IDENTIFIKASI KONSEP DIRI PENGAMEN PADA ANAK JALANAN DI SAMARINDA (R. Viny Natalia)

Submitted by: ,
On: Jan 28, 2019 @ 3:47 AM
IP: 180.248.95.177

  • Judul artikel eJournal: IDENTIFIKASI KONSEP DIRI PENGAMEN PADA ANAK JALANAN DI SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): R. Viny Natalia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini mengenai konsep diri anak jalanan yang terdapat berujuan untuk menjelaskan mengenai alasan para anak jalanan memilih profesi sebagai anak jalanan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi didalam keluarga dan juga lingkungan sosialnya.Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu beberapa titik lampu merah yang ada di Samarinda. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan didukung data kualitatif. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Mayoritas anak jalanan di lokasi penelitian adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan Sekolah Dsara (SD) dengan pendidikan yang masih di tempuh anak-anak, maka sepulang sekolah mereka langsung bekerja dijalanan, mayoritas mereka menekuni pekerjaan sebagai penjual Koran dan pengamen. Ada perbedaan antara konsep diri anak jalanan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang mereka miliki seperti usia, jenis kelamin dan alasan turun ke jalan, namun tidak ada perbedaan konsep diri berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Konsep diri anak jalanan dengan anak punk dikatakn jauh berbeda, anak jalanan yang memilih profesinya cenderung menganggap pekerjaannya sebagai kebanggaan, sedangkan anak punk menurut penilaian mereka sebatas kebebasan dan mencari kesenangan.. Berdasarkan alasan anak jalanan turun ke jalan yaitu anak jalanan yang turun ke jalan untuk tambahan uang saku. Faktor ekonomi, sosial dan budaya menjadi 3 kategori yang mempengaruhi anak memilih profesi sebagai anak jalanan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Anak Jalanan, konsep diri
  • NIM: 1102035076
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-28-19-03-47-03).pdf (812 kB)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MEROKOK DI KAWASAN TANPA ROKOK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA (Rahman Sugianto.LN)

Submitted by: ,
On: Jan 21, 2019 @ 10:05 PM
IP: 182.1.176.2

  • Judul artikel eJournal: FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MEROKOK DI KAWASAN TANPA ROKOK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rahman Sugianto.LN
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penulis untuk mengetahui faktor-faktor penyebab merokok yang berada di kawasan tanpa rokok Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie dengan fokus penelitian yaitu penyebab pelanggaran peratutan kawasan tanpa rokok yang di lakukan oleh pengunjung dan keluarga pasien di kawasan ruang Dahlia. Jenis penulisan yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tehnik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan melalui wawancara. Penulis menggunakan teknik purposive sampling untuk menetukan informan yang sesuai dengan kriteria yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab merokok di kawasan tanpa rokok rumah sakit umum daerah abdul wahab sjahranie. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi penelitian yang telah diperoleh penulis, bahwa ada faktor yang menghambat penerapan peraturan kawasan tanpa rokok di kawasan ruangan dahlia, seperti kurangnya rasa kesadaran dari pihak pengunjung dan keluarga pasien yang membuat penerapan peraturan tersebut belum berjalan efektif. Hal ini disebabkan karena denda sebesar Rp100.000,- yang diberikan bagi pelanggar peraturan hanya diberlakukan untuk petugas keamana (security) saja, denda tersebut tidak berlakukan untuk pengujung atau keluarga pasien yang melanggar peraturan tersebut.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku Menyimpang, Merokok, Kawasan Tanpa Rokok.
  • NIM: 1102035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-21-19-10-05-07).pdf (877 kB)

STRATEGI LEMBAGA ADAT BESAR DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK SOSIAL DI DESA LONG PEJENG KECAMATAN BUSANG KABUPATEN KUTAI TIMUR (Kindel)

Submitted by: ,
On: Jan 15, 2019 @ 9:47 PM
IP: 114.125.168.186

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI LEMBAGA ADAT BESAR DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK SOSIAL DI DESA LONG PEJENG KECAMATAN BUSANG KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Kindel
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, Subyek penelitian ini adalah Lembaga Adat Besar Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur, dan informasi adalah Kepala Adat Besar, Kepala Adat Lokal, dan Masyarakat Biasa Desa Long Pejeng Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Strategi Lembaga Adat Besar Dalam Menyelesaikan Konflik sosial Di Desa Long Pejeng, bagaimana penanganan konflik yang dilakukan oleh Lembaga Adatn Besar. (2) Mendeskripsikan Strategi Lembaga Adat Besar menjadi penengah di dalam penyelesaian konflik yang dalam keadaan situasi biasa dan kondisi panas. (3) Mendeskripsikan bagaimana Lembaga Adat Besar berperan di dalam menjaga keharmonisan antar masyarakat pasca konflik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lembaga Adat Besar, Strategi Penanganan Konflik
  • NIM: 1302035026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr . Sri Murlianti. M.Si, Sarifudin S. Sos. M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-15-19-09-47-12).pdf (798 kB)

DAMPAK SOSIAL DAN BUDAYA DARI KONFLIK TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI DESA LONG BAWAN KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN (Maikarnila)

Submitted by: ,
On: Jan 15, 2019 @ 9:41 PM
IP: 114.125.168.186

  • Judul artikel eJournal: DAMPAK SOSIAL DAN BUDAYA DARI KONFLIK TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI DESA LONG BAWAN KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Maikarnila
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial dan budaya akibat konflik peredaran minuman keras di Desa Long Bawan Kecamatan KrayanKabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, terutama kualitatif etnografi. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder, pengumpulan sumber data dilakukan secara purposive dan snowball. Teknik pengumpulan data yang digunakan, dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah kategorisasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah terjadinya konflik larangan peredaran minuman keras, kembali terjalinnya relasi sosial antara pemerintah dan masyarakat yang menjadi semakin erat dan berkurangnya budaya perilaku minum-minuman keras di dalam masyarakat.Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa konflik yang terjadi terkait larangan peredaran minuman keras akhirnya ternyata membawa suatu perubahan ke arah yang positif. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah kecamatan harus terus mengontrol berjalannya aturan yang telah di sepakati bersama agar selalu terciptanya kondisi yang kondusif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Konflik, Larangan Peredaran Minuman Keras, Dampak Sosial dan Budaya
  • NIM: 1402035065
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, MS, Dra. Libet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-15-19-09-41-23).pdf (798 kB)

STUDI IDENTIFIKASI PERMAINAN KOSTUM (COSPLAY) PADA KOMUNITAS REVOLUTION FANTASY COSPLAY TEAM (RFCT) DI KOTA SAMARINDA (Wahyuni)

Submitted by: ,
On: Jan 8, 2019 @ 2:45 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: STUDI IDENTIFIKASI PERMAINAN KOSTUM (COSPLAY) PADA KOMUNITAS REVOLUTION FANTASY COSPLAY TEAM (RFCT) DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Wahyuni
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Permainan Kostum (Cosplay) merupakan peniruan budaya Jepang yang berlebihan sehingga dapat menghilangkan jati diri seseorang dan dapat mengancam kelestarian budaya lokal, salah satu komunitas permainan kostum yang ada di Samarinda adalah Refolution Fantasy Cosplay Team (RFCT) yang terkenal memiliki banyak prestasi dan terpilih menjadi perwakilan regional kalimantan timur. Berdasarkan latar belakang tersebut, Rumusan masalah bagaimana bentuk identifikasi permainan kostum (cosplay) terbentuk pada komunitas Refolution Fantasy Cosplay Team (RFCT) di Kota Samarinda. Teori yang digunakan merupakan teori ineraksionalisme simbolik George Herberd Mead tentang empat tahap mengidentifikasi tindakan. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif yaitu penelitian yang berusaha mengambarkan dan menginterprestasikan Objek apa adanya dan penelitian kualitatif adalah penelitian yang datanya di nyatakan dalam bentuk verbal dan di analisis tanpa menggunakan teknik statis. Data-data yang disajikan menggunakan data primer dan data skunder melalui wawancara langsung dan pengambilan data melalui internet yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data model interaktif milik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya identifikasi permainan kostum (cosplay) pada komunitas Revolution Fantasy cosplay Team (RFCT) di Kota Samarinda awalnya melalui tahap Impuls yaitu anggota cosplayer bergabung dengan alasan hobi, anggota yang lain bergabung dengan alasan lain bergabung dengan alasan menambah pertemanan, mendapatkan penghasilan dan hanya ikut-ikutan, karena hobi, dapat teman dan dapat uang kemudian membuat memakai kostum, kemudian masuk ke tahap persepsi yaitu anggota komunitas cosplayer RFCT di samarinda yang bergabung mendapatkan keuntungan antara lain kepuasan karena hobinya tersalurkan,menambah kreatifitas, meningkatkan kepercayaan diri, membuat anggota pandai dalam jahit-menjahit kostum, dan pandai berekting, kemudian masuk ke tahap manipulasi yaitu setelah bergabung dalam komunitas RFCT, anggota terlibat aktif dalam membuat kostum, membeli kostum, mempelajari karakter anime dan mengahfal dialog kemudian tahap terakhir yaitu komsumsi merupakan tahap pelaksanaan anggota komunitas dalam mengikuti kegiatan permainan kostum (cosplay) tidak menghilangkan jati diri anggota dalam kehidupan sehari-hari kegiatan tersebut hanya pada saat ada event dan anngota cosplayer bergabung atas sepengetahuan orang tua. Kesimpulan bahwa identifikasi permainan kostum (cosplay) pada komunitas Refolution Fantasy Cosplay Team di dikota Samarinda bahwa peniruan perilaku permainan kostum (cosplay) hanya pada saat kegiatan event berlangsung dan tidak terpengaruh oleh kehidupan sehari-hari.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Identifikasi, Permainan Kostum (Cosplay), Komunitas, Revolution, Fantasy cosplay
  • NIM: 1202035095
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugangi, M.Si, Novita Surya Ningsih, M.A
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-08-19-02-45-39).pdf (831 kB)

IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NO 31 TAHUN 1999 TENTANG PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A SAMARINDA (Nita Devita Purba)

Submitted by: ,
On: Jan 8, 2019 @ 1:09 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NO 31 TAHUN 1999 TENTANG PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Nita Devita Purba
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat untuk melakukannya pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Anak yang telah ditetapkan bersalah oleh pengadilan pembinaannya ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Namun dalam hal ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda bukan merupakan Lembaga Pemasyarakatan Anak tetapi merupakan Lembaga Pemasyarakatan Umum yang di dalamnya ada narapidana perempuan dewasa, laki-laki dewasa dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana implementasi Peraturan Pemerintah No 31 tahun 1999 tentang program pembinaan narapidana anak serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda. Pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelitian kepustakaan, penelitian kelapangan yaitu dengan pengumpulan data melalui kegiatan observasi, penelitian, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh gambaran secara keseluruhan bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana anak yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Samarinda sejuah ini sudah berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi narapidana anak, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapas Samarinda. Adapun program-program pembinaan narapidana anak yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda yaitu 1. Pembinaaan Keagamaan, 2. Pembinaan Pendidikan Umum, 3. Pembinaan Kesehatan Jamani, 4. Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, 5. Pembinaan Kesadaran Hukum. Namun dalam proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Samarinda masih terdapat beberapa kendala seperti anggaran atau dana yang masih terbatas, sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya jumlah pegawai dan kelebihan kapasitas.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Pembinaan, dan Narapidana Anak
  • NIM: 1402035008
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Libet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-08-19-01-09-03).pdf (994 kB)

STUDI IDENTIFIKASI ANAK JALANAN DI KECAMATAN SAMARINDA KOTA (Makmun)

Submitted by: ,
On: Jan 7, 2019 @ 3:28 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: STUDI IDENTIFIKASI ANAK JALANAN DI KECAMATAN SAMARINDA KOTA
  • Pengarang (nama mhs): Makmun
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan untuk mengambarkan dan menganalisa studi indentikasi anak jalanan di Kecamatan Samarinda Kota. Jenis penelitian, Diskripsi kualitatif. Fokus penelitian, identitas anak dan Alasan bekerja. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian, setelah melakukan identifikasi anak jalanan di Kecamatan Samarinda Kota, secara garis besar keberadaan anak jalanan ini orientasinya adalah mencari nafkah untuk membantu orangtua, secara identitas sebagian besar mereka merupakan warga pendatang yang memilih menetap di Kota Samarinda dan masih memiliki orangtua serta tinggal bersama orangtuanya meskipun kondisi keluarga yang tidak utuh akibat orangtua bercerai dan meninggal dunia, sehingga memaksa orangtua menjalani peran sebagai singgle parent dalam memenuhi kebutuhan keluarga pendidikan orangtua yang buruk mempengaruhi bagaimana memperoleh pekerjaan, pekerjaan yang tidak tetap dengan penghasilan dibawah rata-rata menjadikan fungsi keluarga secara ekonomi tidak optimal ditambah semakin sulit karena sebagian besar informan memiliki saudara kandung yang masih dalam tanggungan orangtua, akan tetapi sebagaian besar mereka masih dalam status sekolah hal ini menandakan bahwa fungsi lain dari keluarga yaitu fungsi pendidikan masih mampu diberikan oleh orangtua meskipun fungsi ekonomi dalam keluarga belum optimal tidak membuat fungsi yang lain terabaikan seperti fungsi pendidikan. Selajutnya alasan bekerja menjadi alasan penting mengingat bahwa sebagian besar keberadaan mereka di jalan atas dasar perintah orangtua, keadaan memaksa orangtua mengerahkan tenaga yang tersedia untuk terlibat dalam membantu meringankan beban hidup, ada hal lain yang juga ikut menentukan mereka turun kejalanan yaitu kurangnya fungsi sosialisasi dari orangtua akhirnya membuka peluang yang besar bagi anak untuk mencari kepuasan sosialisasi di luar rumah bersama kelompok bermainnya sehingga mengantarkan mereka kepada keputusan untuk bekerja. Pada saat menjadi jalanan usia mereka berkisar diangka 11 sampai dengan 14 tahun, Pekerjaan yang sebagian besar dijalani selama setahun menjadikan mereka puas dan ketagihan pekerjaan sebagai penjual koran yang tidak lepas dari koordinir oknum bahkan orangtua sendiri, aktivitas kerja yang sebagian besar dilakukan pada siang hari dengan memanfatkan semua lokasi yang dinilai potensial terlebih penghasilan yang diperoleh diatas 60 ribu pendapatan ini bisa berubah jika aktivitas kerja dilakukan pada hari libur. Penghasilan yang didapat sebagian besar digunakan untuk membantu orangtua dalam memenuhi kebutuhan primer sehari-hari. Kesimpulan, secara identitas sebagian besar mereka berasal dari keluarga pendatang yang tidak memiliki keahlin tertentu sehingga memilki pekerjaan dengan penghasilan dibawah standar, unsur keluarga termasuk anak-anak dilibatkan dalam membantu meringgan beban ekonomi, pekerjaan dijalanan yang sebagian besar dikoordinir oleh oknum bahkan orangtua sendiri. Saran, ditujukan kepada semua pihak terkait, yaiitu anak jalanan, keluarga serta pemerintah agar memberikan pengawasan yang lebih insten lagi.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Identifiksasi, Anak jalanan
  • NIM: 1302035176
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S/Novita Surya Ningsih. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-07-19-03-28-28).pdf (820 kB)

TINDAKAN SOSIAL ANAK JALANAN DI TEPIAN SUNGAI MAHAKAM KOTA SAMARINDA (Neni Supralistiyo)

Submitted by: ,
On: Jan 7, 2019 @ 2:16 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: TINDAKAN SOSIAL ANAK JALANAN DI TEPIAN SUNGAI MAHAKAM KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Neni Supralistiyo
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tindakan Sosial Anak Jalanan di Tepian Sungai Mahakam Kota Samarinda. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu tindakan sosial anak jalanan di Tepian Sungai Mahakam dilihat dari tindakan berorientasi tujuan, tindakan berorientasi nilai, tindakan tradisional, dan tindakan afektif. Dalam siklus kehidupan, masa anak-anak merupakan fase dimana anak mengalami tumbuh kembang yang menentukan masa depannya. Anak-anak pun terdesak oleh keadaan hidup merasakan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sehingga memaksakan mereka mencari uang di segala tempat. Tujuan peneliti untuk mengetahui penyebab keberadaan anak jalanan dikota Samarinda dan menganalisis aktivitas kehidupan sehari-hari anak jalanan dikota Samarinda melalui 4 tindakan yang diarahkan pada penyebab keputusan beraktifitas dijalanan. Penelitian Ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan menurut Matthew B. Milles, A Michael Huberman dan Jhonny Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Sosial menurut Max Weber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa terdapat empat fokus penelitian yang digunakan untuk menentukan penyebab dan latar belakang anak jalanan mengambil tindakan turun ke jalanan. Tindakan yang berorientasi tujuan yaitu digambarkan bahwa anak tersebut memiliki tujuan utama bekerja keras untuk mendapatkan uang agar bisa membantu orangtuanya dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri, sedangkan untuk tindakan berorientasi nilai, tindakan yang dilakukan anak jalanan adalah untuk mencari keuntungan secara finansial dan memikirkan besar pendapatan yang lebih berdasarkan lokasi di Tepian Sungai Mahakam karena dianggap strategis. Dari tindakan afektif terwujud karena adanya perasaan bosan karena tidak ada kegiatan, kemudian adanya pengaruh dan ajakan dari teman sepermainan. Sedangkan untuk tindakan tradisional digambarkan dengan mengikuti dan meneruskan apa yang telah dilakukan orang tuanya yang berprofesi pengemis dan peminta-minta. Dari keseluruhan tindakan, tindakan tradisional adalah yang paling mendominasi karena mengikuti jejak orang tua anak tersebut.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Tindakan Sosial, Anak Jalanan
  • NIM: 1302035103
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Hartutiningsih, M.S/Drs. Sugandi M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-07-19-02-16-05).pdf (801 kB)

PROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG (Putri Damayanti)

Submitted by: Damayanti, Putri
On: Dec 21, 2018 @ 3:03 AM
IP: 202.67.39.29

  • Judul artikel eJournal: PROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG
  • Pengarang (nama mhs): Putri Damayanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): KUBE merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bontang dalam hal penanggulangan kemiskinan. KUBE di kota Bontang pertama kali dibentuk pada tahun 2013. Berdasarkan data Dinas Sosial kota Bontang pada tahun 2018, jumlah KUBE di kota Bontang mencapai 282 kelompok. Kuantitas KUBE yang tergolong banyak dapat menjadi harapan besar bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi implementasi program KUBE di kota Bontang belum sesuai dengan harapan pemerintah. Hal tersebut diperjelas dengan banyaknya jumlah KUBE di kota Bontang yang tidak berkembang atau bergerak menuju kemandirian. Meskipun demikian, di kota Bontang terdapat satu KUBE yang paling menonjol dibanding dengan yang lainnya yaitu Mekar Sari. KUBE Mekar Sari adalah kelompok terbaik tingkat kota, provinsi hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses di balik keberhasilan KUBE Mekar Sari dalam mencapai kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah pengelola, anggota, dan pendamping KUBE Mekar Sari. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipasi aktif, pengumpulan dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat awal pembentukan kelompok, KUBE Mekar Sari telah menetapkan tujuan yang ingin di capai yaitu kemandirian. Kemudian keberhasilan KUBE Mekar Sari dapat dilihat dari dua sisi yaitu sosial dan ekonomi. KUBE Mekar Sari dalam proses perjalanannya mencapai kemandirian ditentukan oleh faktor kemandirian KUBE meliputi enam faktor utama yaitu peran pendamping, manajemen pengelolaan kelompok, kekompakan kelompok, kepemimpinan ketua, jaringan kemitraan, dan inovasi usaha. Seluruh faktor kemandirian KUBE memilki jaringan koneksi satu sama lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): KUBE Mekar Sari, Proses Kemandirian, Faktor Kemandirian
  • NIM: 1402035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti, M.Si dan Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): NEW JURNAL GENAP PUTRI DAMAYANTI (12-21-18-03-03-05).pdf (515 kB)

PRROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG (Putri Damayanti)

Submitted by: Damayanti, Putri
On: Dec 21, 2018 @ 2:46 AM
IP: 112.215.172.148

  • Judul artikel eJournal: PRROSES KEMANDIRIAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) MEKAR SARI DI RT 07 KELURAHAN GUNTUNG KOTA BONTANG
  • Pengarang (nama mhs): Putri Damayanti
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): KUBE merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah kota Bontang dalam hal penanggulangan kemiskinan. KUBE di kota Bontang pertama kali dibentuk pada tahun 2013. Berdasarkan data Dinas Sosial kota Bontang pada tahun 2018, jumlah KUBE di kota Bontang mencapai 282 kelompok. Kuantitas KUBE yang tergolong banyak dapat menjadi harapan besar bagi pemerintah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi implementasi program KUBE di kota Bontang belum sesuai dengan harapan pemerintah. Hal tersebut diperjelas dengan banyaknya jumlah KUBE di kota Bontang yang tidak berkembang atau bergerak menuju kemandirian. Meskipun demikian, di kota Bontang terdapat satu KUBE yang paling menonjol dibanding dengan yang lainnya yaitu Mekar Sari. KUBE Mekar Sari adalah kelompok terbaik tingkat kota, provinsi hingga nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses di balik keberhasilan KUBE Mekar Sari dalam mencapai kemandirian. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah pengelola, anggota, dan pendamping KUBE Mekar Sari. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi partisipasi aktif, pengumpulan dokumen dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat awal pembentukan kelompok, KUBE Mekar Sari telah menetapkan tujuan yang ingin di capai yaitu kemandirian. Kemudian keberhasilan KUBE Mekar Sari dapat dilihat dari dua sisi yaitu sosial dan ekonomi. KUBE Mekar Sari dalam proses perjalanannya mencapai kemandirian ditentukan oleh faktor kemandirian KUBE meliputi enam faktor utama yaitu peran pendamping, manajemen pengelolaan kelompok, kekompakan kelompok, kepemimpinan ketua, jaringan kemitraan, dan inovasi usaha. Seluruh faktor kemandirian KUBE memilki jaringan koneksi satu sama lain.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): KUBE Mekar Dari, Proses Kemandirian, Faktor kemandirian
  • NIM: 1402035002
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr. Sri Murlianti. M.Si dan Drs. Martinus Nanang. MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 6
  • Nomor: 4
  • Tahun: 2018
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): JURNAL GENAP PUTRI DAMAYANTI (12-21-18-02-46-12).pdf (520 kB)