Persepsi Masyarakat Terhadap Pemulung Di Pemukiman TPA Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu (Indra Taufik)

Submitted by: taufik, indra
On: Dec 16, 2013 @ 9:45 AM
IP: 110.139.148.135

  • Judul artikel eJournal: Persepsi Masyarakat Terhadap Pemulung Di Pemukiman TPA Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu
  • Pengarang (nama mhs): Indra Taufik
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): ABSTRAK
    Indra Taufik, Persepsi Masyarakat Terhadap Pemulung Di Pemukiman TPA Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu. Dibawah bimbingan Prof. Dr. H. Sutadji, MM, Drs selaku pembimbing I dan Drs. Badruddin Nasir, M.Si selaku pembimbing II. Program Studi Konsentrasi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman.
    Kemajuan perekonomian di Indonesia terutama kota-kota seperti Samarinda seringkali menyebabkan perubahan pada struktur ekonomi, namun yang terjadi tidak didukung oleh perubahan struktur tenaga kerja secara proporsional. Akibatnya, lemahnya penyerapan tenaga kerja pada sektor industri seperti yang diharapkan sehingga tenaga kerja yang menganggur beralih ke sektor informal. Salah satu kegiatan sektor informal adalah pengumpulan barang bekas yang di lakukan oleh orang yang disebut sebagai fenomena pemulung.
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiman pandangan masyarakat terhadap pekerjaan seorang pemulung, kondisi lingkungan tempat tinggal pemulung, pandangan masyarakat tentang kesehatan pemulung dan pandangan masyarakat terhadap pendidikan pemulung.
    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang coba menggambarkan pandangan masyarakat Terhadap Pemulung Di Pemukiman TPA Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu informan, mereka yang dianggap dapat memberikan informasi atau keterangan yang memadai atas objek yang akan diteliti sebanyak 12 orang, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi di pemukiman TPA kelurahan bukit pinang.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan informan terhadap pemulung positif, secara pragmatis keberadaan pemulung di masyarakat sangat di perlukan karena dapat membantu dalam hal pengurangan volume tumpukan sampah khususnya di TPA, selain itu kondisi pendidikan dan minimnya keterampilan yang dimiliki tidak menjadi masalah bagi pemulung, justru pemulung membantu pemerintah dalam ranga membuka peluang untuk mendapat pekerjaan ketika pemerintah tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka.

    Kata Kunci : Persepsi, Pemulung, Pemukiman, Masyarakat.

  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kata Kunci : Persepsi, Pemulung, Pemukiman, Masyarakat.
  • NIM: 0902035056
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Pembimbing 1 Prof. Dr. H. Sutadji, MM, Drs Pembimbing 2 Drs. Badruddin Nasir, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Sosiologi fix (12-16-13-09-45-21).pdf (367 kB)

Pembagian Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin ( Analisis Gender Terhadap Tenaga Kerja PT Muara Toyu Subur Lestari Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Paser) (Saidah)

Submitted by: ,
On: Oct 27, 2013 @ 9:55 AM
IP: 192.168.0.3

  • Judul artikel eJournal: Pembagian Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin ( Analisis Gender Terhadap Tenaga Kerja PT Muara Toyu Subur Lestari Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Paser)
  • Pengarang (nama mhs): Saidah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Ada tujuh jenis pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin pada perkebunan kelapa sawit PT Muaratoyu Subur Lestari di desa Mendik kecematan Longkali kabupaten Paser yaitu Manager, asisten, KTU, staff, kerani, mandor dan tenaga kerja harian. Pembagian kerja pada tujuh jenis pekerjaan ini dipengaruhi pemahaman masyarakat mengenai aspek biologis yang melekat pada jenis kelamin tertentu dan aspek budaya yang sudah mengakar dalam masyarakat.

    Pengelola perkebunan kelapa sawit PT Muaratoyu Subur Lestari di desa Mendik kecematan Longkali kabupaten Paser melakukan pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin menurut keahlian dan kemampuan serta pendidikan. Tak lepas dari itu saja pengelola perusahaan dan tenaga kerja harian (buruh harian) juga melihat pada aspek biologis dan budaya dalam pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, aspek biologis ini bisa dilihat dari anggapan fisikologisnya seperti pandangan atau anggapan masyarakat mengenai keadaan fisik perempuan yang lemah dan laki-laki dianggap kuat sehingga ada penempatan tenaga kerja pada pekerjaan yang dianggap ringan dan penempatan tenaga kerja pada pekerjaan yang dianggap berat serta aspek budaya mayarakat paser maupun budaya indonesia pada umumnya mengenai pembagian kerja berdsarakan jenis kelamin. Hal ini bisa terlihat dalam kebisaan masyarakat paser mengenai pembagian kerja dalam rumah tangga, pembagian kerja dalam bercocok tanam yaitu nasok dan nias, pembagian kerja dalam upacara adat yaitu ronggeng dan belian.

    Pembagian kerja antara tenaga kerja laki-laki dan tenaga kerja perempuan dalam tujuh jenis pekerjaan tersebut terjadi ketidakadilan gender. Ketidakadilan gender tersebut berupa Pelebelan Negatif (Stereotip), Penomorduaan (Subordinasi), Beban Ganda (Double Burden), dan peminggiran (marginalisai) terhadap tenaga kerja perempuan di perkebunan kelapa sawit PT Muaratoyu Subur Lestari.

  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pembagian Kerja, Jenis Kelamin, Nature, Nurture, Gender, Perkebunan Kelapa Sawit
  • NIM: 0902035050
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Muhammad Arifin, M. Hum dan Dra. Lisbet Situmorang M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 4
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2013
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal saidah NEW (10-27-13-09-55-07).pdf (82 kB)