Dinamika Kelompok Tani Citarum Di Desa Muhuran Kecamatan Kota Bangun (Susan Novithasari)

Submitted by: ,
On: Jul 29, 2026 @ 9:37 AM
IP: 182.3.139.59

  • Judul artikel eJournal: Dinamika Kelompok Tani Citarum Di Desa Muhuran Kecamatan Kota Bangun
  • Pengarang (nama mhs): Susan Novithasari
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika Kelompok Tani Citarum di Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun. Fokus penelitian meliputi tujuan kelompok, struktur dan fungsi tugas, pola pengembangan dan pembinaan, pola pembuatan keputusan, serta suasana dan tekanan kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Ketua Kelompok Tani Citarum, Sekretaris Desa, Koordinator BPP/PPL, dan 12 anggota kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Citarum telah menjalankan aspek-aspek dinamika kelompok dengan cukup baik. Pembinaan dari pemerintah desa dan penyuluh pertanian serta kerjasama antar anggota berjalan efektif. Namun, masih terdapat kendala pada pemahaman anggota terhadap tujuan kelompok, partisipasi dalam pembuatan keputusan, dan pembaruan struktur organisasi. Selain itu, proses pembuatan keputusan masih didominasi oleh pengurus inti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kelompok Tani Citarum tergolong aktif, tetapi perlu meningkatkan partisipasi anggota dan penguatan kelembagaan agar pengelolaan kelompok lebih efektif dan berkelanjutan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dinamika Kelompok Tani, Partisipasi, Pembuatan Keputusan, Kelembagaan Petani.
  • NIM: 1902036017
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti., S.Sos., M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Susan Novithasari (07-29-26-09-37-06).pdf (397 kB)

KONSTRUKSI SOSIAL MAHASISWA PERANTAU SUKU TORAJA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS MELALUI TRADISI MINUM TUAK (Studi Kasus Pada Mahasiswa Perantau Suku Toraja Asal Desa Telemow) (Roy Ferdinand)

Submitted by: ,
On: Jul 29, 2026 @ 3:55 AM
IP: 182.253.164.243

  • Judul artikel eJournal: KONSTRUKSI SOSIAL MAHASISWA PERANTAU SUKU TORAJA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS MELALUI TRADISI MINUM TUAK (Studi Kasus Pada Mahasiswa Perantau Suku Toraja Asal Desa Telemow)
  • Pengarang (nama mhs): Roy Ferdinand
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses konstruksi social identitas mahasiswa perantau suku Toraja asal Desa Telemow melalui tradisi minum tuak di Kota Samarinda serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus.Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial identitas berlangsung melalui tiga proses, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, mahasiswa perantau mempertahankan tradisi minum tuak melalui praktik berkumpul yang diinisiasi oleh alumni serta interaksi sosial sesame perantau yang ditandai suasana kekeluargaan. Pada tahap objektivasi, tradisi tersebut menjadi kebiasaan kolektif yang rutin dilakukan tanpa perlu justifikasi, dengan makna yang mengendap sebagai sarana mempererat persaudaraan, media melepas kerinduan kampung halaman, dan penanda identitas sebagai “orang Telemow.” Pada tahap internalisasi, tradisi minum tuak memperkuat identitas sebagai “orang Telemow” serta menanamkan nilai kepedulian dan rasa memiliki terhadap komunitas asal yang sudah menjadi bagian dari cara hidup sehari-hari. Penelitian ini juga menemukan adanya tantangan internal berupa kerinduan terhadap kampung halaman dan perasaan tidak diterima di lingkungan baru, serta tantangan eksternal berupa pandangan negatif masyarakat dan perubahan praktik tradisi di lingkungan perkotaan. Tradisi minum tuak pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas budaya, tetapi juga sebagai sarana mempertahankan identitas sosial mahasiswa perantau Toraja di Samarinda
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Konstruksi sosial, Identitas sosial, Mahasiswa Perantau Suku Toraja, Tradisi Min
  • NIM: 1902036045
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Badruddin Nasir., M. SI
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL ROY PENOMERAN JADI (1) (07-29-26-03-55-17).pdf (338 kB)

TRADISI SAMPUA DI ERA DIGITAL: PERSEPSI GENERASI MUDA SUKU BUTON DI KECAMATAN SAMARINDA ILIR (Ella Anggriani)

Submitted by: ,
On: Jul 28, 2026 @ 7:23 PM
IP: 157.66.19.18

  • Judul artikel eJournal: TRADISI SAMPUA DI ERA DIGITAL: PERSEPSI GENERASI MUDA SUKU BUTON DI KECAMATAN SAMARINDA ILIR
  • Pengarang (nama mhs): Ella Anggriani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Sampua merupakan ritual adat masyarakat Buton yang mengandung makna sakral sebagai penanda peralihan status perempuan menuju kedewasaan. Kehadiran era digital memunculkan dinamika baru bagi keberlangsungan warisan budaya ini, baik berupa tantangan maupun peluang pelestarian. Artikel ini bertujuan mengkaji pemaknaan generasi muda Suku Buton terhadap tradisi Sampua serta menganalisis peran media digital dan lingkungan multikultural dalam menopang keberlanjutannya di Kecamatan Samarinda Ilir. Kajian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dihimpun melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan utama terdiri atas remaja keturunan Buton, sedangkan tokoh adat pemimpin prosesi menjadi informan kunci, dilengkapi data sekunder berupa foto kegiatan dan literatur relevan. Analisis mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, hingga verifikasi data. Temuan memperlihatkan bahwa generasi muda Buton di perantauan memandang Sampua secara sangat positif, memaknainya sebagai warisan leluhur bernilai luhur, simbol penghormatan martabat perempuan, sekaligus penguat identitas etnis di tengah masyarakat majemuk. Alih-alih menjadi ancaman, teknologi digital justru difungsikan sebagai sarana dokumentasi dan diseminasi nilai budaya kepada khalayak lebih luas. Kemampuan generasi muda memadukan nilai tradisional dengan gaya hidup modern turut mempererat solidaritas sosial, sehingga tradisi Sampua tetap eksis dan berkelanjutan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): era digital, persepsi generasi muda, pelestarian budaya, Suku Buton, tradisi Sam
  • NIM: 2202036040
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: A. Ismail Lukman, S.pd., MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal.fisip-unmul.ac.id_Ella Anggriani (07-28-26-07-23-17).pdf (395 kB)

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA KAMPUNG KETUPAT WARNA WARNI DI KELURAHAN MESJID KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG KOTA SAMARINDA (Andini Rahmadina)

Submitted by: ,
On: Jul 28, 2026 @ 12:14 PM
IP: 140.213.204.104

  • Judul artikel eJournal: PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA KAMPUNG KETUPAT WARNA WARNI DI KELURAHAN MESJID KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Andini Rahmadina
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Kampung Ketupat Warna-Warni di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat mencakup empat tahap menurut Cohen dan Uphoff, yaitu pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Partisipasi paling dominan terdapat pada tahap pelaksanaan dan pemanfaatan hasil melalui kerja bakti, pengecatan kampung, kerajinan ketupat, serta pengembangan usaha masyarakat. Partisipasi pada tahap pengambilan keputusan dan evaluasi masih belum merata. Faktor pendukung meliputi kemauan masyarakat, keterampilan lokal, dan kesempatan dari Pokdarwis, sedangkan faktor penghambat meliputi pola pikir yang masih pasif, keterbatasan waktu, dan tingkat pendidikan. Pengembangan Kampung Ketupat mencerminkan konsep Community Based Tourism (CBT) dengan masyarakat sebagai pelaku utama. Disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat berperan penting dalam pengembangan wisata sehingga diperlukan penguatan kapasitas masyarakat dan dukungan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan wisata.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): partisipasi masyarakat, pengembangan wisata, Kampung Ketupat, CBT.
  • NIM: 1902036056
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Zulkifli Abdullah, S. Sos., M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Andini Rahmadina (07-28-26-12-14-01).pdf (328 kB)

Analisis Dampak Sosial Ekonomi Sterilisasi Tepian Mahakam Terhadap Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda (Siti Khoirul Naima)

Submitted by: ,
On: Jul 27, 2026 @ 12:05 PM
IP: 114.10.138.227

  • Judul artikel eJournal: Analisis Dampak Sosial Ekonomi Sterilisasi Tepian Mahakam Terhadap Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Siti Khoirul Naima
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kebijakan Sterilisasi Kawasan Tepian Mahakam Tepian Mahakam oleh Pemerintah Kota Samarinda bertujuan mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ketertiban kota. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak ganda yang signifikan. Penelitian kualitatif deskriptif di Jalan Gajah Mada ini menganalisis dampak sosial ekonomi serta strategi adaptasi PKL pasca sterilisasi melalui wawancara mendalam dengan 14 informan (Komunitas IPTM, PKL, dan Satpol PP). Secara ekonomi terjadi penurunan pendapatan drastis, ketidakstabilan penghasilan, dan pengikisan aset simpanan. Secara sosial terjadi perenggangan interaksi antar pedagang akibat keterpencaran lokasi serta munculnya pengelompokan sosial baru. Meskipun kebijakan ini berhasil meningkatkan estetika dan ketertiban kota, terdapat kesenjangan dengan kondisi riil PKL yang membutuhkan solusi ekonomi alternatif serta pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dampak Sosial Ekonomi, Kebijakan Sterilisasi Sungai, Pedagang Kaki Lima
  • NIM: 1902036031
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Ganjil SKN (07-27-26-12-05-57).pdf (247 kB)

Analisis Dampak Sosial Ekonomi Sterilisasi Tepian Mahakam Terhadap Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda (Siti Khoirul Naima)

Submitted by: ,
On: Jul 27, 2026 @ 11:54 AM
IP: 114.10.138.227

  • Judul artikel eJournal: Analisis Dampak Sosial Ekonomi Sterilisasi Tepian Mahakam Terhadap Pedagang Kaki Lima di Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Siti Khoirul Naima
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kebijakan Sterilisasi Kawasan Tepian Mahakam Tepian Mahakam oleh Pemerintah Kota Samarinda bertujuan mengembalikan fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ketertiban kota. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak ganda yang signifikan. Penelitian kualitatif deskriptif di Jalan Gajah Mada ini menganalisis dampak sosial ekonomi serta strategi adaptasi PKL pasca sterilisasi melalui wawancara mendalam dengan 14 informan (Komunitas IPTM, PKL, dan Satpol PP). Secara ekonomi terjadi penurunan pendapatan drastis, ketidakstabilan penghasilan, dan pengikisan aset simpanan. Secara sosial terjadi perenggangan interaksi antar pedagang akibat keterpencaran lokasi serta munculnya pengelompokan sosial baru. Meskipun kebijakan ini berhasil meningkatkan estetika dan ketertiban kota, terdapat kesenjangan dengan kondisi riil PKL yang membutuhkan solusi ekonomi alternatif serta pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Dampak Sosial Ekonomi, Kebijakan Sterilisasi Sungai, Pedagang Kaki Lima
  • NIM: 1902036031
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Ganjil SKN (07-27-26-11-54-21).pdf (247 kB)

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda (Nurmala Ambarwati)

Submitted by: ,
On: Jul 27, 2026 @ 6:45 AM
IP: 182.8.178.133

  • Judul artikel eJournal: Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Nurmala Ambarwati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi lingkungan sosial serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputiremaja, masyarakat setempat, ketua RT, Satpol PP, serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat memiliki peran dalam memengaruhi terjadinya kenakalan remaja. Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga, pengaruh pergaulan yang kurang baik, lemahnya pembinaan di lingkungan sekolah, serta rendahnya kontrol sosial di masyarakat menjadi penyebab utama munculnya perilaku tersebut. Adapun bentuk kenakalan remaja yang ditemukan meliputi merokok, membolos sekolah, mengonsumsi minuman keras, menghirup lem (ngelem), tawuran, pencurian ringan, serta penyalahgunaan zat terlarang. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan keterlibatan aktif dari keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lingkungan Sosial, Kenakalan Remaja, Keluarga, Sekolah.
  • NIM: 2102036083
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Muhammad Arifin, M.Hum
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Artikel Jurnal Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja (07-27-26-06-45-29).pdf (475 kB)

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda (Nurmala Ambarwati)

Submitted by: ,
On: Jul 27, 2026 @ 6:43 AM
IP: 182.8.178.133

  • Judul artikel eJournal: Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Nurmala Ambarwati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kondisi lingkungan sosial serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang terjadi di Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputiremaja, masyarakat setempat, ketua RT, Satpol PP, serta UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat memiliki peran dalam memengaruhi terjadinya kenakalan remaja. Faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga, pengaruh pergaulan yang kurang baik, lemahnya pembinaan di lingkungan sekolah, serta rendahnya kontrol sosial di masyarakat menjadi penyebab utama munculnya perilaku tersebut. Adapun bentuk kenakalan remaja yang ditemukan meliputi merokok, membolos sekolah, mengonsumsi minuman keras, menghirup lem (ngelem), tawuran, pencurian ringan, serta penyalahgunaan zat terlarang. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan keterlibatan aktif dari keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lingkungan Sosial, Kenakalan Remaja, Keluarga, Sekolah.
  • NIM: 2102036083
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2021
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Muhammad Arifin, M.Hum
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Artikel Jurnal Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja (07-27-26-06-43-19).pdf (475 kB)

UPAYA KEPALA DESA DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN FISIK DESA (Studi Kasus Di Desa Gunung Putar Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser) (Hazrina Wulan Dari)

Submitted by: ,
On: Jul 23, 2026 @ 7:51 AM
IP: 203.83.40.70

  • Judul artikel eJournal: UPAYA KEPALA DESA DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN FISIK DESA (Studi Kasus Di Desa Gunung Putar Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser)
  • Pengarang (nama mhs): Hazrina Wulan Dari
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya kepala desa dalam mendorong partisipasi Masyarakat pada pembangunan jalan di Desa Gunung Putar, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Focus penelitian meliputi upaya kepala desa sebagai motivator, fasilitator, dan mobilisator dalam pembangunan peningkatan jalan desa serta penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penlitian studi kasus. Data dieproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai motivator kepala desa mendorong partisipasi masyarakat melalui pemberian ajakan, penanaman pemahaman mengenai pentingnya pembangunan, dan keteladanan dalam kegiatan gotong royong. Sebagai fasilitator, kepala desa menyediakan forum musyawarah, membuka akses informasi pembangunan secara transparan, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Sebagai mobilisator, kepala desa menggerakkan masyarakat melalui koordinasi dengan perangkat desa dan ketua RT, penerapan sistem padat karya, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan gotong royong. Penelitian juga menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masayrakat berbeda pada setiap jenis pembangunan. Pada pembangunan jalan desa, partisipasi lebih dominan berupa keterlibatan tenaga dalam pelaksanaan pembangunan, sedangkan pada pembangunan sarana air bersih partisipasi masyarakat lebih terbatas pasa pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik teknis masing-masing pembangunan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kepala Desa, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Fisik
  • NIM: 1902036028
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2019
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Badruddin Nasir., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_hazrina_wulan_dari_2019 (07-23-26-07-51-27).pdf (351 kB)

JUDI ONLINE DI KALANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PEMBANGUNAN SOSIAL ANGKATAN 2022 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MULAWARMAN (PERSPEKTIF FENOMENOLOGI) (Eklesia Asa Christo Gurning)

Submitted by: Gurning, Eklesia
On: Jul 22, 2026 @ 1:14 PM
IP: 36.85.93.194

  • Judul artikel eJournal: JUDI ONLINE DI KALANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PEMBANGUNAN SOSIAL ANGKATAN 2022 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MULAWARMAN (PERSPEKTIF FENOMENOLOGI)
  • Pengarang (nama mhs): Eklesia Asa Christo Gurning
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini membahas dan meninjau pengalaman para mahasiswa mengenai dampak permainan judi online dalam Program Studi Pembangunan Sosial angkatan 2022 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Penelitian ini meneliti judi online sebagai suatu fenomena sosial yang memengaruhi kehidupan mahasiswa dalam berbagai aspek, seperti ekonomi, akademik, sosial, psikologis, dan perilaku. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti mengumpulkan data dengan cara mengamati, melakukan wawancara yang dalam, dan mencatat dokumen terkait. Penelitian ini melibatkan lima orang informan, terdiri dari empat informan utama yang merupakan mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial angkatan 2022 dan terlibat dalam bermain judi online, serta satu informan pendukung yang mengetahui aktivitas dari para informan utama tersebut. Peneliti memilih informan dengan cara purposive karena informan tersebut memiliki pengalaman dan memahami fenomena yang sedang diteliti. Penelitian ini menunjukkan bahwa para mahasiswa mengalami berbagai pengaruh setelah bermain judi online. Mahasiswa mengalami kerugian uang, kesulitan mengatur uang, motivasi turun, prestasi belajar menurun, serta perhatian dalam belajar berkurang. Mahasiswa sering kali menyembunyikan kebiasaan berjudi, mengurangi hubungan dengan orang-orang yang positif, dan lebih suka berada di lingkungan yang memiliki teman-teman dengan kebiasaan yang sama. Selain itu, mahasiswa juga merasa stres, cemas, sedih, dan kecewa karena kalah, serta cenderung bermain terus-menerus, sulit mengendalikan diri, dan mulai merasa judi online sudah jadi kebiasaan mereka. Penelitian ini menunjukkan bahwa bermain judi online tidak hanya memengaruhi kondisi uang mahasiswa, tetapi juga mengganggu perkembangan studi mereka, hubungan dengan teman-teman, kesehatan mental, serta cara mereka berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Judi Online, Mahasiswa, Fenomenologi.
  • NIM: 2202036087
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2022
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Novita Surya Ningsih, S.Sos., M.A
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 14
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2026
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Judi Online Di Kalangan Mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial Angkatan 2022 Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Perspektif Fenomenologi) (Eklesia Asa Christo Gurning) (07-22-2026-09-14-20) (07-22-26-01-14-16).pdf (350 kB)