yang menyebabkan mereka mengalami kekerasan yaitu karena faktor ekonomi. Tujuan peneliti adalah untuk mengetahui peran pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan melukiskan objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan menurut Matthew B. Milles, A Michael Huberman dan Jhonny Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan konsep Peran menurut Soerjono Soekanto berdasarkan fokus penelitian yaitu pencegahan, pemulihan, dan resosialisasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa peran dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Balikpapan, dalam menjalankan bekerjasama dengan P2TP2A untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kegiatan pencegahan, pemulihan, dan resoisalisasi. Adapun dalam penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak menemui kesulitan terutama dalam pola pikir masyarakat yang beranggapan bahwa kasus tersebut merupakan aib keluarga, sekolah. Dalam kegiatan pemulihan sebaiknya ada komunikasi terlebih dahulu antara korban dengan psikolog agar dalam proses pemeriksaan pemeriksaan korban berjalan dengan lancar.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Kekerasan, Perempuan dan Anak
  • NIM: 1302035065
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S., Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (03-20-19-01-25-30).pdf (796 kB)

PERILAKU PENGGUNAAN MINUMAN KERAS PADA USIA REMAJA DI DESA MAMAHAK TEBOQ KABUPATEN MAHAKAM ULU (Deovianus Libertus Juk)

Submitted by: ,
On: Feb 26, 2019 @ 5:38 AM
IP: 114.125.215.129

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU PENGGUNAAN MINUMAN KERAS PADA USIA REMAJA DI DESA MAMAHAK TEBOQ KABUPATEN MAHAKAM ULU
  • Pengarang (nama mhs): Deovianus Libertus Juk
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku penggunaan minuman keras pada usia remaja di Desa Mamahak Teboq Kabupaten Mahakam Ulu. Metode penelitian ini yaitu pada jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian yaitu kebutuhan, expectancy, minat, dorongan, lingkungan dan imbalan. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras hampir tiap hari dilakukan dengan mebeli di warung terdekat dengan tempat tinggal, perilaku tersebut agar bisa meningkatkan percaya diri. Perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras tidak didasari expectancy untuk terlihat menarik bagi lawan jenis, tetapi lebih pada menghilangkan masalah yang dihadapi. Perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras didasari minat untuk lebih semangat berpesta. Perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras didasari dorongan berupa rasa ingin tahu, media, ajakan teman dan masalah yang dihadapi. Perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras didasari faktor lingkungan. Banyaknya remaja yang mengkonsumsi minuman keras berdasarkan faktor eksternal yaitu karena banyak anak usia sekolah yang putus sekolah dan masih banyak warung-warung yang menjual minuman keras secara bebas sehingga memudahkan remaja mendapatkan minuman keras. Perilaku remaja mengkonsumsi minuman keras didasari faktor imbalan yaitu ikut-ikutan teman agar ditemani atau tidak diejek
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku, Minuman Keras, Remaja.
  • NIM: 1202035076
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Sutadji, M.M., Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (02-26-19-05-38-15).pdf (908 kB)

STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT KELURAHAN MUGIREJO KOTA SAMARINDA DI DALAM MENGHADAPI BANJIR (Muhammad Reza Fahlevi)

Submitted by: ,
On: Feb 18, 2019 @ 5:45 AM
IP: 36.83.53.106

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT KELURAHAN MUGIREJO KOTA SAMARINDA DI DALAM MENGHADAPI BANJIR
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Reza Fahlevi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kelurahan Mugirejo tergolong salah satu kelurahan yang sering mengalami banjir dengan intensitas curah hujan menengah. Sistem pengalihan air alami sungai dan anak sungai serta sistem saluran drainase dan kanal penampungan banjir buatan yang ada tidak mampu menampung akumulasi air sehingga meluap. Banjir tersebut dapat berdampak buruk bagi masyarakat berupa kerugian materi, terganggunya kegiatan pendidikan, kegiatan ekonomi, maupun kegiatan lainnya. Kerangka teori yang digunakan adalah teori adaptasi dan stratifikasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adaptasi masyarakat Kelurahan Mungirejo Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda di dalam menghadapi banjir. Penelitian ini dilaksanakan karena di Kelurahan Mungirejo sering terjadi banjir. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif, pedoman penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada warga Mungirejo dan Aparat Kelurahan. Sampel penelitian berjumlah 9 orang yaitu Pihak Kelurahan, Ketua RT 1, RT 3, RT 5, RT 6 dan warga RT 1, RT 3, RT 5, RT 6 di Kelurahan Mungirejo. Jenis adaptasi yang dilakukan masyarakat di dalam menghadapi banjir adalah adaptasi struktural dan non-struktural. Bentuk-bentuk adaptasi di Kelurahan Mugirejo adalah (1) memperkuat dan meninggikan pondasi rumah, (2) menaruh harta benda (menaikkan ke tempat yang lebih tinggi), (4) rencana untuk pindah rumah. Adapun dari pihak aparat kelurahan memberikan himbauaan siapsiaga datangnya banjir dan berkordinasi bersama tim Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), membuat posko penampungan evakuasi, persiapan pelampung, dan logistik. Saran bagi masyarakat, perlu diadakan sosialisasi atau pelatihan dalam menghadapi banjir guna meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya melakukan tindakan dalam mencegah banjir pada sebelum dan pada saat banjir sehingga risiko banjir dapat diminimalisir. Bagi pemerintah, perlu mengkoordinir secara terpadu dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang tujuannya untuk mengurangi banjir, supaya pembangunannya itu tidak asal bangun tapi memang tujuannya untuk memberi kenyaman warga dan tidak lagi merasakan masalah-masalah banjir di Mugirejo maupun di Kota Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi, Adaptasi, Masyarakat, Banjir
  • NIM: 1302035036
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, M.S., Sarifudin, S.Sos. M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Oke Fix (02-18-19-05-45-05).pdf (813 kB)

ANALISIS TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BURUH BANGUNAN DI RUKO GRAND SAMARINDA (Esra)

Submitted by: ,
On: Feb 18, 2019 @ 4:49 AM
IP: 36.83.53.106

  • Judul artikel eJournal: ANALISIS TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BURUH BANGUNAN DI RUKO GRAND SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Esra
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan hal peting di dalam dunia kerja; karena K3 dapat memberikan rasa aman, tenang, tentram, dan semangat kepada karyawan suatu organisasi kerja. Namun faktanya K3 sering diabaikan di dalam dunia kerja, terutama oleh karyawan/buruh. Banyaknya kasus kecelakaan kerja merupaka suatu fenomena yang menarik untuk diteliti; dengan pertanyaan penelitian: “bagaimanakah pengetahuan dan pelaksanaan K3 di ka¬lang¬an buruh bangunan? Guna menjawab pertanyaan tersebut di dalam pene¬liti¬an ini digunakan beberapa konsep sebagai dasar untuk menjelaskan hasil pe¬nelitian. Konsep yang dimaksud terutama adalah kedisiplinan dan budaya kese¬lamatan kerja. Penelitian dilakukan di di Rumah dan Toko (Ruko) Grand Samarinda yang sedang dikerjakan/dibangun oleh PT. Persada kontraktor pelaksana dengan mempekerjakan sejumlah buruh, terutama buruh harian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif;dengan fokus meneliti pelaksanaan K3 oleh buruh bangunan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan wawancara. Pe¬ngamatan terutama dilakukan terhadap buruh yang sedang bekerja (untuk mengetahui apakah mereka menggunakan alat K3 atau tidak), dan kondisi ling¬kungan kerja (antara lain untuk melihat apakah di lokasi kerja dipasang papan peringatan tentang K3 atau tidak. Sedangkan wawancara dilakukan kepada manajer dan karyawan proyek dengan tujuan terutama untuk mengetahui apakah pe¬rusahaan kontraktor menyediakan alat K3 bagi buruh atau tidak, dan alasan buruh yang tidak menggunakan alat K3. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar buruh tidak me¬ngetahui tentang K3, dan tidak menggunakan alat K3 saat bekerja; dengan alasan terutama penggunaan alat K3 dianggap mengganggu, buruh menjadi tidak le¬luasa di dalam melakukan pekerjaannya; padahal alat tersebut telah disediakan sesuai standar APD oleh perusahaan kontraktor yang memperkerjakan mere¬ka.Sebaliknya manajer royek tidak memberikan sanksi atau menegur buruh yang tidak menggunakan alat K3 ketika bekerja. Jadi dapat disimpulkan bahwa baik manajer proyek maupun karyawan tidak disiplin di dalam pekerjaan mereka. Hal ini tampaknya berkaitan pula dengan budaya kerja orang Indonesia yang belum/tidak biasa memakai alat perlindungan di dalam bekerja sepertihalnya mereka tidak menggunakan helm ketika mengendarai sepeda motor.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Buruh Bangunan.
  • NIM: 1102035003
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, M.S., Drs. Sugandi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_analisis_program_keselamatan_dan_kesehatan_kerja_buruh_bangunan (02-18-19-04-49-37).pdf (797 kB)