REHABILITASI SOSIAL PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SAMARINDA (Raras Shindi Wahyunintyas)

Submitted by: ,
On: Feb 1, 2023 @ 1:46 AM
IP: 182.3.141.197

  • Judul artikel eJournal: REHABILITASI SOSIAL PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Raras Shindi Wahyunintyas
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif, metode dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam kepada Kepala rehabilitasi dan tenaga layanan rehabilitasi.Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala rehabilitasi, tenaga layanan rehabilitasi 2 orang dan Klien yang telah menjalani rehabilitasi sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumntasi. Sedangkan analisis data yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang digunakan maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan rehabilitasi social melalui penerimaan awal atau assement, penyusunan rencana terapi, program detoksifikasi, konseling individu & konseling kelompok, pencegahan kekambuhan (Relaps), keterlibatan keluarga, dan rawat lanjut (Bimbingan lanjutan). (1) Penerimaan awal atau assessment, pada tahap ini melakukan registrasi dengan melengkapi dokumen dan formulir yang ditentukan oleh BNN kemudian screening test urin, lalu pemeriksaan medis dan memberikan pertanyaan untuk mengetahui tingkatan ringan, sedang dan berat. (2) Penyusunan rencana terapi, setelah melakukan assessment klien yang diharus kan terapi dalam rehabilitasi yakni dengan rawat jalan. (3) Program detoksifikasi, yakni pemberian obat sesuai dengan resep dokter selama 2 bulan setiap dua minggu. (4) Konseling individu & konseling kelompok, klien mengikuti konseling individu sebanyak 8 kali setiap minggu selama 2 bulan kemudian melakukan tes urin sebagai bukti klien masih atau sudah tidak menggunakan narkotika. Konseling kelompok dengan berbagi pengalaman kepada teman yang juga pengguna. (5) Pencegah Kekambuhan (Relaps), melakukan konseling individu setiap 2 minggu guna memotivasi klien agar tidak menggunakan narkotika lagi. (6) keterlibatan keluarga, peran keluarga yang sangat penting dalam terapi klien yang rehabilitasi medis maupun sosial yang memotivasi dan mendukung klien agar membantu proses pemulihan. (7) Rawat lanjut (bimbingan lanjutan), program pasca rehab yang dilakukan oleh BNN Kota Samarinda klien dikumpulkan jadi satu perperiodenya dan akan melakukan konseling kelompok dan training motivasi bekerja sama dengan BLK diajarkan keterampilan-keterampilan seperti belajar menyablon, menjahit dan lainnya
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Rehabilitas Sosial, Penyalahgunaan Narkotika
  • NIM: 1502035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Badruddin Nasir, M.Si., Dra.Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal raras shindi (02-01-23-01-46-25).pdf (411 kB)

Strategi Bertahan Supir Travel Samarinda-Bontang Selama Penerapan Kebijakan PPKM (Ari Setia Budi)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 10:47 AM
IP: 36.85.36.136

  • Judul artikel eJournal: Strategi Bertahan Supir Travel Samarinda-Bontang Selama Penerapan Kebijakan PPKM
  • Pengarang (nama mhs): Ari Setia Budi
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara para supir travel bertahan selama covid-19 dengan penerapan kebijakan PPKM, dimana kebijakan tersebut cukup memberikan dampak langsung kepada para supir travel untuk bisa mendapatkan penumpang, sedangkan kebutuhan sehari-hari mereka harus terpenuhi untuk menghidupi keluarganya bagaimana cara mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling, yang bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk strategi yang dijalankan supir travel selama kebijakan PPKM. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa supir travel dalam mempertahankan kehidupannya dengan menggunakan 3 strategi yang dijalankan yaitu strategi aktif, pasif dan jaringan. Strategi aktif yang dijalankan supir travel salah satunya adalah beberapa supir juga ada yang melakukan alih profesi sementara jika sedang tidak memiliki penumpang alih profesi ini dilakukan guna bisa mendapatkan penghasilan tambahan selain menjadi supir travel itu sendiri bisa dikatakan menjadi kerjaan sampingan.. Untuk Strategi pasif supir travel melakukan penghematan dalam pengeluaran rumah tangga mereka, pengelolaan pengeluaran rumah tangga menjadi selektif untuk bisa melakukan penghematan pengeluaran, dimana hanya pemenuhan barang-barang pokok saja yang di beli. Selanjutnya strategi jaringan dimana dalam strategi ini supir travel memiliki banyak komunitas untuk bisa membantu mereka mendapat pekerjaan dari grup-grup komunitas tersebut. Hasil ini merekomendasikan sebaiknya supir travel dapat memperluas dari strategi jaringan itu sendiri agar penumpang yang di dapat tidak hanya berasal dari kota Bontang dan dapat membuat inovasi lebih dalam hal memanfaatkan dari potensi yang ada di sekitarnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Covid-19,Strategi,supir travel, Kebijakan PPKM
  • NIM: 1702035026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Ari (01-31-23-10-47-37).pdf (97 kB)

Perilaku Menyimpang di Kalangan Remaja Penghisap Lem FOX di Kelurahan Loa Buah Kota Samarinda (Rizky Arbiyan Noor)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 10:18 AM
IP: 114.122.198.219

  • Judul artikel eJournal: Perilaku Menyimpang di Kalangan Remaja Penghisap Lem FOX di Kelurahan Loa Buah Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Rizky Arbiyan Noor
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan Untuk Mendeskripsikan Faktor Penyebab Perilku menyimpang remaja penghisap Lem Fox di Kelurahan Loa Buah Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif – kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, factor penyebab perilaku menyimpang remaja penghisal Lem Fox disebabkan oleh faktor lingkungan masyarakat, pergaulan sangat penting dalam mempengaruhi seseorang menjadi penghisap lem. Pelajar yang tadinya tidak menghisap lem atau melihat orang-orang di sekitarnya menghisap lem dapat terkena dampaknya. Mulai dari terpengaruh hingga menjadi penghisap lem sungguhan. Faktor lainnya adalah faktor lingkungan keluarga, keluarga adalah contoh bagi remaja namun bagi keluarga yang kurang tahu tentang kesehatan secara tidak langsung mereka telah mengajarkan perilaku atau pola asuh yang kurang sehat. Banyaknya remaja yang menghisap lem salah satu pendorongnya adalah pola asuh keluarga mereka yang kurang baik. Mayoritas warga bekerja di perusahaan kayu atau tambang jadi jarang ada waktu untuk keluarga terutama anak. Jadi kurangnya pengawasan terhadap anaknya membuat anak disana leluasa melakukan apapun salah satunya menghisap lem Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi orang tua sebaiknya orang tua lebih memperhatikan anaknya karena kontrol terhadap anak sangatlah penting. Mengembalikan fungsi-fungsi keluarga adalah solusi terbaik yaitu fungsi pendidikan, rekreasi, keagamaan, dan perlindungan. Adanya revitalisasi fungsi-fungsi keluarga, maka dapat dengan efektif menjauhkan anak dari hal-hal negatif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku Menyimpang, Remaja, Penghisap Lem
  • NIM: 1502035068
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Fitryah., MS , Drs. Sugandi., M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal rizky arbiyan noor 2015 genap (01-31-23-10-18-18).pdf (327 kB)

Pernikahan Usia Dini Pada Masyarakat Adat Dayak Agabag Di Desa Tinampak Ii Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan (Wironoto)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 8:15 AM
IP: 182.3.136.32

  • Judul artikel eJournal: Pernikahan Usia Dini Pada Masyarakat Adat Dayak Agabag Di Desa Tinampak Ii Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan
  • Pengarang (nama mhs): Wironoto
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Wironoto. 2023. Pernikahan Usia Dini Pada Masyarakat Adat Dayak Agabag Di Desa Tinampak II Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Dibawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS dan Bapak Adi Rahman, M.Sos. Praktik perkawinan anak atau nikah muda banyak dilakukan dan terjadi di Kabupaten Nunukan, khususnya pada masyarakat Adat Dayak Agabag di Desa Tinampak II, Kecamatan Tulin Onsoi. Selama 3 tahun terakhir, praktik nikah muda pada masyarakat Adat Dayak Agabag tergolong tinggi. Sepanjang 2020 praktik nikah muda terdapat 3 kasus. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui realitas kebiasaan nikah muda pada masyarakat Adat Dayak di Desa Tinampak II Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan; dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kebiasaan nikah muda pada masyarakat Adat Dayak Agabag di Desa Tinampak II Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan. Jenis dari penelitian adalah kualitatif dengan jumlah informan 17 orang. Teknik penentuan sampel dengan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian bahwa nikah muda pada Masyarakat Adat Dayak Agabag telah menjadi kebiasaan pada umumnya. Bahkan itu telah dianggap menjadi hal yang wajar berlaku di masyarakat, dan telah membudaya sejak lama, turun-temurun. Terdapat 3 faktor penyebab pernikahan usia dini pada Masyarakat Adat Dayak Agabag, yaitu (1) Faktor Individu Anak: a) Perkembangan Fisik, Mental, dan Sosial anak; dan b) Tingkat pendidikan dan pengetahuan anak yang rendah, (2) Faktor Keluarga: a) Status pendidikan keluarga; b) Kurangnya kemampuan keluarga pada masalah remaja, dan (3) Faktor Kondisi Lingkungan Sosial Kemasyarakatan: a) Tradisi adat budaya; b) Cara pandangan yang keliru; dan c) Undang-Undang Perkawinan tidak tersosialisasi secara merata berlaku.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pernikahan Usia Dini, Nikah Muda, dan Masyarakat Adat Dayak Agabag.
  • NIM: 1602035077
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Hartutiningsih, Adi Rahman
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal wironoto 2016 (01-31-23-08-15-43).pdf (308 kB)

Peran Organisasi Pemuda Penjaga Perbatasan Dalam Menjaga Nilai Nasionalisme Di Wilayah Perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Yontri. Y)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 3:03 AM
IP: 125.160.113.51

  • Judul artikel eJournal: Peran Organisasi Pemuda Penjaga Perbatasan Dalam Menjaga Nilai Nasionalisme Di Wilayah Perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara
  • Pengarang (nama mhs): Yontri. Y
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Peran pemuda sebagai sarana menegakkan kedaulatan bangsa dan negara sangat dibutuhkan. Menumbuhkan semangat Nasionalisme generasi muda, pemerintah sejatinya memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman serta motivasi kepada semua anak bangsa agar jiwa Nasionalisme, rasa cinta (patriotisme) mereka terhadap bangsa Indonesia terjaga dan bertumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui peran Organisasi Pemuda Penjaga Perbatasan dalam menjaga nilai Nasionalisme di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.Subyek penelitian ini adalah pemuda penjaga perbatasan dari Lumbis Ogong. Dengan menggunakan metode ini, wawancara dilakukan dengan ketua pemuda penjaga perbatasan, sekretaris pemuda penjaga perbatasan (sampel positif). Dalam hasil penelitian, Ketua Pemuda Penjaga Perbatasan Republik Indonesia Lumbis Ogong menyatakan organisasi pemuda penjaga perbatasan terbentuk pada Tahun 2012 Tuturnya, “kalau rasa nasionalisme pemuda diperbatasan tidak tinggi ya mungkin Lumbis Ogong ini sudah masuk di wilayah tetangga kita yaitu Malaysia. Saya katakan nasionalismenya tinggi sekali karena pada tahun 1964 itu negara Indonesia dan Malaysia terjadi perang konprentasi, kalau bukan masyarakat perbatasan yang membantu tentara Indonesia pada saat itu mungkin Lumbis Ogong ini terbagi dua masuk malaysia di situ lah kita melihat tingginya nasionalisme masyarakat di perbatasan pada tahun 1964 dengan ikut berjuang menjadi tentara relawan tanpa jasa”.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kata Kunci: Pemuda Penjaga Perbatasan, Peran, Lumbis Ogong, Nasionalisme
  • NIM: 1602035067
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Sukapti, Lisbet Situmorang
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal Yontri2016 (01-31-23-03-03-59).pdf (753 kB)

Pemanfaatan Lahan Gambut Masyarakat Desa Pagar Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan (Natanel)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 2:47 AM
IP: 182.3.139.104

  • Judul artikel eJournal: Pemanfaatan Lahan Gambut Masyarakat Desa Pagar Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan
  • Pengarang (nama mhs): Natanel
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Natanel, 1602035080. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaan lahan gambut masyarakat desa pagar kecamatan sembakung kabupaten nunukan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kearifan lokal, defenisi lahan dengan teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi dan didukung dengan data sekunder yang sudah ada. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berfokus hasil lahan gambut dimulai dari tumbuhan, satwa langka, yang dikumpulkan warga dari lahan gambut dengan pengetahuan lokal. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa masyarakat warga lokal Desa Pagar masih bergantung dengan hasil alam dimana masyarakat masih mengandalkan sumber daya alam yang ada dari hasil lahan gambut, dari mengumpulkan tumbuhan-tumbuhan, sayur-sayuran, obat tradisional, dan berburu. Selain dari mengumupulkan hasil lahan gambut warga lokal juga memanfaatkan lahan gambut sebagai tempat berladang padi, dan ubi dan beberapa jenis tumbuhan lain, Dimana masyarakat masih mengandalkan system pengetahuan lokal yang mereka miliki untuk beradaptasi dengan lingkungannya
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lahan Gambut, Pemanfaatan, Warga Lokal.
  • NIM: 1602035080
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Martinus Nanang, Adi Rahman
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Natanel_Ejurnal_2016 (01-31-23-02-47-03).pdf (626 kB)

Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Sebagai Fasilitator di Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda (Meidina Rahmawati)

Submitted by: Rahmawati, Meidina
On: Jan 31, 2023 @ 2:21 AM
IP: 114.5.242.73

  • Judul artikel eJournal: Peran Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Sebagai Fasilitator di Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Meidina Rahmawati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar kehidupan sehari-hari merupakan representasi masih adanya masalah kemiskinan. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah dilakukan salah satunya dengan penguatan kemampuan keluarga melalui Program Keluarga Harapan (PKH) bersama dengan sumber daya manusia yang ada yaitu salah satunya pendamping sosial PKH, diharapkan dapat membantu keluarga untuk kembali kepada kondisi yang sejahtera. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran apa yang dilakukan oleh pendamping PKH sebagai fasilitator di Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer yang di dapatkan dengan wawancara langsung dengan responden yaitu Koordinator Kota PKH, Pendamping PKH Kelurahan Air Putih, dan 3 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan data sekunder meliputi jurnal, buku, website, dan lain-lain. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pendamping sebagai fasilitator, berdasarkan teori jim ife Peran pendamping sebagai fasilitasi dan Edukasional memegang peranan sangat penting dalam proses pelaksanaan PKH Kelurahan Air Putih. Sebagai fasilitator, pendamping memberikan mulai dari pemberi semangat, Responsifitas terhadap aduan-aduan KPM, adanya pertemuan rutin dengan KPM, dan Membantu menyelesaikan masalah. Kegiatan-kegitaan tersebut dilakukan oleh pendamping dengan memberikan penuh arahan dan juga memfasilitasi apabila ada yang terkandala masing-masing kegiatan tersebut.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran Pendamping, Fasilitator, Program Keluarga Harapan
  • NIM: 1602035035
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sukapti, M. Hum dan Zulkifli Abdullah, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL MEIDINA R 2016_ganjil fixxx (1) (01-31-23-02-21-40).pdf (522 kB)

Strategi Kepala Adat Dalam Menggerakkan Kaum Muda Melestarikan Tarian Gong Suku Dayak Agabag Di Desa Butas Bagu Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan (Junianti)

Submitted by: ,
On: Jan 31, 2023 @ 2:07 AM
IP: 202.67.39.6

  • Judul artikel eJournal: Strategi Kepala Adat Dalam Menggerakkan Kaum Muda Melestarikan Tarian Gong Suku Dayak Agabag Di Desa Butas Bagu Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan
  • Pengarang (nama mhs): Junianti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini untuk mengetahui atau mendeskripsikan Strategi Kepala Adat Menggerakkan Kaum Muda Untuk Melestarikan Tarian Gong Suku Dayak Agabag di Desa Butas Bagu Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan. Adapun latar belakang dalam penelitian ini adalah seiring berjalannya waktu perkembangan zaman yang sangat pesat sudah merabah sampai kepelosok desa maka budaya tarian gong ini sudah mulai hilang disebabkan oleh perkembangan zaman yang sangat moderen dan masuknya budaya asing singga budaya Tarian Gong ini sediki demi sedikit mulai menghilang dan kurangnya minat kaum muda untuk ikut melestarikan Tarian Gong tersebut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi kepala adat dalam menggerakkan kuam muda untuk melestarikan tarian gong. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kepala adat dalam melestarikan Tarian Gong di desa Butas Bagu dan untuk mengetahui strategi kepala adat dan tokoh masyarakat mengikut sertakan kaum muda melestarikan Tarian Gong di desa Butas Bagu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data reduksi dan display data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa strategi kepala adat menggerakkan kuma muda untuk melestarikan Tarian Gong. adalah salah satu uapaya yang dilakukan kepala adat agar budaya Tarian Gong tetap dilestarikan dan dikembangkan dengan mengumpulkan kaum muda memperkenalkan budaya salah satunya Tarian Gong, pelatihan Tarian Gong dan mengadakan perlombaan Tarian Gong agar nilai-nilai budaya tetap terus dilestarikan oleh kaum muda sebagai generasi penerus.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Strategi, Kepala Adat, Melestarikan Budaya Tarian Gong
  • NIM: 1602035058
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanag.,MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Ejournal_Junianti_Ganjil_Kirim_2023_(1)[1] (01-31-23-02-07-26).pdf (363 kB)

WISATA BUDAYA UPACARA KWANGKAY PADA MASYARAKAT DAYAK TUNJUNG DI KAMPUNG SEKOLAQ DARAT KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANATAN TIMUR (Yossie Yourist Yordy Solung)

Submitted by: Solung, Yossie Yourist Yordy
On: Jan 30, 2023 @ 10:19 AM
IP: 125.160.113.52

  • Judul artikel eJournal: WISATA BUDAYA UPACARA KWANGKAY PADA MASYARAKAT DAYAK TUNJUNG DI KAMPUNG SEKOLAQ DARAT KABUPATEN KUTAI BARAT KALIMANATAN TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Yossie Yourist Yordy Solung
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Upacara kwangkay merupakan upacara adat kematian suku dayak tunjung dan Benuaq. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Dayak Tunjung Benuaq upacara ini memiliki tujuan untuk menghormati para leluhur yang lebih dahulu agar tenang disurga dan tidak kembali ke dunia, dan keluarga yang ditinggalkan di bumi dijauhkan dari malapetaka. Pada zaman dahulu hingga sekarang suasana pelaksanaan upacara kwangkay sangat ramai bagai pesta, oleh karena itu upacara kwangkay ini memiliki potensi menjadi wisata budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif melalui survey primer dan melakukan pengunpulan data dengan cara observasi tidak langsung dan observasi Sistematik ke lapangan dan melalui wawancara tidak berstruktur secara langsung kepada informan serta melalui sebuah kuisioner untuk melihat unsur-unsur yang memiliki potensi tinggi sebagai wisata budaya dan juga melalui dokumentasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh pelaksanaan upacara kwangkay dilaksanakan di Kampung Sekolaq Darat selama 21 sampai 49 hari dengan potensi wisata yang paling banyak adalah untuk melihat hari puncak yaitu upacara pemotongan kerbau 55%, tarian Ngerangkaw dan betongkok 30%, Pasar dan kuliner serta sabung ayam 25%. Serta potensi lainnya seperti bememang dan ritual memberi makan roh dan pemindahan tengkorak masing-masing dengan persentase 22.5%. Sehingga berdasarkan persentase yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa upacara kwangkay memiliki potensi sebagai wisata budaya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Wisata, Pariwisata Budaya, Upacara Adat, Kwangkay
  • NIM: 1502035065
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2015
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Martinus Nanang
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejurnal_ps_Yossie_Yourist_2015 (01-30-23-10-19-14).pdf (414 kB)

IMPLEMENTASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN (PROGRAM JAMINAN PENSIUN) DALAM UPAYA MEMENHUI KEBUTUHAN DASAR PESERTA SETELAH MEMASUKI MASA PENSIUN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR (Prima Hidayat Tajuddin)

Submitted by: Tajuddin, Prima
On: Jan 30, 2023 @ 10:03 AM
IP: 104.28.249.191

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN (PROGRAM JAMINAN PENSIUN) DALAM UPAYA MEMENHUI KEBUTUHAN DASAR PESERTA SETELAH MEMASUKI MASA PENSIUN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Prima Hidayat Tajuddin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Jaminan Pensiun dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar peserta penerima manfaat program yang ada di Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian yaitu Program Jaminan Pensiun yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan guna memenuhi kebutuhan dasar pekerja setelah memasuki masa pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Jaminan Pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan sudah berjalan cukup lancar, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya hambatan yang signifikan terkait jalannya Program Jaminan Pensiun, namun terdapat kendala seperti peserta program yang kurang memahami apa saja manfaat yang akan diterima dari program yang diikuti. Faktor pendukung implementasi Program Jaminan yaitu terdapat kesadaran pekerja akan pentingnya mengikuti Program Jaminan Pensiun yang akan bermanfaat ketika pensiun, selain itu faktor pendukung lainnya yaitu BPJS Ketenagakerjaan sebagai pelaksana program yang turut serta proaktif dalam sosialisasi sejumlah program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada stakeholder terkait, guna meningkatkan jumlah peserta, selain itu juga kemudahan administrasi juga menjadi faktor pendukung yang mendorong lancarnya pelaksanaan Program Jaminan Pensiun. Faktor penghambat implementasi Program Jaminan Pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan yaitu kurangnya pemahaman terhadap manfaat program yang diikuti oleh peserta, selain itu juga terdapat faktor lain penghambat implementasi Program Jaminan Pensiun yaitu ketentuan yang mengharuskan pencairan manfaat program yang tidak sesuai dengan usia pensiun peserta yang mengakibatkan tidak langsungnya manfaat yang dapat diterima oleh peserta program.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Jaminan Sosial, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Program Jaminan Pe
  • NIM: 1702035037
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 11
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2023
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal_Prima Hidayat (01-30-23-10-03-32).pdf (214 kB)