STUDI TENTANG PERCERAIAN DALAM PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (Lindawati)

Submitted by: ,
On: May 22, 2018 @ 5:00 AM
IP: 125.160.79.46

  • Judul artikel eJournal: STUDI TENTANG PERCERAIAN DALAM PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Lindawati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Studi Perceraian dalam Perubahan sosial dan Kebudayaan di desa samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan yang mana menunjukan informan yang telah mengalami perceraian itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian, Studi tentang perceraian dalam perubahan sosial dan kebudayaan di desa samunti kecamtan lumbis ogong kabupaten nunukan adalah pertama, karena faktor pendidikan dimana perbedaan pendidikan yang terlampau jauh dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga misalnya saja masalah komunikasi, ada rasa tidak percaya diri dan ada juga yang merasa di rendahkan oleh pasangan,kedua karena faktor usia yang perbedaan terlalu jauh antar suami istri atau lebih mudanya usia suami dibandingkan usia istri juga dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga karena kurang dewasanya salah satu pasangan yang membuat masalah masalah itu muncul misalnya seperti tidak bertanggung jawab,ada rasa masih ingin bermain-main dan sebgainya, yang ketiga karena faktor ekonomi yang kurang layak sehingga menyebabkan penghasilan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga, dan keempat karena KDRT(kekerasan dalam rumah tangga) juga adalah penyebab perceraian dalam rumah tangga terutama yang paling banyak menjadi korban adalah dari pihak wanita. Dari hasil penelitian, disarankan pasangan yang menikah hendaknya telah dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang rumah tangga dan permasalahan-permasalahan umum yang biasa terjadi dalam membina rumah tangga, perlu diperhatikan usia pasangan yang akan menikah tersebut, sehingg jika menikah dan menemukan permasalahan tidak akan mudah untuk mengambil keputusan untuk bercerai, hendaknya kantor kepala desa dan ketua adat yang mengetasinya masalah-masalah perkawinan dengan mempublikasi dan diinformasi peranan kantor pengadilan kabupaten sebagai sumber sarana penasehat dan konsultasi keluarga dalam membina rumah tangga yang harmonis dan sejahtera.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perceraian, Perubahan Sosial, Kebudayaan, Suku Dayak, Desa Samunti, Lumbis Ogong
  • NIM: 1302035015
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si., Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (05-22-18-05-00-40).pdf (76 kB)

PELAKSANAAN PROGRAM BERAS MISKIN (RASKIN) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LONG KALI KECAMATAN LONG KALI KABUPATEN PASER (Nur Hapid)

Submitted by: ,
On: May 22, 2018 @ 3:51 AM
IP: 125.160.79.46

  • Judul artikel eJournal: PELAKSANAAN PROGRAM BERAS MISKIN (RASKIN) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LONG KALI KECAMATAN LONG KALI KABUPATEN PASER
  • Pengarang (nama mhs): Nur Hapid
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan program beras miskin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Long Kali Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser dengan fokus penelitian yaitu enam indikator keberhasilan program dan faktor penghambat-pendukung dalam pelaksanaan program beras miskin (raskin) di Kelurahan Long Kali. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan melalui wawancara. Penulis menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan informan sesuai dengan kriteria yang berkaitan dengan pelaksanaan program beras miskin (raskin) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Long Kali Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan yang telah diperoleh penulis, disimpulkan bahwa pelaksanaan program beras miskin (raskin) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Long Kali Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser belum berjalan dengan optimal. Hal ini disebabkan karena di dalam mendata masyarakat diperlukan data yang akurat agar tidak ada kekeliruan dalam mendata masyarakat yang berhak untuk mendapatkan beras miskin (raskin). Jumlah beras yang diterima oleh masyarakat sebanyak 15 kg/RTS, harga tebus beras miskin (raskin) adalah gratis, waktu pelaksanaan penyaluran beras miskin (raskin) dilaksanakan 2 kali (per 6 bulan), sistem administrasi setiap pelakasanan penyaluran beras miskin dibuat berita acara serah terima (BAST) dan kualitas beras miskin (raskin) yang diterima oleh masyarakat penerima raskin terdapat kualitas beras yang kurang baik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pelaksanaan, Program Raskin, Kesejahteraan.
  • NIM: 1102035074
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah, MS., Drs. Sugandi, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap-1 – Copy (05-22-18-03-51-03).pdf (96 kB)

STUDI PROSES TERJADINYA SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA SMPN DESA MUARA JAWAQ KECAMATAN MOOK MANAR BULATN, KABUPATEN KUTAI BARAT (Firman Sahroni)

Submitted by: ,
On: May 16, 2018 @ 2:39 AM
IP: 36.83.47.39

  • Judul artikel eJournal: STUDI PROSES TERJADINYA SEKS BEBAS DIKALANGAN REMAJA SMPN DESA MUARA JAWAQ KECAMATAN MOOK MANAR BULATN, KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Firman Sahroni
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Sekarang ini perkembangan teknologi komunikasi sangat pesat dan sangat mudah. hampir semua orang sekarang dapat berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Sesuai dengan perkembangan zaman teknologi komunikasi semakin berkembang dan terus berkembang. dengan adanya perkembangan yang semakin canggih kita dapat mudah terhubung dengan daerah-daerah lain dengan cepat dan mudah. Kemajuan teknologi itu sama dengan sebuah pisau yang bisa membawa manusia ke dua arah yang berbeda, yang pertama bisa membawa manusia ke jalan yang baik dengan segala kecanggihan yang dimiliki membuat manusia mendapat kemudahan di segala bidang (dampak positif) sedangkan yang kedua bisa membawa manusia ke dalam kesengsaraan yang disebabkan oleh penyalahgunaan kemajuan teknologi itu sendiri sendiri (dampak negatif) oleh karena itu kemajuan teknologi itu bisa berdampak positif dan dapat pula berdampak negatif, tergantung ke arah mana kita menjalankannya seperti yang terjadi di desa Muara Jawaq Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian, pada penelitian dengan judul “Study Proses Terjadinya Seks Bebas Dikalangan Remaja Di SMPN Desa Muara Jawaq Kecamatan, Mook Manar Bulatn” maka dapat di kemukakan bahwa bahwa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial yang di tinjau dari perubahan teknologi, ekonomi, pendidikan dan tatanan sosial, yang menjadi penyebab utama adalah perubahan dari aspek teknologi dimana masyarakat di desa Muara Jawaq terutama para remaja tidak bisa menggunakan smart phone mereka dengan baik dan salah mamanfaatkan fasilitas yang diberikan orang tuanya hal ini tidak sesuai dengan apa yang anak mereka sampaikan kepada orang tua mereka saat mereka meminta smart phone bahwa hand phone mereka untuk mengerjakan pr akan tetapi nyatanya bahwa smart phone mereka hanya di pergunakan untuk chatingan facebook’an , bbm,an dan browsing hal-hal negatif yang tersedia di dalam internet hal ini di perparah dengan ketidak tahuan orang tua dalam menggunakan smart phone sehingga membuat para orang tua tidak biasa mengawasi dan mengkontrol penggunaan hp setiap waktu paling tidak setiap sepulang dari ladang karena sebagian masyarakat Muara Jawaq adalah petani karet dan buruh sawit, Bahkan dari kasus hamil di luar nikah kebanyakan bermula pada penyalahgunaan smart phone mereka yang hanya di pergunakan untuk hal yang di rasa tidak penting seperti pacaran karena para dari keterangan pelaku mereka mendapatkan pacar dari bermain facebook dan bbman dan berlanjut pada hal-hal negatif lainnya seperti nonton film porno dan mencari informasi yang negatif dari internet seperti ngelem, rokok elektrik dan campuran untuk mengoplos minuman keras yang memabukkan dan berujung pada seks bebas di kalangan remaja.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kenakalan remaja, Seks Bebas, Perubahan sosial
  • NIM: 130203506
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang M.A., Sariffudin.S.sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (05-16-18-02-39-58).pdf (79 kB)

KAJIAN MOTIF PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI MODUS OPERANDI DI LINGKUNGAN KELUARGA (Sabda Tuliah)

Submitted by: ,
On: Apr 24, 2018 @ 12:08 PM
IP: 110.137.216.17

  • Judul artikel eJournal: KAJIAN MOTIF PELAKU KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI MODUS OPERANDI DI LINGKUNGAN KELUARGA
  • Pengarang (nama mhs): Sabda Tuliah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Informan diambil melalui teknik purposive sampling dengan tujuan mengungkap secara jelas dan detail bagaimana informan memaknai dunia personal dan sosialnya. Teknik analisa data yang dilakukan melalui observasi dan interview dengan komponen-komponen seperti data managing, reading/memoing, describing, classifying, interpreting, representing/visualizing (Creswall, 2007:156-157). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motif masa lalu (because motive) yang mempengaruhi seseorang berperilaku salah di masa kini. Kondisi salah di masa lalu tersebut akan berkembang dengan motif-motif masa kini yang mempengaruhinya (in order to motive). Seluruh informan kurang mendapatkan sosialisasi awal di masa lalu terutama dalam pemahaman agama dari orang tua dan keluarganya. Sedangkan motif masa kini (in order to motive) berupa alasan-alasan yang dikemukakan oleh pelaku seperti istri jarang di rumah, kurangnya komunikasi suami istri serta seringnya menonton film porno mempengaruhi pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap anak. Berdasarkan dari hasil penelitian di atas di rekomendasikan kepada setiap keluarga mengajarkan konsep moral, pemahaman agama, membangun komunikasi yang baik dan kedekatan dalam berinteraksi kepada anggota keluarga, serta lingkungan sosialnya. Disarankan pula agar pemerintah khususnya aparat penegak hukum memberikan sanksi yang sangat tegas terhadap para pelaku dan konsisten melindungi anak korban dengan mengoptimalkan program-program perlindungan yang ada.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Motif pelaku, pelaku kekerasan seksual, modus operandi, lingkungan keluarga
  • NIM: 1302035032
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS., Dra. Hj. Asneli Asbi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (04-24-18-12-08-10).pdf (89 kB)

PERAN TOKOH MASYARAKAT MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA TORAJA DI KELURAHAN MALUANG KABUPATEN BERAU (Rahelia Barande)

Submitted by: ,
On: Apr 22, 2018 @ 7:49 AM
IP: 110.137.216.17

  • Judul artikel eJournal: PERAN TOKOH MASYARAKAT MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA TORAJA DI KELURAHAN MALUANG KABUPATEN BERAU
  • Pengarang (nama mhs): Rahelia Barande
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah sosial yang sangat lumrah terjadi ditengah-tengah masyarakat, masalah ini merupakan masalah sosial yang harus dikaji terus menerus karena, penyakit masyarakat ini tidak bisa kita pandang sebelah mata karena dari remajalah yang menentukan masa depan suatu bangsa. Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik dirumah, sekolah atau dilingkungan pertemanannya. Rumusan Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peran Tokoh Masyarakat Menanggulangi Kenakalan Remaja Toraja di Kelurahan Maluang. Berpartisipasi dalam pembinaan/pendidikan moral, inisiatif membantu mencarikan lapangan kerja, mencarikan solusi terkait masalah yang timbul di masyarakat (perkelahian, perjudian, pencurian, dan sex bebas). Hasil penelitian tentang Peran Tokoh Masyarakat Menanggulangi Kenakalan Remaja Toraja di Kelurahan Maluang Kabupaten Berau, dalam menjalankan perannya tokoh masyarakat bekerjasama dengan orang tua yang anaknya sering melakukan penyimpangan dalam hal ini kenakalan yang dapat merusak lingkungan. Adapun dalam penanggulangan masalah kenakalan remaja para tokoh masyarakat menemui kesulitan terutama dalam hal dana untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bagi anak-anak remaja dikelurahan yang tidak memiliki pekerjaan, untuk membangun kegiatan-kegiatan yang positif. Terkait hasil penelitian tersebut maka dapat di sarankan hal-hal sebagai berikut: Tokoh Masyarakat mewajibkan berbagai program yang dinilai bermanfaat dan memiliki pengaruh yang baik untuk pembentukan karakter remaja memberikan bimbingan/arahan, ajaran agama, serta sosialisasi tentang bahaya pergaulan bebas secara terjadwal.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, tokoh, masyarakat, kenakalan, remaja, toraja
  • NIM: 1302035111
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Sutadji, MM., Sarifudin,S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .doc, max. 2 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (04-22-18-07-49-22).pdf (79 kB)
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (04-22-18-07-49-22).doc (115 kB)

PERANAN KEPALA ADAT DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH PADA SUKU DAYAK BENUAQ DI DESA SAKAQ LOTOQ KECAMATAN MOOK MANAR BULATN KABUPATEN KUTAI BARAT (Koresy Olifvianti)

Submitted by: ,
On: Apr 22, 2018 @ 7:42 AM
IP: 110.137.216.17

  • Judul artikel eJournal: PERANAN KEPALA ADAT DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA TANAH PADA SUKU DAYAK BENUAQ DI DESA SAKAQ LOTOQ KECAMATAN MOOK MANAR BULATN KABUPATEN KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): Koresy Olifvianti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini di latar belakangi Tanah sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia karena setiap manusia akan memerlukan tanah sehingga tanah yang dapat dikuasai oleh manusia sangatlah terbatas sehingga menimbulkan sebuah konflik sengketa tanah, seperti yang terjadi pada Suku Dayaq Benuaq Didesa Sakaq Lotoq. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif sedangkan jenis penelitiannya adalah deskriptifmengatakan bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambaran dan bukan angka-angka. Analisis data yang digunakan adalah analisis data secara secara kualitatif yaitu pertama yang dilakukan cara pengumpulan data secara langsung, kemudian penyederhanaan data, setelah itu penyajian data, dan yang terakhir adalah penarikan kesimpulan dari data yang ada. Berdasarkan Hasil penelitian yangdiperoleh bahwa pola penyelesaian sengketa tanah pada suku Dayak Benuaq didesa Sakaq Lotoq Kecamatan Mook Manaar Bulatn adalah melalui Mediasi,Negosiasi,Koalisi dan pengadilan adat karena lebih mementingkan azas kekeluargaan. Peranan Kepala Adat dalam menyelesai sengketa tanah masyarakat Suku Dayak Benuaq dalam persekutuan hidup bersamatidak mungkin dapat menyelesaikan masalahnya sendiri kecuali adanyacampur tangan pihak pengurus Adat yang ada didesa, karena itu untukmenyelesaikan segala permasalahan dalam masyarakat semua tertumpukepada Kepala Adat. Hal ini sebagai tempat bagi masyarakat dalammenyelesaikan permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh anggotamasyarakat adat salah satunya jika mereka terlibat dalam persengketaan tanah dansatu-satunya tempat masyarakat meminta pendapat mengenaipenyelesaian sengketanya hanya kepada Kepala Adat. Kepala Adat suku dayak benuaq didesa Sakaq Lotoqmemiliki peranan yang sangatlah penting dalam menyelesaikan sengketa tanah sebagai penengah antar kedua belah pihak yang bersengketa sebagai PenengahKepala Adat harus bersikap adil, tidak boleh memihak atau berat sebelah,sebagai pemberi solusi kepada kedua belah pihak yang bersengketa Hakim Pendamai dalam mengambil sebuah Keputusan yang seadil – adilnya sehinggat tidak ada pihak yang akan merasa dirugikan
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kepala Adat, Sengketa Tanah
  • NIM: 1302035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si., Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_GENAP-1 – Copy (04-22-18-07-42-30).pdf (76 kB)

PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DISABILITAS DI KOTA BALIKPAPAN (Tri Puji Arianti)

Submitted by: ,
On: Mar 23, 2018 @ 2:15 AM
IP: 180.248.98.227

  • Judul artikel eJournal: PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DISABILITAS DI KOTA BALIKPAPAN
  • Pengarang (nama mhs): Tri Puji Arianti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Disabilitas di Kota Balikpapan belum sejahtera terbukti dari jumlah disabilitas di Kota Balikpapan 1547 dan yang mendapatkan bantuan hanya 48 Disabilitas. Dalam meningkatkan kesejahteraan Disabilitas di Kota Balikpapan mencangkup empat aspek yaitu aksesibilitas, kesamaan kesempatan, reahabilitas dan bantuan sosial. Rumusan Masalah berdasarkan latar belakang dalam penelian ini adalah Bagaimana Peran Dinas dalam meningkatkan kesejahteraan Disabilitas di Kota Balikpapan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peran Dinas Sosial Kota Balikpapan dalam meningkatkan kesejahteraan Disabilitas. Penelitian ini menggunakan teori Pembangunan Manusia yang dikemukakan oleh Alexander (1994) yang terdiri dari Arah Pengembangan Konsep Pembangunan Manusia serta Pemberdayaan Masyarakat. Untuk mengetahui peran Dinas Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan Disabilitas di Kota Balikpapan terkait kesejahteraan sosial Disabilitas terdapat ruang lingkup perlindungan dan pemberdayaan yang meliputi aksesbilitas, kesamaan kesempatan, rehabilitasi dan bantuan sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dimana peneliti memaparkan dan menjelaskan data yang diperoleh dari temuan-temuan dilapangan yang diperoleh dari beberapa informan melalui kata-kata atau kalimat. Dari hasil analisis data menurut informan dan penemuan di lapangan dapat disimpulkan mengenai beberapa masalah yang dihadapi Dinas Sosial saat ini meliputi belum menyediakan infrastruktur yang memadai dan belum dapat memudahkan akses pelayanan serta terbatasnya anggaran yang ada. Penyandnag Disabilitas menghadapi persoalan yang berkenaan dengan kesejahteraan mereka, dilihat dari masih sulitnya aksesbilitas dalam memperoleh kesempatan yang sama dan ketersediaan fasilitas khusus bagi penyandang Disabilitas yang masih terbilang minim serta belum tersedianya rehabilitas yang memadai yang menjamin pelayanan kesehatan para penyandnag Disabilitas.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kesejahteraan, Disabilitas, Dinas Sosial
  • NIM: 1302035040
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Sutadji, MM., Sarifudin,S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (03-23-18-02-14-59).pdf (70 kB)

PERAN WANITA BEKERJA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI DESA MUARA MUNTAI ILIR KECAMATAN MUARA MUNTAI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (Asmara)

Submitted by: ,
On: Mar 20, 2018 @ 12:36 AM
IP: 36.83.62.130

  • Judul artikel eJournal: PERAN WANITA BEKERJA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DI DESA MUARA MUNTAI ILIR KECAMATAN MUARA MUNTAI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
  • Pengarang (nama mhs): Asmara
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Peran wanita memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, banyak diantara mereka harus bekerja sambil mengurus rumah tangga, pekerjaan yang mereka kerjakan tersebut adalah untuk membantu meringankan beban suami sehingga kebutuhan keluarga dapat terpenuhi. Karena hanya dengan mengharapkan dari penghasilan suami belum tentu tercukupi. Ada banyak kebutuhan di dalam kehidupan keluarga seperti makanan, pakaian, pendidikan dan kesehatan. Keterlibatan mereka bekerja diluar urusan rumah tangga sebagian besar dikarenakan tuntutan ekonomi. Kondisi perekonomian yang lemah memaksa wanita turut bekerja membantu suaminya dalam rangka mendapatkan penghasilan tambahan. Mengingat mayoritas pekerjaan penduduk Desa Muara Muntai sangat berbeda-berbeda antara lain sebagai pegawai (PNS), Nelayan, Pedagang, Petani dan lain-lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memiliki sikap peran wanita bekerja dan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan fokus penelitian peran wanita bekerja yang meliputi peran wanita bekerja sebagai Pegawai (PNS), Pedagang, Nelayan, Petani dan Peningkatan kesejahteraan keluarga yaitu Peran Ibu dalam pemenuhan pendidikan anak, Sarana Transportasi, Renovasi (Rumah), Tabungan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi dan di dukung dengan sumber data sekunder yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti hampir semua informan mengatakan pemenuhan kebutuhan pendidikan anak dapat diketahui bahwa mereka masih mempunyai anak berusia sekolah. Mereka juga berpendapat bahwa pendidikan itu penting untuk anak-anak. Pendidikan di dalam keluarga merupakan yang utama bagi mereka, suami mereka juga ikut membantu mengajarkan pendidikan dalam keluarga bagi anak-anak mereka. Kewajiban ini merupakan tanggung bersama bagi orang tua di dasarkan oleh kasih sayang bagi anak-anaknya. Sehingga dalam pemenuhan pendidikan harus tercukupi bagi mereka.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Wanita Bekerja, Kesejahteraan Keluarga
  • NIM: 1202035063
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Pof.Dr. Hj. Nur Fitriyah,M.S., Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (03-20-18-12-36-32).pdf (72 kB)

PRAKTIK SOSIAL KOMUNITAS PUNK BLACK WATER STREET CREW DI KOTA SAMARINDA (Rina Kemuning Retnawati)

Submitted by: ,
On: Mar 19, 2018 @ 3:55 AM
IP: 36.83.62.130

  • Judul artikel eJournal: PRAKTIK SOSIAL KOMUNITAS PUNK BLACK WATER STREET CREW DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rina Kemuning Retnawati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mendeskripsikan ranah kehidupan komunitas punk. 2) mendeskripsikan bentuk-bentuk modal yang digunakan untuk menghidupkan prkatik komunitas punk. 3) mendeskripsikan bagaimana anggota punk mengumpulkan dan menukarkan modal. 4) mendeskripsikan bagaimana komunitas punk membangun habitus bersama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa/aktivitas/lokasi dan dokumen. Informan yang dipilih yaitu komunitas punk kota Samarinda. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah klasifikasi data, trianggulasi data, dan kategorisasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa habitus komunitas punk bermacam-macam dari gaya hidup fashion, dan gaya hidup punk. Gaya hidup fashion ini terlihat dari style komunitas seperti mengenakan baju hitam yang sudah kumal, memakai aksesoris atau atribut punk. Gaya punk ini terlihat dari kebiasaan sehari-hari yang mereka lakukan di jalan maupun di tempat ngumpul seperti ngamen, nye-treet, mengadaan event musik, makan bareng, tidur bareng dan lain sebagainya yang dilakukan bersama-sama. Pemilihan lokasi yang strategis sangat berpengaruh terhadap eksistensinya komunitas tersebut. Penggunaan modal seperti modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolis berbeda dari individu maupun komunitas baik dari golongan pekerja, street punk, dan pelajar. Hasil dari praktik komunitas punk black water street crew adalah terbentuknya street punk aktif dari golongan street punk yaitu mereka yang aktif di jalan dan masih aktif kegiatan punk, street punk pasif dari golongan pelajar yaitu mereka hanya ikut saat komunitas punk mengadakan event musik selain itu juga golongan ini menggunakan slyte punk lengkap saat acara gigs punk, dan terakhir penikmat musik dari golongan pekerja yaitu mereka yang hanya gemar atau menyukai musik beraliran rock sehingga mereka datang ke event musik punk.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Praktik, Komunitas Punk
  • NIM: 1302035033
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si., Dr. Aji Qamara Hakim, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_GENAP-1 – Copy (03-19-18-03-55-21).pdf (86 kB)

DISFUNGSI KELUARGA PADA REMAJA KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR (Delta Dzulhijjah Maha Putri)

Submitted by: ,
On: Feb 28, 2018 @ 2:01 AM
IP: 36.74.226.164

  • Judul artikel eJournal: DISFUNGSI KELUARGA PADA REMAJA KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Delta Dzulhijjah Maha Putri
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Jika salah satu dari anggota keluarga tidak menjalankan fungsinya maka akan mengakibatkan disfungsi keluarga. Di karenakan adanya disfungsi keluarga terjadi permasalahan atau penyimpangan baru salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba yang di lakukan oleh anggota keluarga. Rumusan masalah, bagaimanakah disfungsi keluarga yang terjadi pada remaja korban penyalahgunaan narkoba. Tujuan, untuk menggambarkan dan menganalisa bentuk disfungsi keluarga. Teori yang di gunakan, struktural fungsional Roberrt K. Merton yang erat kaitannya dengan disfungsi keluarga dan Paul B. Harton & Chester untuk melihat fungsi-fungsi keluarga yang tidak berjalan. Jenis penelitian yaitu fenomenologi kualitatif. Fokus penelitian adalah fungsi-fungsi keluarga yang kurang atau tidak berjalan seperti disfungsi pengaturan seksual, disfungsi reproduksi, disfungsi sosialisasi, disfungsi afeksi, disfungsi penentuan status, disfungsi perlinungan dan disfungsi ekonomi. Teknik pengumpulan data, observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan fenomenologi menurut Creswell. Hasil penelitian, bentuk disfungsi keluarga informan, disfungsi sosialisasi, kurangnya pemberian tentang pemahaman norma, nilai dan aturan di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat dan tidak adanya pendidikan informal dari keluarga. Disfungsi afeksi, kurangnya kedekatan dan keterbukaan antara orangtua ke anak maupun anak ke orangtua secara fisik dan perasaan. Disfungsi penentuan status, bentuk pola asuh orangtua yang sangat keras dan bahkan adapula yang sangat lemah. Disfungsi perlindungan, kurangnya pengawasan yang di lakukan secara optimal oleh keluarga dan disfungsi ekonomi menggambarkan ketidakmampuan anak memahami kondisi orangtuanya sehingga menjadikan ekonomi sebagai alasan mereka mengkonsumsi dan mengedarkan narkoba. Tidak adanya pemberian pengetahuan baik secara fisik maupun non fisik oleh keluarga secara khusus kepada anak dengan baik membuka peluang yang besar bagi anak untuk mencari kesenangan di luar rumah bersama teman-teman sepermainannya yang seharusnya pemahaman itu mereka dapatkan di tengah-tengah keluarga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Disfungsi, Keluarga, Remaja, Narkoba
  • NIM: 1302035140
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M.Si, Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil-1 – Copy (02-28-18-02-01-12).pdf (67 kB)