Partisipasi Masyarakat Dalam Meningkatkan Budaya Hidup Sehat di RT 22 Jalan Ir. Sutami Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda. (Novia Wahyuning Rahmawati)

Submitted by: ,
On: Oct 22, 2019 @ 10:36 PM
IP: 114.125.204.176

  • Judul artikel eJournal: Partisipasi Masyarakat Dalam Meningkatkan Budaya Hidup Sehat di RT 22 Jalan Ir. Sutami Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda.
  • Pengarang (nama mhs): Novia Wahyuning Rahmawati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rendahnya partisipasi masyarakat Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda tersebut diindikasikan dengan kurangnya masyarakat berpartisipasi dalam bentuk nyata dan tidak nyata. Partisipasi masyarakat dalam bentuk nyata ialah partisipasi dalam bentuk tenaga, uang maupun harta benda (material). Sedangkan partisipasi dalam bentuk tidak nyata yaitu partisipasi buah pikiran dan partisipasi pengambilan keputusan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian yang bersifat kualitatif deskriftif, yaitu penelitian yang bertujuan membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian – kejadian tanpa melakukan pengujian hipotesis. Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu fakta (fact finding). Dimana hasil penelitian ditekankan pada gambaran yang objektif tentang keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti. Ketua RT 22 mengatakan bahwa masyarakat Kelurahan Karang Asam Ulu yang berpartisipasi dalam bentuk nyata untuk meningkatkan budaya hidup sehat dalam bentuk tenaga seperti membersihkan selokan, mencabut rumput hanya beberapa warga saja, sedangkan masyarakat yang berpartisipasi dalam bentuk uang yaitu seperti halnya sumbangan atau iuran kebersihan sebesar Rp 20.000,- setiap bulannya untuk upah petugas kebersihan sampah. Adapun masyarakat yang miskin atau kurang mampu diringankan untuk tidak membayar sumbangan atau iuran tersebut. Ada juga sebagian warga lain yang memilih untuk membuang sampahnya sendiri ke TPS terdekat. Begitu juga dengan partisipasi dalam bentuk harta benda (material) misalnya seperti pot, tanaman dan wastafel. Partisipasi dalam bentuk tidak nyata yaitu partisipasi buah pikiran dan partisipasi pengambilan keputusan dimana masyarakat telah memberikan saran mereka didalam rapat dan ditanggapi oleh Ketua RT, akan tetapi keterlibatan masyarakat masih rendah dalam meningkatkan budaya hidup sehat. Masyarakat juga memberikan pendapat mereka untuk rancangan atau perencanaan mereka dalam meningkatkan budaya hidup sehat, tetapi pada kenyataannya dilapangan masih terdapat masyarakat yang tidak terlibat atau berpartisipasi dalam meningkatkan budaya hidup sehat tersebut. Maka dari itu masyarakat Kelurahan Karang Asam Ulu dalam berpartisipasi untuk meningkatkan budaya hidup sehat masih belum optimal.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Partisipasi, Masyarakat, dan Budaya Hidup Sehat
  • NIM: 1202035007
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nurfitriyah, M.Si, Drs. H. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (10-22-19-10-36-27).pdf (791 kB)

Persepsi Masyarakat Terhadap Pergeseran Nilai Mahar Perkawinan Orang Bugis Di Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan (Muharif)

Submitted by: ,
On: Oct 17, 2019 @ 8:31 PM
IP: 114.125.219.45

  • Judul artikel eJournal: Persepsi Masyarakat Terhadap Pergeseran Nilai Mahar Perkawinan Orang Bugis Di Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan
  • Pengarang (nama mhs): Muharif
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pergeseran nilai mahar di desa bukit aru indah dan faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran nilai mahar. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagai mana persepsi masyarakat Di Desa Bukit Aru Indah terhadap pergeseran nilai mahar perkawinan orang bugis. Dilihat dari bebrapa penyebab, sebagai berikut: 1. Status sosial dilihat dari latar belakang keturunanya, seperti Petta, Daeng dan Andi. 2. Dilihat dari tingkat pendidikan pihak perempuan.3. Wilayah bertempat tinggal.teknik pengumpulan data menggunakan penelitian lapangan yang terdiri dari obsevasi dan wawancara. Menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jawaban dari pertanyaan tanggapan masyarakat, perbedaan mahar, faktor-faktor pergeseran,mahar, jumlah pemberian maha, mayoritas pekerjaan masyarakat dan pendapatan masyarakat. Masyarakat mampu memberikan jawaban yang mudah di mengerti. Kesimpulan penelitian ini adalah 1. Persepsi Masyarakat Di sulawesi masyarakat memaknai mahar memiliki nilai-nilai tradisi yang harus dipertahankan secara turun-temurun, tetapi masyarakat khususnya orang bugis di desa bukit aru indah memaknai mahar hanya sebagai simbol dan di anggap tidak mempengaruhi nilai-nilai budaya pernikahan. 2. Faktor Pergeseran Mahar, Dari hasil penelitian, peneliti mendapatakan beberapa faktor yang menyebabkan mahar bisa berger yaitu ada tiga faktor penyebab, yaitu sebagai berikut: 1. Faktor ekonomi. 2. Faktor wilayah. 3. Faktor kebiasaan. Saran penelitian ini adalah Disarakan agar masyarakat Di Desa Bukit Aru Indah tidak melupakan semua tradisi dari nenek moyang dan selalu menjaga semua adat maupun tradisi yang sudah ada sejak jaman dulu, meskipun tidak tinggal di tanah orang bugis asli. Diharapkan penelitian ini bisa membantu penelitian-penelitian yang berkaitan dengan judul skripsi ini.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): pergeseran, mahar.
  • NIM: 1202035071
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badaruddin Nasir M.Si ,Sarifuddin, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (10-17-19-08-31-27).pdf (819 kB)

Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Masyarakat Desa Modang Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser) (Aditya Herlambang)

Submitted by: ,
On: Oct 17, 2019 @ 5:15 PM
IP: 114.125.219.141

  • Judul artikel eJournal: Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus Masyarakat Desa Modang Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser)
  • Pengarang (nama mhs): Aditya Herlambang
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan PNPM Pedesaan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PNPM Pedesaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi di Desa Modang tempat penelitian berlangsung. Adapun wawancara dilakukan mulai Ketua pengurus PNPM Kecamatan, kantor desa serta masyarakat Desa Modang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan PNPM Pedesaan ini dianggap gagal dalam menciptakan program pemberdayaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya, rata-rata masyarakat desa Modang masih berada pada tingkat keluarga sejahtera tahap I, yang mana masyarakat hanya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan PNPM ini antara lain; 1) kurangnya informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bantuan kegiatan dalam PNPM Pedesaan, 2) Masyarakat merasa kesulitan dalam pengangsuran pinjaman dari program SPP sehingga menyebabkan kemacetan angsuran pada salah satu kelompok, 3) masyarakat kurang mengerti tentang potensi yang ada di desa Modang sehingga pengambilan keputusan program kegiatan pembangunan menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, peran dan fungsi dari pemerintah daerah dan BKM/LKM (Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat) sebagai pelaksana program sangatlah penting dalam pelaksanaan PNMP Pedesaan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): PNPM Mandiri Pedesaan, Pemberdayaan, Kesejahteraan.
  • NIM: 1202035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Badruddin Nasir, M.Si, Ratna Purba. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (10-17-19-05-15-04).pdf (799 kB)

Peran Pendidik dalam Mengatasi Kenakalan Siswa-Siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lingang Bigung. (Supriadi)

Submitted by: ,
On: Oct 15, 2019 @ 11:42 AM
IP: 182.1.168.54

  • Judul artikel eJournal: Peran Pendidik dalam Mengatasi Kenakalan Siswa-Siswi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Lingang Bigung.
  • Pengarang (nama mhs): Supriadi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan pendidik dalam mengatasi kenakalan siswa-siswi, tingkat kenakalan siswa-siswi usia remaja dan untuk mengetahui hambatan yang di hadapi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara library research dan fild work research yaitu observasi, wawancara langsung dengan responden, arsip_arsip dan dokumen yang ada pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Linggang Bigung. Sumber data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu analisis data model intraktif, yang diawali dengan proses pengumpulan data, penyederhanaan data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conlution drawing). Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa secara umum, Peran Pendidik Dalam Mengatasi Kenakalan siswa-siswi di SMA N 1 Linggang Bigung di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): peran pendidik dalam mengatasi kenakalan siswa-siswi di SMAN 1 Linggang Bigung
  • NIM: 1202035027
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe. M. Si, Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (10-15-19-11-42-50).pdf (785 kB)

Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Aparatur Kecamatan Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat DiKecamatan Samarinda Ulu (Weldianus Kombong)

Submitted by: ,
On: Oct 15, 2019 @ 11:15 AM
IP: 36.74.234.127

  • Judul artikel eJournal: Persepsi Masyarakat Terhadap Kinerja Aparatur Kecamatan Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat DiKecamatan Samarinda Ulu
  • Pengarang (nama mhs): Weldianus Kombong
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Persepsi Masyarakat Tentang Kinerja Aparatur Kecamatan Dalam Memberikan Pelayanan Terhadap Masyarakat di Kecamatan Samarinda Ulu khususnya dalam kualitas pelayanan dan ketepatan waktu hasil pekerjaan, dan Faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam proses Pemberian Pelayanan terhadap Masyarakat diKecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Samarinda Ulu. Jenis penelitian ini dalah deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa data model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa Persepsi dari 6 (enam) orang masyarakat yang menjadi narasumber di ketahui bahwa tentang Kinerja Aparatur kecamatan dalam Memberikan Pelayanan Terhadap Masyarakat di Kecamatan Samarinda Ulu khususnya dalam kualitas pelayanan dan ketepatan waktu dari hasil pekerjaan aparatur Kecamatan Samarinda Ulu di temukan ketidak puasan dan perlu di tingkatkan lagi khususnya dalam proses Andministrasi Umum.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, kinerja, pelayanan publik.
  • NIM: 1302035162
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M. Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (10-15-19-11-15-17).pdf (811 kB)

Interaksi Sosial Antara Mantan Narapidana Perempuan dengan Masyarakat Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda (Ratna Suminar)

Submitted by: ,
On: Oct 15, 2019 @ 11:03 AM
IP: 36.74.234.127

  • Judul artikel eJournal: Interaksi Sosial Antara Mantan Narapidana Perempuan dengan Masyarakat Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Ratna Suminar
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial antara mantan narapidana perempuan dengan masyarakat Kelurahan Sidodadi. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya tindakan diskriminatif karena status mantan narapidana dan stigma negatif masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Sidodadi Kota Samarinda. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder dengan data statistik, monografi, dan kajian kepustakaan. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan terbangun proses interaksi sosial yang terdiri dari proses asosiatif (kerjasama, akomodasi dan asimilasi) dan proses disasosiatif (kontravensi). Mantan narapidana perempuan berjuang dengan jaringan keluarga, kepribadian yang kuat dan pantang menyerah, dimana mantan narapidana perempuan ini berhasil untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Meskipun ada juga mantan narapidana perempuan yang tidak sepenuhnya sukses kembali ke masyarakat, karena tidak adanya dukungan dari keluarga dan sikap mental yang lemah. Sikap negatif masyarakat dihadapi dengan cuek, percaya diri, bersikap biasa saja, ramah, menyapa, berkomunikasi, berubah dengan aktif mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat sekitar. Ada pula yang menghadapinya dengan menyembunyikan dirinya, tidak bersosialisasi, tidak berkomunikasi dan tertutup. Hambatan dalam proses interaksi sosial adalah stigma negatif masyarakat, tidak ada kesempatan bersosialisasi, tidak adanya rasa percaya diri mantan narapidana perempuan dan tidak adanya dukungan orang terdekat/keluarga. Solusi dari hambatan tersebut penjelasan kronologis dari kasus yang pernah dialami, kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan bermasyarakat, sikap mental yang kuat dan pantang menyerah, serta dorongan dan dukungan dari orang terdekat/keluarga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Interksi Sosial, Mantan Narapidana Perempuan.
  • NIM: 1302035177
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M. Si, Sarifudin, S.Sos.,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (10-15-19-11-03-36).pdf (796 kB)

Transparansi Pemerintah Desa Keliwai Kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat di Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). (Sisilia Serlita)

Submitted by: ,
On: Oct 13, 2019 @ 5:03 PM
IP: 182.1.212.158

  • Judul artikel eJournal: Transparansi Pemerintah Desa Keliwai Kecamatan Long Iram Kabupaten Kutai Barat di Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD).
  • Pengarang (nama mhs): Sisilia Serlita
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui transparansi pengelolaan ADD di Desa Keliwai, serta untuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Keliwai. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif – kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Juru Tulis, BPD, LPM, Karang Taruna, Ketua RT dan masyarakat umum Desa Keliwai dan data sekunder yaitu dari dokumen pengelolaan ADD. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik penelitian lapangan, yaitu wawancara dan observasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive atau bertujuan dengan memilih orang – orang yang dianggap mengetahui tentang pengelolaan ADD di Desa Keliwai. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa Transparansi pemerintah desa di dalam pengelolaan ADD di Desa Keliwai belum sepenuhnya transparan, baik dari tahap perencanaan sampai pertanggungjawaban. Transparansi dimulai dari musyawarah perencanaan pembangunan desa/MUSRENBANGDes sudah dilakukan di Desa Keliwai. Akan tetapi rencana kerja pemerintah desa dan anggaran pendapatan belanja desa tidak disosialisasikan kepada masyarakat. Sedangkan pelaksanaanya belum melibatkan masyarakat Desa Keliwai. Di dalam Pengawasan masyarakat juga tidak dilibatkan. Pemerintah desa juga tidak mensosialisasikan laporan pertanggungjawaban ADD kepada masyarakat desa, sehingga masyarakat desa tidak mengetahui persis penggunaan ADD. Kurangnya transparansi di dalam pengelolaan ADD ini antara lain disebabkan oleh kurangnya pemahaman Pemerintah Desa Keliwai mengenai Permendagri Nomor 114 Tahun 2017 tentang pengelolaan ADD.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Transparansi pemerintah desa, pengelolaan alokasi dana desa.
  • NIM: 1502035052
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, M.S, Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): format artikel E-Journal (10-13-19-05-03-26).pdf (669 kB)

Fenomena Body Shaming di Kalangan Mahsiswa (Rizka Diannur)

Submitted by: ,
On: Oct 8, 2019 @ 7:30 PM
IP: 182.1.202.26

  • Judul artikel eJournal: Fenomena Body Shaming di Kalangan Mahsiswa
  • Pengarang (nama mhs): Rizka Diannur
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Fenomena body shaming yang terjadi di kehidupan masa lalu mahasiswa. Fenomena ini kerap kali dialami perempuan dalam kehidupanny terlebih lagi dimasa lalu. Body shaming adalah tindakan atau penilaian individu kepada individu lainnya tentang tubuh maupun penampilan. Nilai-nilai dan standarisai yang berkembang di masyarakat mengenai tubuh dan penampilan ideal memberikan sugesti yang diinternalisasi individu sebagai paradigma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan body shaming yang terjadi dan untuk melihat respon dan dampak yang terjadi akibat body shaming. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yang akan menampilkan bagaimana mahasiswa menyadari proses body shaming yang dialamai dan apa dampak yang dihasilkan dari proses tersebut. Sumber data yang diperoleh dalam skripsi ini menggunakan teknik aksidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Penelitian memaparkan fenomena body shaming yang terjadi di kalangan mahasiswa dan dampak yang dialami. Ketiga partisipan mengalami penilaian dari lingkungan mengenai tubuhnya. Ketiga partisipan menginternalisasi penilaian lingkungan mengenai tubuh dan penampilannya. Internalisasi yang dilakukan menyebabkan partisipan memperhatikan tubuh mereka partisipan melakukan usaha mengurangi rasa malu yang sebenarnya tidak mengurangi body shaming, justru membuat partisipan mengalami body shaming. Partisipan melakukan perawatan gigi, perawatan wajah dan diet demi mengikuti standar penilaian dari lingkungan. Body shaming yang dialami partisipan menyebabkan mereka mengalami dampak positif yaitu lebih ke segi kesehatan dan memperbaiki penampilan. Dampak negatifnya yaitu partisipan mengalami kecemasan dan kurang percaya diri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Fenomena, pengalaman, body shaming, standarisasi.
  • NIM: 1202035014
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M,S, Drs. Sugandi, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (10-08-19-07-30-03).pdf (823 kB)

Peranan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima di Pasar Segiri Kota Samarinda (Devidyanto)

Submitted by: ,
On: Oct 8, 2019 @ 7:09 PM
IP: 182.1.202.26

  • Judul artikel eJournal: Peranan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima di Pasar Segiri Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Devidyanto
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima di Pasar Segiri Samarinda dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat Peran Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima di Pasar Segisi Samarinda. Metode penelitian ini yaitu pada jenis penelitian menggunakan penelitian deskritif kualitatif. Dengan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelitian kepustakaan, penelitian kelapangan melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian. Peran Satpol PP Samarinda dalam penertiban PKL adalah pembinaan dan sosialisasi. Penertiban dilakukan dengan bekerjasama berbagai instansi pemerintah daerah. Sosialisasi dilakukan sebagai fungsi Satpol PP selain tugas pokoknya penertiban. Penertiban, dalam kegiatan ini Satpol PP melakukakan penentuan tempat relokasi dan pembangunan tempat relokasi bersama-bersama dengan PKL, dan berkordinasi dengan dinas terkait mengenai lokasi penertiban PKL di Pasar Segiri Samarinda, karena Satpol PP selalu melakukan dialog dengan PKL untuk menentukan tempat relokasi dan PKL masih diberikan intensif-intensif lainnya yang berasal dari keinginan PKL sendiri. Tindakan setelah direlokasi , dalam kegiatan ini Satpol PP melakukan patroli rutinterhadap PKL yang sudah direlokasi dan memantau keberadaan PKL yang di pindahkan , selain itu Satpol PP juga melakukan dialog langsung kepada para pedagang mengenai perkembangan dagangan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Satuan Polisi Pamong Praja, Pedagang Kaki Lima
  • NIM: 1202035031
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Sarifudin, S.Sos., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (10-08-19-07-09-20).pdf (797 kB)

Peranan Perempuan Perajin Tenun Sarung Samarinda pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Cahaya Samarinda di dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Omik Bustomi)

Submitted by: ,
On: Oct 8, 2019 @ 6:59 PM
IP: 182.1.202.26

  • Judul artikel eJournal: Peranan Perempuan Perajin Tenun Sarung Samarinda pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Cahaya Samarinda di dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
  • Pengarang (nama mhs): Omik Bustomi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan dari Penelitian identifikasi profil Perajin Tenun Sarung Samarinda pada UKM Cahaya Samarinda. Penelitian ini merupakan deskriptif-kualitatif, dengan fokus (1). pendapatan rumah tangga perajin, (2). pengeluaran untuk konsumsi makanan rumah tangga, (3). pengeluaran untuk status dan keadaan tempat tinggal, (4). pengeluaran untuk pakaian anggota rumah tangga, (5). pengeluaran untuk anggaran kesehatan anggota keluarga dan (6). pengeluaran untuk pendidikan anggota keluarga. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga yang dihasilkan dari pendapatan suami istri atau anaknya yang sudah bekerja, adapun penggunaan pendapatan rumah tangga perajin tenun antara lain: (1). penggunaan pendapatan istri yaitu: (a). jajan anak-anak, (b). membeli kebutuhan dapur, (c). membeli pakaian anak-anak, (d). arisan dan ada juga yang ditabung. Keluarga perajin tenun merasa terbantu kebutuhan rumah tangganya dikarenakan seorang istri ikut berperan di dalam memenuhi kebutuhan keluarga seperti konsumsi makanan rumah tangga, pengeluaran untuk status dan tempat tinggal yang layak dan nyaman di tempati, pengeluaran untuk pakaian anggota rumah tangga yang layak pakai ada buat salin, ada juga pakaian yang rapih dan bagus, pengeluaran untuk anggaran kesehatan atau jaminan kesehatan anggota keluarga yang disisihkan untuk membeli obat-obatan dan biaya berobat ke klinik atau Rumah Sakit, dan pengeluaran untuk pendidikan anggota keluarga yang tinggi pendidikannya maka semakin sejahtera keluarganya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peranan Perempuan Perajin Tenun, Kesejahteraan Keluarga Perajin Tenun.
  • NIM: 1502035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, M.S, Drs. H. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (10-08-19-06-59-20).pdf (796 kB)