KESEJAHTERAAN SOSIAL BURUH MIGRAN (STUDI KASUS PADA PT. GEMILANG SEJAHTERA ABADI (Agustinus victorio)

Submitted by: victorio, agustinus
On: May 24, 2022 @ 3:52 AM
IP: 36.85.7.248

  • Judul artikel eJournal: KESEJAHTERAAN SOSIAL BURUH MIGRAN (STUDI KASUS PADA PT. GEMILANG SEJAHTERA ABADI
  • Pengarang (nama mhs): Agustinus victorio
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujan untuk mengetahui Kesejateraan sosial buruh migran yang bekerja di perusahaan kelapa sawit PT.Gemilang Sejahtera Abadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancra, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik Purposive sumpling dan informan atau responden berjumlah 5 orang. Penelitian ini dilakukan di perusahaan PT. Gemilang Sejahtera Abadi di kecamatan Long Masangat pada tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pengukuran kesejahteraan dengan indikator dari Badan Pusat Statistik dengan melihat dari pendapatan, konsumsi atau pengeluaran keluarga, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga, pendidikan keluarga, dan fasilitas transfortasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti, para buruh yang bekerja di PT.GSA tergolong dalam keluarga sejahtera dapat dilihat dari pendapatan dan tunjuangan lainnya yang di berikan oleh perusahaan. Fasilitas Penunjang kesejahteraan juga menjadi faktor penentu kesejahteraan para buruh yang di berikan oleh perusahaan. Penelitian ini juga diharapkan menjadi bahan referensi bagi perusahaan untuk mengoptimalkan lagi fasilitas penunjang kesejahteraan para pekerjanya.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kesejahteraan Sosial, Buruh Migran, Fasilitas Penunjang Kesejahteraan.
  • NIM: 1402035027
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Martinus Nanang,MA & Novita Surya Ningsih. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 2
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2014
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): KESEJAHTERAAN SOSIAL BURUH MIGRAN (05-24-22-03-52-31).pdf (469 kB)

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PERBATASAN DESA NAWANG BARU KECAMATAN (Yafet Ingan,Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah. MS, Ratna Purba. MA)

Submitted by: ,
On: May 20, 2022 @ 5:01 AM
IP: 103.31.207.25

  • Judul artikel eJournal: KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PERBATASAN DESA NAWANG BARU KECAMATAN
  • Pengarang (nama mhs): Yafet Ingan,Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah. MS, Ratna Purba. MA
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Perbatasan di Desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau dan untuk mengetahui Bagaimana Perbandingan Peselai Yang Dulu Dengan Yang Sekarang. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang penulis gunakan adalahpada jenis penelitiantersebut, mengambarkan, menjelaskan, mengklarifkasikan dan menganalisis permasalahan yang ditemui di lapangan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah melalui penelitian kepustakaan dan Penelitian lapangan, penelitian lapangan tersebut seperti observasi dan wawancara dengan menggunakan metode kualitatif untuk mengetahui tentang kehidupan sosial ekonomi masyarakat perbatasan desa nawang baru dan tentang perbandingan Peselai yang dulu dengan Peselai yang sekarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah, Dari segi kehidupan sosial ekonomi masyarakat, masih terkait dengan aturan adat istiadat yang dipegang secara turun temurun dan masih kental dengan semangat gotong royong yang tinggi. Dari segi ekonomi, masyarakat di desa Nawang Baru memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan berladang, beternak, berkebun, menjual hasil kebun dan mencari pekerjaan ke Malaysia yang disebut dengan peselai. Sehingga kehidupan ekonomi masyarakat di desa nawang baru masih sangat bergantung pada hasil ladang dan kebun. Dikarenakan tidak adanya lapangan pekerjaan di desa tersebut. karena akses jalan satu-satunya menuju pusat kota hanya bisa ditempuh dengan pesawat udara. Sehingga hasil perkebunan ini menjadi sia-sia. Sehingga berdampak buruk bagi kelangsungan kehidupan masyarakat Desa Nawang Baru. Karena kesulitan memasarkan hasil perkebunannya ke daerah perkotaan yang disebabkan ongkos angkut lebih mahal dari pada nilai jual barang itu sendiri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kata Kunci : Sosial, Ekonomi, Masyarakat, perbatasan, Desa
  • NIM: 1602035073
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2016
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nur Fitriyah. MS, Ratna Purba. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 1
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejournal yafet ingan (05-20-22-05-01-03).pdf (249 kB)

RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS: JALAN SLAMET RIADI KOTA SAMARINDA) (Mina Susilawati)

Submitted by: ,
On: May 16, 2022 @ 10:29 PM
IP: 182.3.134.156

  • Judul artikel eJournal: RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS: JALAN SLAMET RIADI KOTA SAMARINDA)
  • Pengarang (nama mhs): Mina Susilawati
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk resistensi pedagang kaki lima di Jalan Slamet Riadi Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah deskriptif – kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, faktor penyebab resistensi disebabkan oleh faktor lokasi yang merupakan area terlarang bagi pedagang kaki lima tersebut dirasa cukup strategis untuk melakukan kegiatan perdagangan. Faktor lainnya adalah karena ketidakadilan, pedagang menganggap petugas Satpol PP tidak melakukan penertiban secara adil dan merata. Resistensi yang dilakukan pedagang di kawasan tersebut adalah bentuk resistensi terselubung dengan melalui beberapa cara, yaitu menolak relokasi, berpura-pura patuh, dan memanfaatkan jaringan sosial. Dalam resistensi ini tidak ada kekacauan, demonstrasi, pembakaran, ataupun kekerasan secara terbuka. Pedagang sangat paham jika mereka tidak dapat mengubah peraturan yang telah ada, tidak ada pilihan lain selain menyesuaikan diri sebaik mungkin dan berhati-hati jika masih ingin tetap menikmati keuntungan-keuntungan kecil di tengah tekanan yang mereka hadapi. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan Pemerintah Kota Samarinda sebelum merelokasi dapat melibatkan pedagang kaki lima dan mempertimbangkan keinginan pedagang dalam menentukan lokasi berdagang.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Resistensi, Pedagang Kaki Lima.
  • NIM: 1402035040
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sukapti, S.Sos., M. Hum., Ratna Purba, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL MINA (05-16-22-10-29-12).pdf (404 kB)

Strategi Pedagang Kelontong Dalam Mempertahankan Usahanya Di Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bontang (Khuril Mawa Shofa)

Submitted by: Rebianto, Khuril Mawa
On: Apr 19, 2022 @ 4:42 AM
IP: 36.85.1.99

  • Judul artikel eJournal: Strategi Pedagang Kelontong Dalam Mempertahankan Usahanya Di Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Bontang
  • Pengarang (nama mhs): Khuril Mawa Shofa
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Masuknya covid-19 memberikan dampak penurunan ekonomi yang besar di dalam lapisan masyarakat. Oleh karenanya para pelaku usaha dalam mempertahankan usahanya di tengah pandemi covid-19 mereka mengubah rencana usaha yaitu yang semula berdagang secara offline menjadi online. Termasuk juga diantarnya bekerjasama dengan transportasi online untuk mengantar pesanan konsumen yang dilakukan masyarakat di Kelurahan Api-api Kota Bontang. Hal ini dilakukan dengan harapan mereka tetap bias eksis dalam berdagang di tengah pandemi covid-19. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi dan dampak apa saja yang akan di alami oleh pedagang kelontong dalam mempertahankan usahanya di masa covid-19 di Kota Bontang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik Purpossive Sampling dan Accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempertahankan usahanya di masa pandemi covid-19 pedagang kelontong menggunakan 2 bentuk strategi. Pertama, memasarkan produk melalui sosial media, kedua, bekerjasama dengan transportasi online. Pedagang kelontong melakukan strategi ini dengan harapan selain mereka dapat bertahan hidup di tengah pendemi covid-19, mereka juga tidak kehilangan lapak penjualan sehingga dapat mencari penghasilan dan keuntungan / laba sesuai dengan apa yang sudah di usahakan oleh para pedagang kelontong.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): strategi, pedagang kelontong, usaha, covid-19
  • NIM: 1702035025
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, MS & Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Jurnal Khuril M.S 2017 (04-19-22-04-42-40).pdf (365 kB)

Pemberdayaan Narapidana Melalui Kegiatan Kerja di Lapas Kelas IIA Kota Samarinda (Yustina Anyaq)

Submitted by: ,
On: Apr 6, 2022 @ 7:23 AM
IP: 202.67.39.10

  • Judul artikel eJournal: Pemberdayaan Narapidana Melalui Kegiatan Kerja di Lapas Kelas IIA Kota Samarinda
  • Pengarang (nama mhs): Yustina Anyaq
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Pemberdayaan perlu difokuskan pada masyarakat yang lemah, tidak berdaya atau tidak memiliki kemampuan dan keahlian yang baik dalam menjalankan proses pemenuhan kebutuhan serta pembangunan. Narapidana adalah termasuk dalam masyarakat yang lemah tidak berdaya dari segi ekonomi, tentu perlu dilakukannya pemberdayaan pada narapidana agar mereka tidak hanya menyadari kesalahan yang diperbuat namun membuat mereka memiliki ketrampilan dan berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat yang diperoleh narapidana dari pelaksanaan program pemberdayaan melalui kegiatan kerja di lapas kelas IIA kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif kualitatif dengan data primer yang bersumber dari narapidana yang mengikuti kegiatan kerja lapas kelas IIA kota Samarinda, dan sipir lapas kasubsi kegiatan kerja dan data sekunder bersumber dari TU lapas kelas IIA Samarinda, serta kepustakaan dan internet. Analisis data dilakukan secara bertahap selama penelitian dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dalam pelatihan yang digunakan dengan metode pemberian motivasi, ceramah dan praktek, sarana prasarana yang digunakan ialah sebagaimana yang dibutuhkan sesuai dengan tiap kegiatan kerja yang mana kegiatan kerja dilakukan setelah apel pagi hingga sore hari. Dalam setiap pelatihan lapas selalu bekerjasama dengan BLK, dan dari pemberdayaan narapidana manfaat yang diperoleh narapidana melalui kegiatan kerja di lapas kelas IIA kota Samarinda adalah yaitu ada 4 manfaat: manfaat perasaan bebas, manfaat ekonomi/pendapatan, manfaat pendidikan/ilmu pengetahuan, dan manfaat interaksi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pemberdayaan, Narapidana, Kegiatan Kerja, Lapas.
  • NIM: 1702035091
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs.Martinus Nanang, M.A dan Ratna Purba, M.A
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_Yustina Anyaq_1702035091. (04-06-22-07-23-37).pdf (181 kB)

PERAN PUAN MAHAKAM DALAM MENDAMPINGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA SAMARINDA (Rahman Dwi Saputra)

Submitted by: ,
On: Apr 6, 2022 @ 1:50 AM
IP: 182.3.135.199

  • Judul artikel eJournal: PERAN PUAN MAHAKAM DALAM MENDAMPINGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rahman Dwi Saputra
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian pada skripsi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang ilmiah. Penentuan Informan dilakukan dengan mengunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sumber data yang berdasarkan dengan pertimbangan tertentu. Teknik analisa data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan dan verifikasi. Dengan fokus penelitian adalah “mengetahui peran Puan Mahakam dalam mendampingi korban kekerasan seksual di kota Samarinda”, Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi menjadi sebuah fenomena yang harus mendapatkan perhatian khusus bagi pemerintah maupun masyarakat, salah satunya adalah dengan menghadirkan wadah yang menyediakan layanan pendampingan, namun Kurangnya keberadaan lembaga pengada layanan pendampingan juga menjadi perhatian penting untuk masyarakat agar korban yang mengalami tindak kekerasan dapat diberikan pendampingan dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Peran Puan Mahakam dalam mendampingi korban kekerasan seksual di Kota Samarinda adalah memberikan layanan pendampingan yang berupa pendampingan psikososial kepada korban yang mengalami tindak kekerasan seksual. Adapun faktor pendukungnya adalah adanya mitra kerja dan keluarga korban yang dapat membantu kerja-kerja yang dibutuhkan selama proses pendampingan dan pemulihan korban serta faktor hambatannya adalah terbatasnya payung hukum yang berlaku pada saat ini sehingga mengakibatkan terhambatnya penanganan yang dilakukan, baik yang dilakukan oleh LBH APIK maupun Puan Mahakam sendiri.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Pendampingan, dan Puan Mahakam.
  • NIM: 1402035094
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sukapti, M.Hum., Ratna Purba, MA.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): Rahman Dwi Saputra (04-06-22-01-50-53).pdf (519 kB)

Kontribusi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Pantai Pasir Putih (Muhammad Ikmal)

Submitted by: ,
On: Mar 30, 2022 @ 4:21 AM
IP: 36.85.32.134

  • Judul artikel eJournal: Kontribusi Masyarakat Dalam Pengembangan Objek Pantai Pasir Putih
  • Pengarang (nama mhs): Muhammad Ikmal
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam, dimana kekayaan tersebut dapat menjadi aset pariwisata. Keberadaan objek wisata menjadi sektor yang dapat mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu dibutuhkan kontribusi dari masyarakat untuk membantu pengembangan objek wisata. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimanakah kontribusi dari masyarakat yang berupa ide, tenaga, dana dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pada pengembangan objek wisata pantai Pasir Putih desa Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Prosedur teknis analisis data dengan cara pengumpulam data, data kondensasi, penyajian data, dan menyimpulkan hasil penelitian. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kontribusi yang dilakukan oleh masyarakat guna mengembangkan objek wisata Pantai Pasir Putih desa Pasir Mayang secara umum telah terlaksana dengan baik dilihat dari kontribusi ide yang mereka berikan sangat membantu untuk mengembangkan objek wisata, masyarakat juga mau ikut secara suka rela membantu memberikan tenaga mereka untuk membangun atau memperbaiki kebutuhan yang dibutuhkan diobjek, dan masyarakat juga ikut serta menyumbangkan dana dan material yang bisa mereka berikan untuk kebutuhan objek wisata, itu menandakan bahwa kontribusi dan kesadaran mereka akan kepentingan bersama untuk mengembangkan objek wisata sangat baik, namun muncul kendala dari pihak pemilik lahan berupa wacana pengambilan pengelolaan objek wisata secara swadaya yang dapat menyebabkan terkendalanya kontribusi dari masyarakat dan Pokdarwis.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Kontribusi, pengembangan, objek wisata, pantai.
  • NIM: 1702035082
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Lisbet Situmorang.,M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): eJournal -Muhammad Ikmal – 1702035082 – Pembangunan Sosial(1) (03-30-22-04-21-17).pdf (370 kB)

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN KARANG ANYAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOREJO KOTA SAMARINDA (Dwi Atmadyanti Darpitoningrum)

Submitted by: Atmadyanti, Dwi
On: Mar 25, 2022 @ 3:24 AM
IP: 103.89.160.10

  • Judul artikel eJournal: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN KARANG ANYAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOREJO KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Dwi Atmadyanti Darpitoningrum
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Darpitoningrum, Dwi Atmadyanti, ”Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Stunting pada Balita Di Kelurahan Karang Anyar Wilayah Kerja Kota Samarinda”. Program Studi Pembangunan Sosial. FISIP, Universitas Mulawarman. Pembimbing: (I) Dra, Libet Situmorang M.Si dan (II) Novita Surya Ningsih, M.A. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan apa saja faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Kelurahan Karang Anyar wilayah kerja Kota Samarinda. Fokus penelitian pada faktor sosial budaya, faktor pendidikan Ibu dan faktor pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan utama sebanyak 7 orang Ibu balita yang mengalami stunting yang ditentukan berdasarkan dokumen dan data dari Puskesmas Wonorejo. Serta teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan sosial budaya terkait praktik pemberian makan yaitu adanya makanan pantangan Ibu diantaranya; menganggap ikan yang justru kaya protein adalah jenis makanan yang dapat mendatangkan kesulitan bagi janin ketika akan melahirkan. Selain itu tidak adanya makanan yang beragam bagi balita dan keluarga sehari-hari sehingga susu formula dan cereal menjadi alternative yang justru paling sering dikonsumsi. Pemberian ASI Ekslusif yang sangat sedikit dan tidak sesuai anjuran menjadi faktor pemicu terjadinya stunting, faktor lainnya seperti pemeriksaan kehamilan & posyandu yang tidak rutin dikarenakan adanya pandemic covid 19 yang memicu kemalasan Ibu balita untuk melakukan pemeriksaan serta imunisasi yang tidak lengkap. Yang terakhir Pendapatan keluarga yang rendah mengakibatkan kesulitan dalam hal memenuhi kebutuhan pangan menjadi faktor tidak langsung balita mengalami stunting di Kelurahan Karang Anyar wilayah kerja Puskesmas Wonorejo Kota Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Stunting, Faktor, Sosial budaya, Pendidikan, Pendapatan keluarga, B
  • NIM: 1702035036
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dra. Libet Situmorang M.Si dan Novita Surya Ningsih, M.A.
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): ejurnal dwi nim 1702035036 (03-25-22-03-24-30).pdf (492 kB)

PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PROSES PEMBERIAN BANTUAN TUNAI COVID-19 DI DESA LOMBOK KECAMATAN LONG IKIS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PASER (Husnul Khotimah)

Submitted by: Khotimah, Husnul
On: Mar 25, 2022 @ 3:09 AM
IP: 36.85.34.101

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI PROSES PEMBERIAN BANTUAN TUNAI COVID-19 DI DESA LOMBOK KECAMATAN LONG IKIS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PASER
  • Pengarang (nama mhs): Husnul Khotimah
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Abstrak Pada masa awal pemberlakuan PSBB ditahun 2020 banyak masyarakat yang mengatakan bahwa keadaan perekonomian mereka menurun. Hal ini yang dirasakan oleh pedagang, petani dan pekerja pemerintahan.Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan yakni berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang terbagi menjadi dua penyaluran yakni BLT pemerintah daerah yang biasa disebut BST dan BLT DD. Namun kebijakan ini menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat yang menyebabkan masyarakat melakukan protes dan beranggapan bahwa bantuan ini tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian mengenai Persepsi masyarakat di desa Lombok dalam pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat desa Lombok Kecamatan Long Ikis mengenai proses pemberian bantuan tunai COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan deskriftif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Dinas Sosial Kabupaten Paser, Pemerintah Desa Lombok, masyarakat umum, penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang dipilih menggunakan Purposive Sampling dan teknik Accidental Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah desktiftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Persepsi masyarakat mengenai proses pendataan hingga penyaluran bantuan masih perlu peningkatan dikarenakan masyarakat masih merasa kurangnya transparansi dari pemerintah terkait prosedur pemberian bantuan. Dari sisi prosedural, pemerintah selaku penyalur bantuan sudah melakukan proses pemberian bantuan sesuai dengan pedoman yang ditetapkan kementerian sosial. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah desa maupun daerah selaku penyalur bantuan perlu melakukan transparansi mulai dari pendataan hingga penyaluran dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedural pemberian bantuan yang sesuai dengan pedoman dari kementerian sosial.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): BLT, Persepsi, Bantuan, Masyarakat, COVID-19.
  • NIM: 1702035062
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2017
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Lisbet Situmorang , Ratna Purba
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 8
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2020
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): artikel_ejournal_Husnul Khotimah_1702035062 (03-25-22-03-09-57).pdf (470 kB)

REPRESENTASI KECANTIKAN MENJADI SALES PROMOTION GIRL (SPG) DI TOKO CARIN CELL SAMARINDA (Dwi Samsudiani, Sri Murlianti, Ratna Purba)

Submitted by: ,
On: Mar 11, 2022 @ 6:35 AM
IP: 110.139.155.95

  • Judul artikel eJournal: REPRESENTASI KECANTIKAN MENJADI SALES PROMOTION GIRL (SPG) DI TOKO CARIN CELL SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Dwi Samsudiani, Sri Murlianti, Ratna Purba
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Di tengah budaya masyarakat Indonesia, memiliki standarisasi kecantikan yang telah dikonstruksikan dan disekapati. Kecantikan merupakan hal yang identik disandingkan dengan perempuan, sehingga tidak heran jika beberapa sektor perdagangan produk, yang dibutuhkan adalah mayoritas perempuan. Penampilan menarik atau wajah cantik merupakan kebanggaan bagi perempuan, ketika masuk dalam dunia kerja. Para perempuan cantik akan dengan mudah memperoleh perlakuan baik dalam sosialnya. Di sistem kapitalis saat ini, para pengusaha menggunakan standarisasi kecantikan tersebut, sehingga perempuan pekerja seakan-akan menjadi bagian dari komoditi. Apalagi karyawan kemudian tidak hanya diharuskan menyediakan tenaganya yang dibayar murah untuk mempromosikan barang dagangan, tetapi mereka juga harus berpenampilan menarik, cantik, dan mampu menjual produk demi meningkatkan omset penjualan. Salah satu profesi yang sangat menerapkan standarisasi kecantikan adalah Sales Promotion Girls (SPG). Standarisasi kecantikan di tengah masyarakat, adalah perempuan memiliki tubuh yang ideal/langsing, berkulit putih, berpenampilan modis, tinggi, dan berambut lurus. Representasi tersebut merupakan gambaran mengenai realitas yang ditampilkan melalui kode-kode, simbol, makna dan tanda, serta ideologi dari suatu kebudayaan. Dalam proses representasi, status perempuan tereduksi menjadi objek komoditas yang dikonsumsi secara visual. Dari situ, diri perempuan yang berupa aspek sosial dan psikologisnya menjadi tersingkirkan, karena hanya memperhatikan visualnya saja. Menerapkan standarisasi kecantikan dalam profesi SPG, menjadi keuntungan tersendiri untuk menarik pasar, karena pada dasarnya mayoritaskaum perempuan juga menyepakati standarisasi yang terbentuk di tengah masyarakat. Sehingga para SPG handphone menjadikan kecantikan adalah senjata untuk melancarkan pekerjaan, hingga rela melakukan apapun demi memenuhi standarisasi kecantikan. Kompetisi di tengah para SPG juga terjadi, dan yang ditonjolkan adalah pemenuhan standarisasi kecantikan tersebut, bukanlah skill dalam pemasaran produk sebagaimana mestinya. Namun, hal tersebut dianggap wajar saja oleh para SPG handphone yang bekerja di Toko Carin Cell Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Representasi, Kecantikan, Sales Promotion Girl (SPG)
  • NIM: 1402035044
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Sri Murlianti, Ratna Purba
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 4
  • Nomor: 2
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): DWI SAMSUDIANI_REPRESENTASI KECANTIKAN MENJADI SALES PROMOTION GIRL (SPG) DI TOKO CARIN CELL SAMARINDA (03-11-22-06-35-42).pdf (305 kB)