Variabel – variabel Yang Mempengaruhi Seks Bebas ( Free Sex ) (Studi Kasus Pada Remaja Di Desa Benua Baru Kecamatan Muara bengkal Kabupaten Kutai Timur ) (Sadam Husein)

Submitted by: ,
On: Nov 18, 2015 @ 9:02 AM
IP: 203.130.214.106

  • Judul artikel eJournal: Variabel – variabel Yang Mempengaruhi Seks Bebas ( Free Sex ) (Studi Kasus Pada Remaja Di Desa Benua Baru Kecamatan Muara bengkal Kabupaten Kutai Timur )
  • Pengarang (nama mhs): Sadam Husein
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Sadam Husein, Variabel – variabel Yang Mempengaruhi Seks Bebas (free sex) Pada Remaja Di Desa Benua Baru Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur di bawah bimbingan Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah, MS selaku pembimbing I dan Drs. Sugandi M.Si selaku pembimbing II. Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman.
    Munculnya perilaku seks bebas di kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari pengaruh era globalisasi yang dianggap sebagai bentuk modernitas bagi sebagian remaja terhadap seks bebas, diperoleh kesimpulan bahwa kebanyakan menjadi korban karena ketidaktahuannya mengenai seks dan sebagian besar dari mereka dilakukan dengan pacar.
    Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui lebih jauh variabel – variabel yang mempengruhi seks bebas pada remaja ? Bagaimana bentuk prilaku seks bebas pada remaja ? Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan (wawancara). Hasil kesimpulan dari penelitian pengaruh teman sangat erat kaitannya mengenai seks karena tidak ingin dianggap ketinggalan zaman oleh teman sebayanya karena tidak melakukan free sex dengan pacarnya.
    Dalam hal ini orang tua juga berpengaruh kepada pertumbuhan anak mengenai free sex karena apabila tidak ada kontrol dari pihak yang lebih tua anak akan terjerumus ke dalam dunia free sex, perekonomian juga sangat berpengaruh kepada prilaku seks bebas karena remaja berfikir dengan melakukan seks bebas mareka bisa mendapatkan apa yang mareka mau yang memberikan prilaku seks bebas pada remaja karena tidak berfikir panjang, pengaruh atau bujukan dari pacar sangat kuat untuk melakuakn seks bebas dengan pasangannya oleh karena itu remaja cenderung melakukan seks bebas. Bersentuhan ( Touching ), Berciuman ( Kissing ), Bercumbuan ( Petting ), Berhubungan kelamin ( Intercrouse ),menurut remaja sah – saja mareka lakukan selama masih saling menyayangi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Remaja, Perilaku, Seks Bebas
  • NIM: 1002035049
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: 1.Prof.Dr.Hj.Nur Fitriyah,MS 2.Drs.Sugandi,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap (11-18-15-09-02-25).pdf (73 kB)

Makna Simbolik Seni Tari Perang (Kancet Pepatai) Sebagai Identitas Dayak Kenyah Di Desa Pampang Samarinda (Penina Uring)

Submitted by: ,
On: Nov 18, 2015 @ 8:21 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: Makna Simbolik Seni Tari Perang (Kancet Pepatai) Sebagai Identitas Dayak Kenyah Di Desa Pampang Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Penina Uring
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis konteks sosial-budaya dari Tari Perang “Kancet Pepatai”, serta aspek-aspek dari Tari Perang itu sendiri. Metode yang digunakan adalah analisis Kualitatif deskriptif. Penelitian ini adalah penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, pada suatu konteks khusus yang ilmiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah sejarah Tari Perang. Sumber data dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan wawancara yang diperoleh secara langsung melalui naresumber yang diwawancarai berkompeten dalam memberi informasi mengenai simbol dalam Tari Perang baik di dalam proses pentas tari maupun di luar pentas, sedangkan data skunder data yang diperoleh melalui data-data yang didapat dari sumber bacaan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu Tari perang (Kancet Pepatai) merupakan identitas di mana tari Kancet Pepatai menggunaan tanda-tanda untuk menampilkan ulang sesuatu yang diserap, diindra, dibayangkan, atau dirasakan dalam bentuk fisik. Tari Kancet Pepatai juga salah satu praktek penting yang memproduksi kebudayaan, kebudayaan merupakan konsep yang sangat penting. Tari perang ini merupakan kejantanan dan keperkasaan pria dalam sebuah peperangan antara pahlawan Dayak Kenyah dan musuhnya. Bagi masyarakat Dayak Tari Perang merupakan representasi identitas sosial budaya Dayak khususnya Dayak Kenyah. Di mana identitas sosial budaya tersebut memiliki makna simbolik. Simbol Tari Perang (Kancet Pepatai) adalah kejantanan, keperkasaan seseorang lelaki yang bertempur dalam peperangan, di mana ia harus mempertahankan wilayahnya dan tidak ingin wilayahnya dikuasai oleh Negara lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Simbolik, Tari Perang, Identitas, Dayak Kenyah
  • NIM: 0902035044
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang, MA ; Dra. Purwaningsih, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal_penina uring (11-18-15-08-21-39).pdf (427 kB)

Jaringan Sosial Buruh Perempuan Di Dalam Serikat Buruh Pada Perusahaan PT. Tirta Mahakam Resources (Novitasari)

Submitted by: ,
On: Nov 14, 2015 @ 11:34 AM
IP: 36.82.231.17

  • Judul artikel eJournal: Jaringan Sosial Buruh Perempuan Di Dalam Serikat Buruh Pada Perusahaan PT. Tirta Mahakam Resources
  • Pengarang (nama mhs): Novitasari
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan menganalisis jaringan sosial buruh perempuan di dalam Serikat Buruh KASBI. Serikat yang berdiri pada tahun 2005 dalam upaya perjuangan buruh perempuan yang bekerja di dalam pabrik PT. Tirta Mahakam Resources Tbk. didalam pabrik yang mayoritas perempuan, Kebutuhan akan adanya Serikat merupakan keharusan sebagai sebuah wadah perlindungan. Untuk itu eksistensi Serikat sangat tergantung pada perjuangan perempuan di dalamnya.
    Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, penelitian yang membahas tentang jaringan sosial, mengetahui aktor-aktor yang berperan, dan mengetahui pola jaringan sosial serta memperoleh karakteristik jaringan sosialnya. Selain itu dalam penelitian ini juga membahas hubungan antar aktor dan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya jaringan sosial. Teknik pengumpulan data yaitu berawal dari pra penelitian dengan mencari informasi melalui buku serta dilanjutkan dengan penelitian lapangan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Penelitian ini melibatkan anggota Serikat Buruh perempuan, baik secara keanggotaan Serikat maupun jajaran kepengurusan Serikat Buruh KASBI. Analisis data dilakukan terhadap data relasional. Data relasional ini yaitu cara untuk merelasikan atau menghubungkan. Data kemudian diolah dalam Software UCINET sehingga menghasilkan sosiogram yang menunjukkan hubungan tiap-tiap aktor.
    Dari hasil pengamatan dapat diidentifikasi terdapat enam aktor yang menjadi pusat informasi bagi anggota Serikat Buruh perempuan. Terbagi menjadi kategori bintang (Star) dan pemimpin opini (Opinion Leader) dan rekrutmen. Dari hasil pengamatan, terdapat enam aktor memiliki jaringan sosial yang paling luas diantara indivisu-individu lainya. Keenam aktor juga memiliki model interaksi yang berbeda-beda, hal tersebut merupkan modal yang potensial bagi aktor maupun Serikat. Terdapat tiga jaringan di dalamnya yaitu jaringan interest networking (kepentingan), sentiment networking (jaringan emosi), dan power networking (jaringan kekuasaan). Tipologi modal sosial Serikatpun bersifat menjembatani bridging social capital yaitu yang mengarah kepada pencarian jawaban bersama untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kelompok serta terbuka kepada Serikat lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Modal Sosial, Jaringan Sosial Buruh Perempuan, Serikat Buruh PT. Tirta Mahakam R
  • NIM: 1102035031
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang, MA, Dr.Aji Qamara Hakim, S.Sn., M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-14-15-11-34-33).pdf (75 kB)

Penggunaan Game Online Oleh Pelajar Sekolah Menengah Pertama Di Sukorejo Kelurahan Lempake Kota Samarinda (Rasna Uly Wati Sitohang)

Submitted by: ,
On: Nov 14, 2015 @ 11:43 AM
IP: 36.82.231.17

  • Judul artikel eJournal: Penggunaan Game Online Oleh Pelajar Sekolah Menengah Pertama Di Sukorejo Kelurahan Lempake Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Rasna Uly Wati Sitohang
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rasna Uly Wati Sitohang, Program Studi Pembangunan Sosial Konsentrasi Sosiologi Jurusan Sosiologi Universitas Mulawarman Samarinda. Judul penelitian adalah Penggunaan Game Online Oleh Pelajar Sekolah Menengah Pertama di Sukorejo Kelurahan Lempake Kota Samarinda. Sebagai pembimbing I Bapak Drs. Martinus Nanang, MA dan Ibu Inda Fitryarini S.Sos, M.Si sebagai pembimbing II.
    Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui adaptasi yang terjadi pada saat pelajar bermain game online, mendeskripsikan tujuan pelajar memainkan game online, dan untuk mengetahui cara pelajar mempertahankan ekistensinya di dalam permainan game online. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data yang diperoleh dilapangan. Digunakan teori struktural fungsional dari Talcot Parson yang bertumpu pada empat fungsi penting yang diperlukan semua sistem yang dinamakan AGIL yaitu : pertama adaptasi, kedua pencapaian tujuan, ketiga integrasi, dan keempat pemeliharaan pola.
    Penelitian dilakukan pada pelajar yang masih duduk dibangku SMP, yang hampir setiap hari memainkan game online disebuah warnet yang ada di Sukorejo Kelurahan Lempake Kota Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi atau pengamatan (disajikan dalam bentuk foto) dan wawancara. Narasumber dari penelitian ini adalah tiga orang pelajar laki-laki dan seorang penjaga warnet. Sedangkan analisa data menggunakan deskriptif-kualitatif dengan cara menggambarkan atau melukiskan tentang data dan fakta mengenai objek penelitian tanpa memberikan penilaian.
    Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, pelajar selalu bermain game online setelah pulang sekolah dan ketika libur sekolah. Pelajar mengenal game online dari teman sekolahnya. Biasanya waktu yang mereka habiskan untuk bermain game online adalah tiga sampai lima jam dalam sehari. Alasan pelajar suka memaikan game online Point Blank, karena jenis permainan ini akan membawa pemain pada sebuah petualangan baru bersama dengan ketegangan pada setiap aksi yang mereka mainkan. Tujuan bermain game online untuk mendapatkan uang dengan cara menjual Id yang mereka miliki.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Penggunaan, Game Online, Pelajar
  • NIM: 1002035051
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang, MA, Ibu Inda Fitryarini S.Sos, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-14-15-11-43-27).pdf (99 kB)

Perilaku Perokok Remaja Putri Di Kawasan Wisata Kuliner (Studi Kasus Warung Nusantara Oisi Pujasera Jalan Pramuka Kelurahan Sempaja Selatan Samarinda (Fatmawati)

Submitted by: ,
On: Nov 13, 2015 @ 7:58 AM
IP: 180.248.91.136

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU PEROKOK REMAJA PUTRI DI KAWASAN WISATA KULINER (STUDI KASUS WARUNG NUSANTARA OISI PUJASERA JALAN PRAMUKA KELURAHAN SEMPAJA SELATAN SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): FATMAWATI
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Perkembangan zaman yang semakin modern membuat manusia untuk
    meyesuaikan dan mengikuti kondisi yang berkembang, yang berpengaruh
    terhadap masa remaja yang masih dalam tahap mencari jati dirinya terhadap
    lingkunganya, Fenomena merokok saat ini bukan hanya pada orang dewasa,
    bahkan remaja tidak lagi takut atau malu ketika merokok di depan umum, yang
    pada dasaranya dilakukan laki-laki, namun hal tersebut dilakukan oleh remaja
    putri yang masih dianggap tabu di lingkungan dan tidak pantas di lakukan, oleh
    sebab itu penulis melakukan penelitian dengan judul “Perilaku Perokok Remaja
    putri Di Kawasan Wisata Kuliner Studi Kasus Pada Warung Nusantara
    Oisi/Pujasera Kelurahan Sempaja Selatan Samarinda dengan tujuan penelitin
    untuk mengetahui bagaimana perilaku perokok remaja putri dan faktor yang
    melatar belakanginya.
    Jenis penelitian bersifat deskriptif kualitatif, penelitian dilakukan Di
    Kawasan Wisata Kuliner Oisi/Pujasera dikota Samarinda dengan mengunakan
    teknik Accidental sampling dengan teknik pengumpulan data meliputi
    wawancara,observasi dan studi pustaka dengan teknik analis deskriptif.
    Hasil penelitian menunjukan perilaku perokok sehingga mencapai tahap
    perokok pada remaja putri terjadi karena adanya minat untuk merokok dengan
    cara melihat,mendengar, dimana remaja putri mulai mencoba rokok dan apakah
    akan menjutkannya terlihat dari bayak rokok yang dikonsumsi sehari dimana
    remaja putri merasa nyamanan ketika merokok, salah satu faktor yang
    mempengaruh baik dalam maupun dari luar ke arah lingkungan yang lebih luas
    ini terlihat dari informan penelitian penulis.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku, perokok, remaja putri.
  • NIM: 1102035068
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si dan Drs. Badruddin Nasir, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-13-15-07-58-08).pdf (90 kB)

Perubahan Perilaku Pacaran Remaja Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sendawar Di Kutai Barat (Tri Sulastri Lestari)

Submitted by: ,
On: Nov 13, 2015 @ 7:44 AM
IP: 180.248.91.136

  • Judul artikel eJournal: PERUBAHAN PERILAKU PACARAN REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 SENDAWAR DI KUTAI BARAT
  • Pengarang (nama mhs): TRI SULASTRI LESTARI
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sangat
    berpengaruh terhadap pergaulan di kalangan remaja. Pergaulan menjadi lebih
    terbuka dan bebas dalam pertemanan sehari-hari. Istilah pacaran yang pada
    jaman dahulu menggambarkan hubungan khusus yang sifatnya lebih sakral dan
    tabu untuk diekspos ke publik, menjadi suatu hal yang sifatnya lebih umum,
    terbuka serta menunjukkan perilaku yang bahkan tidak layak dilakukan oleh
    remaja di taahap sekolah tingkat pertama atau SMP. Oleh sebab itu penulis
    melakukan penelitian dengan judul “Perubahan Perilaku Pacaran Remaja
    Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Sendawar Kutai Barat”. Adapun tujuan
    dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perubahan perilakunya serta
    faktor yang mempengaruhi remaja berpacaran saat ini.
    Penulis memakai sebagian teori perubahan sosial dan struktural
    fungsional untuk menganalisa hasil penelitian, serta metode kualitatif melalui
    pendekatan naratif yaitu penelitian yang mencari informasi yang dikemukakan
    secara langsung oleh informan tentang pengalaman mereka berpacaran. Penulis
    melakukan wawancara mendalam dengan beberapa informan dengan dukungan
    teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka.
    Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku pacaran remaja SMPN
    2 Sendawar Kutai Barat berperilaku pacaran sudah mengarah kepada perilaku
    yang tidak seharusnya dilakukan di usia mereka. Seperti berciuman, meraba,
    bahkan sampai kepada hubungan badan. Salah satu faktor yang
    mempengaruhinya adalah pengaruh lingkungan pertemanan dan perkembangan
    teknologi melalui perkembangan gadget dan kemudahan akses internet. Sehingga
    diharapkan adanya pengawasan, baik dari lingkungan keluarga dan sekolah dan
    memberi pemahaman tentang pergaulan remaja yang sebaiknya dilakukan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku pacaran, Remaja, Perubahan Sosial
  • NIM: 1102035033
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M.Si dan Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_ganjil-1 – Copy (11-13-15-07-44-39).pdf (90 kB)

Dramaturgi Pra Perceraian Remaja (Studi Di Kabupaten Paser Kecamatan Tanah Grogot) (Muhammad Rizky Wijaya)

Submitted by: Wijaya, Muhammad
On: Oct 18, 2015 @ 5:07 AM
IP: 180.248.99.20

  • Judul artikel eJournal: Dramaturgi Pra Perceraian Remaja (Studi Di Kabupaten Paser Kecamatan Tanah Grogot)
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Rizky Wijaya
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tanah Grogot merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Paser dan mengalami angka perceraian yang selalu meningkat dari tahun ketahun, di Kecamatan ini banyak terjadi perceraian remaja yang telah menikah dan sudah mempunyai anak dari hasil perkawinan mereka. Pada umumnya perceraian remaja yang terjadi di Kecamatan Tanah Grogot ini disebabkan karena kedua pasangan tersebut merasa pernikahan yang mereka jalani selama ini tidak pernah lepas dari masalah, masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percecokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang, faktor ekonomi keluarga mereka, dan pikiran mereka satu sama lain masih bersikap egois, perselingkuhan dan akhirnya terjadilah perceraian. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dramaturgi perceraian remaja di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser juga untuk melihat dan memberikan gambaran mengenai proses dramaturgi perceraian remaja di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser. Memberikan motivasi dan masukan kepada kalangan-kalangan remaja tentang dampak negatifnya perceraian guna mencegah dan mengurangi angka kasus perceraian remaja di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Paser Kecamatan Tanah Grogot, remaja yang melakukan perceraian di usia muda adalah mereka yang relatif masih belum matang. Dari sekian banyak faktor penyebab faktor yang cukup dominan adalah faktor perselingkuhan dan faktor ekonomi yang sering kali menjadi keluh kesah dari pasangan suami istri yang mengalami pra perceraian. Adapun faktor penyebab masalah yang informan atau bisa dikatakan pasangan remaja suami istri ini adalah karena faktor perselingkuhan dan faktor ekonomi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Remaja, Perceraian, dan Dramaturgi
  • NIM: 1002035064
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2010
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih. MS dan Ifan Luhfian Noor. S. Sos. M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal MRizky Wijaya (10-18-15-05-07-23).pdf (106 kB)

PERILAKU DAN REALITAS SOSIAL KEHIDUPPAN GAY DI KOTA SAMARINDA (Tommy Dwi Pranata)

Submitted by: ,
On: Aug 26, 2015 @ 6:05 AM
IP: 110.139.150.204

  • Judul artikel eJournal: PERILAKU DAN REALITAS SOSIAL KEHIDUPPAN GAY DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Tommy Dwi Pranata
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tommy Dwi Pranata. Perilaku dan Realitas Sosial Kehidupan Gay di Kota Samarinda di bawah bimbingan Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si selaku pembimbing I dan Dra. Lisbet Situmorang, M.Si selaku pembimbing II Program Studi Sosiatri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman.
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk Untuk Mengetahui Perilaku dan Realitas Sosial Kehidupan Gay Kota Samarinda. Penelitian ini mencoba menjelaskan paling tidak dua hal yaitu :Perilaku menyimpang, meliputi : a). latar belakang dan penyebab penyimpangan, b) Alasan ketertarikan terhadap hubungan sejenis, c) orientasi seksual, d), gaya atau posisi yang disukai dalam berhubungan seksual, dan d) Kecemburuan terhadap pasangan sejenis atau lawan jenis. Untuk Realitas sosial peneliti mencoba melihat kehdupan gay dari : a) Respon keluarga atau orang terdekat, b) Respon masyarakat, c) Latar belakang keluarga gay, d) Hasrat atau keinginan untuk sembuh, dan e) Aktivitas sosial di masyarakat.
    Penelitian ini bersifat kualitatif dimana data yang diperoleh diolah dan dideskripsikan sehingga ditemukan beberapa hal sebagai berikut : Perilaku sosial menyimpang terjadi karena dua faktor, yaitu faktor internal dimana kondisi pskologis gay dan orientasinya terhadap sesama jenis menjadi pemicu seseorang menjadi gay, dan faktor eksternal dimana lingkungan atau hal-hal yang membekas secara mendalam seperti misalnya mendapatkan perlakukan tidak senonoh di masa kecil (menjadi korban pedofilia) dapat menjadi pemicu. Hampir semua gay takut jika perilaku menyimpang mereka diketahui orang tua atau keluarga terdekat. Realitas menunjukkan bahwa gay masih bersikap eksklusif dan tertutup dalam hal mengekspresikan perilaku mereka, meskipun ada yang berani secara terbuka menunjukkan ekspresi di depan umum. Gay tidak kuatir dengan respon negatif masyarakat. Selama individu dalam masyarakat tersebut secara personal bukan orang yang memiliki relasi langsung dengan individu yang bersangkutan. Latar belakang keluarga gay umumnya berasal dari keluarga baik-baik dan relatif memberikan perhatian kepada informan, meskipun demikian hal tersebut tidak memberi jaminan bahwa individu tersebut dapat bebas mengumbar perilaku mereka di depan umum, justru karena kondisi tersebut mereka takut jika perilaku sosial mereka yang menyimpang diketahui oleh keluarga atau kerabat dekat. Semua gay memiliki keinginan untuk memperbaiki diri atau membebaskan diri dari perilaku seksual menyimpang sebagai gay namun kendala utama mereka membebaskan diri adalah sikap pesimis atau kurang yakin akan hasrat mereka untuk sembuh total, bahkan ada kecenderungan mereka semakin menenggelamkan diri mereka pada kebiasaan atau perilaku menyimpang tersebut, karena hasrat dan kebutuhan biologis dan psikologis mereka terpenuhi. Terkait dengan aktivitas sosial kemasyarakatan para gay dapat melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat pada umumnya, sebagian masyarakat yang tidak tahu menganggap perilaku mereka normal, dan mereka dapat dengan mudah diterima dan beradaptasi serta bersosialisasi dengan masyarakat lainnya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku, Realitas, Gay
  • NIM: 0802035015
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2008
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Ifan Luthfian Noor, S.Sos, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal ganjil (08-26-15-06-05-30).pdf (111 kB)

STUDI TENTANG JARINGAN SOSIAL DI DALAM SIMPAN PINJAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DI DESA MATA AIR KECAMATAN KAUBUN (Nurul Fitriyani)

Submitted by: Fitriyani, Nurul
On: Aug 13, 2015 @ 3:37 AM
IP: 36.82.229.143

  • Judul artikel eJournal: STUDI TENTANG JARINGAN SOSIAL DI DALAM SIMPAN PINJAM PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PEDESAAN (PNPM-MP) DI DESA MATA AIR KECAMATAN KAUBUN
  • Pengarang (nama mhs): Nurul Fitriyani
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Program pemberdayaan masyarakat telah banyak dilaksanakan pemerintah sejak masa orde baru, namun hasil program kurang dirasakan oleh masyarakat. Kegagalan program pemberdayaan masyarakat seperti ini dialami pula oleh program SPP (Simpan Pinjam untuk Perempuan) pada PNPM-MP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan) di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun, sehingga menarik minat penulis untuk dijadikan tulisan dengan difokuskan kepada jaringan sosialnya.
    Kajian jaringan sosial dalam tulisan ini didukung oleh pemikiran Agusyanto yang membagi ke dalam tiga jenis jaringan sosial yakni jaringan sosial interest (kepentingan), sentiment (emosi), dan power (kekuasaan). Tiga jenis jaringan sosial tersebut yang dijadikan sebagai fokus penelitian ini.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggambarkan mengenai jaringan sosial di dalam pelaksanaan SPP PNPM di Desa Mata Air Kecamatan Kaubun. Program pemberdayaan perempuan ini berupa simpan pinjam yang sasarannya diutamakan adalah perempuan dari RTM (Rumah Tangga Miskin). Tujuannya adalah untuk mendukung potensi perempuan dalam mengembangkan usaha atau tani sehingga akan menjadi lebih berdaya dan mandiri setelah diberikannya pinjaman tersebut.
    Dari penelitian ini diketahui jaringan sosial yang lebih kuat pada pelaksanaan program pemberdayaan SPP PNPM di Desa Mata Air ialah jaringan kekuasaan, dimana kekuatan pengurus SPP baik tingkat kecamatan maupun desa sangat kuat dalam mengatur jalannya program. Jaringan kekuasaan yang terlalu kuat ini memberikan dampak negatif bagi kelangsungan program tersebut, karena tidak dapat menciptakan rasa kesadaran dan kepedulian baik pada anggota kelompok, pengurus SPP PNPM, maupun aparat desa.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemberdayaan Perempuan, Jaringan Sosial, PNPM.
  • NIM: 0902035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2009
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. DR. H. Sutadji, MM, Dra. Hj. Erni Asneli Asbi, M. Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): jurnal+ganjil (08-13-15-03-37-04).pdf (278 kB)

STRATEGI WARIA MEMPERJUANGKAN PENGAKUAN DIRI SEBAGAI ‘JENIS KELAMIN KETIGA’ (STUDI KASUS DI KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA) (Saparudin)

Submitted by: udin, Sapar
On: Jul 2, 2015 @ 4:43 AM
IP: 61.94.85.157

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI WARIA MEMPERJUANGKAN PENGAKUAN DIRI SEBAGAI ‘JENIS KELAMIN KETIGA’ (STUDI KASUS DI KELURAHAN JUATA LAUT, KECAMATAN TARAKAN UTARA)
  • Pengarang (nama mhs): Saparudin
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Saparudin NIM 1102035078, Strategi Waria Memperjuangkan Pengakuan Diri Sebagai ‘Jenis Kelamin Ketiga’, di bawah bimbingan Dr. Sri Murlianti, M. Si selaku pembimbing 1 dan Drs. Martinus Nanang, MA selaku pembibing II, Program Studi Konsentrasi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman.
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya waria memperjuangkan pengakuan diri sebagai ‘jenis kelamin ketiga. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penulis meminjam metode yang pernah digunakan oleh Clifford Greetz dalam meneliti agama serta kebudayaan masyarakat jawa yaitu metode etnografi. Peneliti membekali diri dengan teori-teori yang berkaitan tetapi bukan untuk membingkai subjek yang diamati namun sebagai bekal untuk pengamatan di lapangan.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para waria merupakan praktik dari korban kehidupan yang tidak memihak kepada mereka. Modal-modal yang minim serta tersisihkanya para aktor ini dengan ranah sosial yang dianggap membuat mereka lebih berjuang dan memiliki strategi untuk dapat mempertahankan usaha pengakuan adanya para waria atau ‘jenis kelamin ketiga’.
    Bentuk variasi-variasi modal dan habitus yang dimiliki oleh para waria beraneka ragam. Ini semua sebagai penunjang para aktor untuk dapat terus bertahan dalam ranah ini. Para waria memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga terciptanya habitus dari kaum waria dengan waria lain dan masyarakat diwujudukan dengan adanya tolong-menolong.
    Para waria mencoba membagun ranah kehidupannya sendiri melalui modal budaya, modal sosial, dan modal simbolik walaupun modal material sangat kecil. Habitus yang dimiliki para waria ini juga sangat beragam seperti keterampilan dalam mengajari berdanda yang baik, cara menggunting rambut yang benar dan merapikan lain-lain sebagai bentuk mereka dalam memperjuangkan pengakuan adanya jenis kelamin ketiga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Jenis Kelamin Katiga, Pengakuan Diri Waria
  • NIM: 1102035078
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Sosiologi
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M. Si Drs. Martinus Nanang, MA.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 3
  • Nomor: 3
  • Tahun: 2015
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 02_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_genap-1 (07-02-15-04-43-48).pdf (129 kB)