PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LEMBAGA ZAKAT DOMPET DHUAFA KOTA SAMARINDA (Rika Kurnia)

Submitted by: ,
On: Jul 22, 2019 @ 10:29 PM
IP: 182.1.209.24

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP LEMBAGA ZAKAT DOMPET DHUAFA KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rika Kurnia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Persepsi Masyarakat Terhadap Lembaga Zakat Dompet Dhuafa Kota Samarinda. Dompet dhuafa juga telah hadir di salah satu pulau terbesar di Indonesia Kalimantan Timur Kota Samarinda, keberadaannya di Kota Samarinda telah mencapai 9 tahun. Dalam kurun waktu tersebut dompet dhuafa telah memberikan kontibusinya kepada masyarakat Kota Samarinda yaitu salah satu program bantuan yang telah diberikan ialah kampung ternak, keberadaan kempung ternak ini telah ada selama 3 tahun semenjak 2016 sampai sekarang. Dari hal tersebut maka penulis tertarik untuk membuat judul “Persepsi Masyarakat Terhadap Lembaga Zakat Dompet Dhuafa Kota Samarinda” dengan rumusan masalah Bagaimana persepsi masyarakat Kelurahan Lempake RT 10 terhadap Lembaga Zakat Dompet Dhuafa. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendiskripsikan persepsi masyarakat Kelurahan Lempake RT 10 terhadap Lembaga Zakat Dompet Dhuafa. Teori yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan teori persepsi yang merupakan hasil dari pandangan pancaindra terhadap objek yang diamati (Suharman). Serta menggunakan metode Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan fokus persepsi terhadap lembaga zakat dan program kampung ternak. Sumber dan jenis data menggunakan teknik purposive sumpling, dengan sumberdan jenis data primer, sekunder,dan teknik pengumpulan data Library Research, Field Research serta Analisis Data Kualitatif Model Interaktif (Milles, Huberman dan Saldana) dengan langkah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap lembaga zakat dompet dhuafa ditanggapi dengan baik dan terbantu adanya dompet dhuafa dilingkungan masyarakat lempake, sebab masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan dan penghasilan serta modal sendiri. Disisi lain masyarakat juga berterimakasih atas bantuan yang diberikan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, Lembaga Zakat Dompet Dhuafa
  • NIM: 1302035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hartutiningsih, M.S, Drs. Badruddin Nasir. M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (07-22-19-10-29-49).pdf (811 kB)

Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Pola Interaksi Keluarga studi Kasus Asrama Polisi Kecamatan Samarinda Utara (Desi Eka Dendean)

Submitted by: ,
On: Jul 22, 2019 @ 10:20 PM
IP: 182.1.209.24

  • Judul artikel eJournal: Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Pola Interaksi Keluarga studi Kasus Asrama Polisi Kecamatan Samarinda Utara
  • Pengarang (nama mhs): Desi Eka Dendean
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan gadget terhadap pola interaksi keluarga di asrama polisi Kecamatan Samarinda Utara. Gaya hidup yang sudah semakin maju dengan hubungan di antara keluarga moderen beberapa dari keluarga tersebut mengalami perubahan gaya hidup yang seharusnya keluarga harus saling mengayomi di mana keluarga seharusnya mempunyai intensitas hubungan satu sama lain, antara ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, maupun anatar anak dan anak, tetapi di sini peneliti melihat struktur yang seharusnya berjalan dengan tersusun tidak berlaku di karnakan sibuknya masing-masing tiap anggota keluarga sibuk memainkan gadget yang di miliki setiap individu hal ini lah yang dapat mengganggu intraksi keluarga di karnakan kurangnya komunikasi dan perhatian yang di berikan. Oleh karna itu, penulis bermaksud melakukan penelitian yang berada di Asrama Polisi Kecamatan Samarinda Utara. Rumusan masalah, Apakah terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap pola interaksi keluarga di asrama polisi Kecamatan Samarinda Utara? Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif stastistik, dengan informan sebanyak 67 orang menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan dan kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif berupa regresi linier sederhana. Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Penggunaan Gadget Terhadap Pola Interaksi Keluarga studi Kasus Asrama Polisi Kecamatan Samarinda Utara. Dimana penggunaan gadget memberikan pengaruh pada pola interaksi sosial bagi setiap individu dalam sebuah keluarga. Pola interaksi asosiatif dalam bentuk kerjasama paling banyak digunakan responden untuk melakukan interaksi dengan sang anak, sedangkan pola interaksi disosiatif yang paling sering digunakan interaksi kontravensi dimana dalam menyatukan suatu pendapat dalam keluarga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): penggunaan gadget, pola interaksi keluarga.
  • NIM: 1302035163
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Sutadji M, Drs. MM, Drs. Badaruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (07-22-19-10-20-55).pdf (805 kB)

Strategi Bertahan Hidup Petani Gurem di Desa Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat (Andreas Assan)

Submitted by: ,
On: Jul 22, 2019 @ 10:05 PM
IP: 182.1.209.24

  • Judul artikel eJournal: Strategi Bertahan Hidup Petani Gurem di Desa Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat
  • Pengarang (nama mhs): Andreas Assan
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Desa Tukul merupakan salah satu Desa di Kalimantan Timur yang terletak di Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat dengan jumlah penduduk menurut mata pencaharian sebesar 637 orang yang terdiri dari berbagai profesi seperti pedagang, pegawai negeri sipil, petani dan pegawai perusahaan swasta dengan luas desa 7,05 km2. Mayoritas penduduk di Desa Tukul menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Sebagian besar petani di Desa Tukul merupakan petani gurem dan tergolong miskin. Kemiskinan membuat petani gurem tidak bisa memenuhi semua kebutuhan keluarganya, sehingga keluarga petani gurem harus menerapkan strategi bertahan hidup agar tetap bisa hidup ditengah keterbatasan yang dimiliki. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana strategi bertahan hidup petani Gurem di Desa Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Bagaimana strategi bertahan hidup petani gurem di Desa Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat, dan penelitian ini juga dimaksudkan untuk menambah khasanah keilmuan dan menjadi acuan agar instansi terkait dapat mengambil tindakan agar ada solusi bagi para petani Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive area. Penentuan subjek menggunakan metode snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode wawancara, observasi, dan dokumen. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi yang dilakukan petani gurem untuk tetap bertahan hidup yaitu: strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan. Strategi aktif yang dilakukan petani gurem yaitu dengan mencari pekerjaan sampingan, angota keluarga ikut bekerja dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Strategi pasif yang dilakukan petani kecil yaitu dengan menerapkan pola hidup hemat. Strategi jaringan yang yang dilakukan petani gurem yaitu meminta bantuan kepada jaringan sosial yang mereka miliki, baik jaringan formal maupun jaringan informal.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi, Bertahan Hidup, Petani Gurem, Desa Tukul
  • NIM: 1202035121
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe. M. Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (07-22-19-10-05-32).pdf (805 kB)

Persepsi Masyarakat Dayak Terhadap Masyarakat Pendatang Pasca Perkelahian Antar Suku di Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat (Dede Erzaliawan)

Submitted by: ,
On: Jul 5, 2019 @ 10:44 AM
IP: 36.75.92.208

  • Judul artikel eJournal: Persepsi Masyarakat Dayak Terhadap Masyarakat Pendatang Pasca Perkelahian Antar Suku di Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat
  • Pengarang (nama mhs): Dede Erzaliawan
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Dalam Penelitian ini yang dilaksanakan, guna menjelaskan Persepsi Masyarakat Dayak Terhadap Masyarakat Pendatang Pasca Perkelahian Antar Suku di Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan dikelurahan Barong Tongkok Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan, observasi, wawancara yang mendalam, dan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Persepsi Masyarakat Dayak pada umumnya mengenai kejadian perkelahian antar suku di Barong Tongkok adalah murni kesalahpahaman antara Warga Dayak dan Warga Bugis. Sedangkan Persepsi masyarakat Bugis terhadap kejadian tersebut adalah murni tindak kriminalitas yaitu aksi pengeroyokan. Adapun upaya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Barat yaitu Turun langsung ketempat kejadian guna mencegah aksi yang membuat kerusuhan, dan mempertemukan Tokoh-tokoh Adat dan Tokoh-tokoh masyarakat dari kedua belah pihak, menyiapkan tempat pengungsian bagi korban pembakaran di Lamin Taman Budaya Sendawar Barong Tongkok, membubarkan paksa massa dan mendatangkan bantuan satuan pengamanan gabungan dari TNI dan POLRI dari Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, Masyarakat, Perkelahian, Suku, Barong Tongkok
  • NIM: 1202035097
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badaruddin Nasir, M.Si Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (07-05-19-10-44-34).pdf (795 kB)

Faktor Utama Anak Putus Sekolah di Desa Tasuk Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau. (Mariyana)

Submitted by: ,
On: Jul 3, 2019 @ 11:25 PM
IP: 114.125.202.135

  • Judul artikel eJournal: Faktor Utama Anak Putus Sekolah di Desa Tasuk Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau.
  • Pengarang (nama mhs): Mariyana
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Faktor Utama Anak Putus Sekolah di Desa Tasuk Kecamatan Gunung Tabur Kabupaten Berau. Hal yang melatar belakangi ialah terdapat 245 anak dan 12 diantaranya anak yang putus sekolah, sehingga apa yang menjadi faktor utama anak putus sekolah menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini. Teknik analisis data dalam metode ini ialah klasifikasi data, trianggulasi data, kategorisasi, deskripsi dan interpretasi data. Fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu; (1) Ekonomi Keluarga (2) Suasana Keluarga (3) Sikap Orangtua. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian Purposive Sampling yaitu bertanya kepada informan yang dianggap paling tahu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu faktor anak putus sekolah adalah faktor ekonomi, sebab kemampuan ekonomi orangtua hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, keadaan seperti inilah yang mengakibatkan anak putus sekolah dan lebih memilih membantu orangtua. Selain itu suasana keluarga merupakan salah satu faktor yang meyebabkan anak putus sekolah yaitu hubungan antar anggota keluarga yang kurang harmonis dan perhatian orangtua sangat berpengaruh karena semakin rendah perhatian yang diterima maka kecenderungan timbulnya anak merasa tidak diperhatikan. Dan Sikap orangtua yang tidak tegas kepada anaknya, sehingga anak lebih memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya, menunjukkan bahwa alasan selanjutnya karena kesadaran terhadap pentingnya pendidikan masih sangat minim.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Faktor Utama, Putus Sekolah
  • NIM: 1402035087
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS, Drs. Martinus Nanang. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (07-03-19-11-25-10).pdf (797 kB)