PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA SAMARINDA DALAM UPAYA PENERTIBAN BALIHO (STUDI KASUS DI JALAN KUSUMA BANGSA) (Arif Ariyanto)

Submitted by: ,
On: Feb 14, 2019 @ 1:23 AM
IP: 36.84.231.46

  • Judul artikel eJournal: PERAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA SAMARINDA DALAM UPAYA PENERTIBAN BALIHO (STUDI KASUS DI JALAN KUSUMA BANGSA)
  • Pengarang (nama mhs): Arif Ariyanto
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini uaitu untuk menyadarkan para organisasi, partai dan masyarakat agar mentaati peraturan daerah No 26 Tahun 2012 tentang Pemasangan Titik Reklame di Wilayah Kota Samarinda. Baliho adalah ruang advertensi berukuran besar yang di pasang di tepi jalan, median jalan.Tujuan dari penelitian ini adalah “untuk mengetahui peranan Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda dalam upaya penertiban Baliho (study kasus dijalan Kesuma Bangsa). “untuk mengetahui kendala yang dihadapi Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda dalam upaya penertiban Baliho (Study kasus dijalan Kesuma Bangsa). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya penertiban baliho yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja kota Samarinda masih kurang optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari standar Kebijakan dalam upaya penertiban baliho yang ingin capai belum maksimal, dimana masih kurangnya kesadaran para pemilik baliho untuk mentaati aturan yang telah sepakati oleh pihak pemerintah yang berwewenang kerap kali menimbulkan permasalahan seperti, adanya penertiban baliho yang melanggar aturan tersebut dan selain itu pemerintah masih kurangnya tegas dalam melakukan penataan titik baliho dijalan kesemua bangsa kota Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peran, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda, dan Penertiban Baliho
  • NIM: 1302035091
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang.M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2017
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (02-14-19-01-23-52).pdf (790 kB)

PERNIKAHAN USIA MUDA AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI DESA BENUA BARU KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR (Rani Zulmikarnain)

Submitted by: ,
On: Jan 30, 2019 @ 9:47 PM
IP: 114.125.204.168

  • Judul artikel eJournal: PERNIKAHAN USIA MUDA AKIBAT HAMIL DI LUAR NIKAH DI DESA BENUA BARU KECAMATAN MUARA BENGKAL KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Rani Zulmikarnain
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Pernikahn Usia Muda, Dinamika Kehidupan Pernikahan Usia Muda dan Dampak yang terjadi. Tujuan dari Penelitian untuk mengetahui Pernikahan usia muda akibat hamil diluar nikah, dinamika kehidupan rumah tangga dan dampak sosial yang terjadi pada pernikahn usia muda akibat hamil diluar nikah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Deskripif kualitatif. Fokus peneltiian untuk mengetahui Pernikahan Usia Muda Akibat Hamil Diluar nikah di Desa Benua Baru, Dinamika kehidupan rumah tangga dan dampak sosial yang terjadi di Dese Benua Baru. Sumber data yang digunakan yaitu data primer, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menyimpulkan bahwa : Pernikahan usia muda akibat hamil diluar nikah di Desa Benua Baru sering terjadi, penyebab dari terjadinya hamil diluar nikah disebabkan oleh pergaulan bebas remaja masa kini, kurangnya pengawasan oleh orangtua serta kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas. Dinamika kehidupan rumah tangga pasangan pernikahan usia muda akibat hamil diluar nikah di Desa Benua Baru beraneka ragam ada yang baik saja namun terdapat beberapa keluarga pasangan yang menjalankan rumah tangga dalam keadaan tidak baik, hal ini disebabkan mereka menikah di Usia yang masih relatif muda, pemikiran yang belum dewasa dan faktor ekonomi menjadikan dinamika kehidupan rumah tangga mereka lalui dengan banyak permasalahan terjadi.Dampak Sosial yang timbuk akibat pernikahan usia muda akibat hamil diluar nikah di Desa Benua Baru adalah keluarga besar mendapat perlakuan tidak mengenakan dari masyarakat sekitar, di kucilkan warga dan bagi pelaku pernikahan biasanya akan merasa malu dan kurang bersosialisasi dengan warga.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Pernikahan Usia Muda, Dinamina Rumah Tangga, Dampak
  • NIM: 1402035082
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. Hj. Nurn Fitriyah, MS, Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-30-19-09-47-47).pdf (799 kB)

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN JURU PARKIR LIAR DI PASAR SEGIRI & SAMARINDA SQUARE KECAMATAN SAMARINDA ULU (Alberta Veronica Soge)

Submitted by: ,
On: Jan 29, 2019 @ 1:31 AM
IP: 125.160.79.200

  • Judul artikel eJournal: PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERADAAN JURU PARKIR LIAR DI PASAR SEGIRI & SAMARINDA SQUARE KECAMATAN SAMARINDA ULU
  • Pengarang (nama mhs): Alberta Veronica Soge
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Persepsi Masyarakat Tentang Keberadaan Juru Parkir Liar di Pasar Segiri dan Samarinda Square Kecamatan Samarinda Ulu. Di kota Samarinda sendiri banyak diterdapat juru parkir liar yang sudah meresahkan dan menjadi sorotan masyarakat, di tahun 2016 banyak juga masyakat yang mengunggah sindiran di media sosial terkait maraknya praktik parkir liar disejumlah kawasan, maraknya juru parkir liar disejumlah kawasan Kota Samarinda selama ini sudah lama dikeluhkan masyarakat, tidak hanya di pusat-pusat perbelanjaan, termasuk pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keberadaan juru parkir liar di Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Di dalam kajian ini digunakan teori interaksionosme sombolik dari Herbert Blumer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, Penelitian kualitatif bersifat deskriptif yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data dengan teknik wawancara kepada masyarakat yang menggunakan jasa parkir liar dan parkir resmi. Hasil penenlitian ini menunjukan bahwa, 1. Tanggapan masyarakat terhadap juru parkir liar samapai saat ini masih tidak baik, meskipun ada beberapa yang member tanggapan baik tentang juru parkir liar. 2. Pengetahuan masyarakat tentang juru parkir liar adalah seseorang yang bekerja sebagai tukang parkir dan tidak adanya izin dari pemerintah. 3. Penilaian masyarakat terhadap juru parkir sampai saat ini juga masih ada yang posisitif dan negatif. Persepsi positif akan muncul ketika adanya kepuasan terhadap objek, pengalaman dan pengetahuan, sebaliknya akan negatif apabila tidak adanya kepuasan terhadap objek, tidak adanya pengalaman dan tidak adanya pengetahuan tentang objek. Penenlitian ini menyarankan kepada pemerintah Kota Samarinda agar lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya dan memperluas lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang menganggur. Dan untuk Dinas Perhubungan agar lebih memperhatikan ketertiban perparkiran Kota Samarinda.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Persepsi, masyarakat, juru parkir liar
  • NIM: 1302035010
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M. Si, Novita Surya Ningsih, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-29-19-01-31-21).pdf (804 kB)

PERANAN TOKOH ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN ADAT ISTIADAT POSUO (PINGITAN) PADA MASYARAKAT BUTON SUKU CIA-CIA DI SAMARINDA (Nurluli)

Submitted by: ,
On: Jan 29, 2019 @ 1:25 AM
IP: 125.160.79.200

  • Judul artikel eJournal: PERANAN TOKOH ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN ADAT ISTIADAT POSUO (PINGITAN) PADA MASYARAKAT BUTON SUKU CIA-CIA DI SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Nurluli
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan tokoh adat dalam mempertahankan adat istiadat Posuo (Pingitan) pada masyarakat Buton Suku Cia-Cia di Samarinda. Peranan tokoh adat dalam menjaga adat istiadat sangatlah penting terlebih dalam perkembangan zaman saat ini. Adat Posuo (Pingitan) yang telah ada dan dilaksanakan pada masyarakat Buton Suku Cia-Cia yang sudah turun temurun sejak nenek moyang terdahulu seharusnya tetap dilestarikan dan dijaga sebagai tradisi budaya, dikarenakan sebagai jati diri, menyatukan rasa persatuan, membina hubungan sillaturahmi bagi masyarakat Suku Cia-Cia itu sendiri dalam kehidupan masyarakat. Teori, peranan Soerjono Soekanto yang erat kaitannya dengan peranan tokoh adat. Jenis penelitian, deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa peranan tokoh adat dalam mempertahankan adat istiadat Posuo (Pingitan) adalah mensosialisasikan kepada setiap generasi penerus (anak cucu) mereka secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat, menerapkan dan melaksanakan adat Posuo (Pingitan) karena adat tersebut merupakan adat yang tidak bisa ditinggalkan atau dirubah-rubah, pelaksanaannya bersifat wajib sehingga dibudayakan secara turun temurun dalam kehidupan masyarakat. Adapun peranan tokoh adat dalam upacara adat Posuo (Pingitan) adalah sebagai pembimbing peserta Posuo (Pingitan), Pande Pohora (Orang yang mengetahui seluk beluk penyelenggara pingitan) adalah seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan Posuo yaitu mensyarati dari awal masuk wadah pingit kemudian menetapkan peraturan atau tata tertib secara tidak tertulis seperti pengaturan makan dan minum dengan porsi yang ditentukan, cara merawat diri, gerak-gerak harus di batasi, dan posisi tidur yang benar saat berada dalam wadah pingit. Sebagai pemimpin upacara Posuo (Pingitan), Lebe (Imam) merupakan guru dalam masyarakat yaitu mensyarati air yang akan di gunakan untuk memandikan peserta Posuo (Pingitan) setelah hari terakhir pingitan kemudian melakukan penyentuhan tanah dan terakhir menjemput peserta Posuo (Pingitan). Sebagai pembacaan doa, Moji (Tokoh agama) merupakan seseorang sebagai pengikut atau pelengkap Lebe (Imam) dalam upacara Posuo (Pingitan). Berperan sebagai pembacaan doa selamat pada penutupan upacara Posuo (Pingitan).
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Peranan, Tokoh Adat, Posuo (Pingitan)
  • NIM: 1302035109
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Badruddin Nasir, M.Si, Dra. Libet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-29-19-01-25-40).pdf (814 kB)

IDENTIFIKASI KONSEP DIRI PENGAMEN PADA ANAK JALANAN DI SAMARINDA (R. Viny Natalia)

Submitted by: ,
On: Jan 28, 2019 @ 3:47 AM
IP: 180.248.95.177

  • Judul artikel eJournal: IDENTIFIKASI KONSEP DIRI PENGAMEN PADA ANAK JALANAN DI SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): R. Viny Natalia
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini mengenai konsep diri anak jalanan yang terdapat berujuan untuk menjelaskan mengenai alasan para anak jalanan memilih profesi sebagai anak jalanan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi didalam keluarga dan juga lingkungan sosialnya.Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu beberapa titik lampu merah yang ada di Samarinda. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan didukung data kualitatif. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Mayoritas anak jalanan di lokasi penelitian adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan Sekolah Dsara (SD) dengan pendidikan yang masih di tempuh anak-anak, maka sepulang sekolah mereka langsung bekerja dijalanan, mayoritas mereka menekuni pekerjaan sebagai penjual Koran dan pengamen. Ada perbedaan antara konsep diri anak jalanan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang mereka miliki seperti usia, jenis kelamin dan alasan turun ke jalan, namun tidak ada perbedaan konsep diri berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Konsep diri anak jalanan dengan anak punk dikatakn jauh berbeda, anak jalanan yang memilih profesinya cenderung menganggap pekerjaannya sebagai kebanggaan, sedangkan anak punk menurut penilaian mereka sebatas kebebasan dan mencari kesenangan.. Berdasarkan alasan anak jalanan turun ke jalan yaitu anak jalanan yang turun ke jalan untuk tambahan uang saku. Faktor ekonomi, sosial dan budaya menjadi 3 kategori yang mempengaruhi anak memilih profesi sebagai anak jalanan.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Anak Jalanan, konsep diri
  • NIM: 1102035076
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugandi, M.Si, Drs. Martinus Nanang, MA
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-28-19-03-47-03).pdf (812 kB)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MEROKOK DI KAWASAN TANPA ROKOK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA (Rahman Sugianto.LN)

Submitted by: ,
On: Jan 21, 2019 @ 10:05 PM
IP: 182.1.176.2

  • Judul artikel eJournal: FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MEROKOK DI KAWASAN TANPA ROKOK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Rahman Sugianto.LN
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penulis untuk mengetahui faktor-faktor penyebab merokok yang berada di kawasan tanpa rokok Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie dengan fokus penelitian yaitu penyebab pelanggaran peratutan kawasan tanpa rokok yang di lakukan oleh pengunjung dan keluarga pasien di kawasan ruang Dahlia. Jenis penulisan yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tehnik analisis data yang digunakan yaitu metode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data dalam penelitian ini diperoleh langsung dari informan melalui wawancara. Penulis menggunakan teknik purposive sampling untuk menetukan informan yang sesuai dengan kriteria yang berkaitan dengan faktor-faktor penyebab merokok di kawasan tanpa rokok rumah sakit umum daerah abdul wahab sjahranie. Berdasarkan hasil penelitian di lokasi penelitian yang telah diperoleh penulis, bahwa ada faktor yang menghambat penerapan peraturan kawasan tanpa rokok di kawasan ruangan dahlia, seperti kurangnya rasa kesadaran dari pihak pengunjung dan keluarga pasien yang membuat penerapan peraturan tersebut belum berjalan efektif. Hal ini disebabkan karena denda sebesar Rp100.000,- yang diberikan bagi pelanggar peraturan hanya diberlakukan untuk petugas keamana (security) saja, denda tersebut tidak berlakukan untuk pengujung atau keluarga pasien yang melanggar peraturan tersebut.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Perilaku Menyimpang, Merokok, Kawasan Tanpa Rokok.
  • NIM: 1102035016
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2011
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Lisbet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-21-19-10-05-07).pdf (877 kB)

STRATEGI LEMBAGA ADAT BESAR DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK SOSIAL DI DESA LONG PEJENG KECAMATAN BUSANG KABUPATEN KUTAI TIMUR (Kindel)

Submitted by: ,
On: Jan 15, 2019 @ 9:47 PM
IP: 114.125.168.186

  • Judul artikel eJournal: STRATEGI LEMBAGA ADAT BESAR DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK SOSIAL DI DESA LONG PEJENG KECAMATAN BUSANG KABUPATEN KUTAI TIMUR
  • Pengarang (nama mhs): Kindel
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, Subyek penelitian ini adalah Lembaga Adat Besar Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur, dan informasi adalah Kepala Adat Besar, Kepala Adat Lokal, dan Masyarakat Biasa Desa Long Pejeng Kecamatan Busang Kabupaten Kutai Timur. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Strategi Lembaga Adat Besar Dalam Menyelesaikan Konflik sosial Di Desa Long Pejeng, bagaimana penanganan konflik yang dilakukan oleh Lembaga Adatn Besar. (2) Mendeskripsikan Strategi Lembaga Adat Besar menjadi penengah di dalam penyelesaian konflik yang dalam keadaan situasi biasa dan kondisi panas. (3) Mendeskripsikan bagaimana Lembaga Adat Besar berperan di dalam menjaga keharmonisan antar masyarakat pasca konflik.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Lembaga Adat Besar, Strategi Penanganan Konflik
  • NIM: 1302035026
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2013
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Dr . Sri Murlianti. M.Si, Sarifudin S. Sos. M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-15-19-09-47-12).pdf (798 kB)

DAMPAK SOSIAL DAN BUDAYA DARI KONFLIK TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI DESA LONG BAWAN KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN (Maikarnila)

Submitted by: ,
On: Jan 15, 2019 @ 9:41 PM
IP: 114.125.168.186

  • Judul artikel eJournal: DAMPAK SOSIAL DAN BUDAYA DARI KONFLIK TENTANG LARANGAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI DESA LONG BAWAN KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN
  • Pengarang (nama mhs): Maikarnila
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana dampak sosial dan budaya akibat konflik peredaran minuman keras di Desa Long Bawan Kecamatan KrayanKabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, terutama kualitatif etnografi. Sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder, pengumpulan sumber data dilakukan secara purposive dan snowball. Teknik pengumpulan data yang digunakan, dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah kategorisasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah terjadinya konflik larangan peredaran minuman keras, kembali terjalinnya relasi sosial antara pemerintah dan masyarakat yang menjadi semakin erat dan berkurangnya budaya perilaku minum-minuman keras di dalam masyarakat.Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa konflik yang terjadi terkait larangan peredaran minuman keras akhirnya ternyata membawa suatu perubahan ke arah yang positif. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah kecamatan harus terus mengontrol berjalannya aturan yang telah di sepakati bersama agar selalu terciptanya kondisi yang kondusif.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Konflik, Larangan Peredaran Minuman Keras, Dampak Sosial dan Budaya
  • NIM: 1402035065
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Prof. Dr. H. Harihanto, MS, Dra. Libet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-15-19-09-41-23).pdf (798 kB)

STUDI IDENTIFIKASI PERMAINAN KOSTUM (COSPLAY) PADA KOMUNITAS REVOLUTION FANTASY COSPLAY TEAM (RFCT) DI KOTA SAMARINDA (Wahyuni)

Submitted by: ,
On: Jan 8, 2019 @ 2:45 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: STUDI IDENTIFIKASI PERMAINAN KOSTUM (COSPLAY) PADA KOMUNITAS REVOLUTION FANTASY COSPLAY TEAM (RFCT) DI KOTA SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Wahyuni
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Permainan Kostum (Cosplay) merupakan peniruan budaya Jepang yang berlebihan sehingga dapat menghilangkan jati diri seseorang dan dapat mengancam kelestarian budaya lokal, salah satu komunitas permainan kostum yang ada di Samarinda adalah Refolution Fantasy Cosplay Team (RFCT) yang terkenal memiliki banyak prestasi dan terpilih menjadi perwakilan regional kalimantan timur. Berdasarkan latar belakang tersebut, Rumusan masalah bagaimana bentuk identifikasi permainan kostum (cosplay) terbentuk pada komunitas Refolution Fantasy Cosplay Team (RFCT) di Kota Samarinda. Teori yang digunakan merupakan teori ineraksionalisme simbolik George Herberd Mead tentang empat tahap mengidentifikasi tindakan. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif Kualitatif yaitu penelitian yang berusaha mengambarkan dan menginterprestasikan Objek apa adanya dan penelitian kualitatif adalah penelitian yang datanya di nyatakan dalam bentuk verbal dan di analisis tanpa menggunakan teknik statis. Data-data yang disajikan menggunakan data primer dan data skunder melalui wawancara langsung dan pengambilan data melalui internet yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data model interaktif milik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya identifikasi permainan kostum (cosplay) pada komunitas Revolution Fantasy cosplay Team (RFCT) di Kota Samarinda awalnya melalui tahap Impuls yaitu anggota cosplayer bergabung dengan alasan hobi, anggota yang lain bergabung dengan alasan lain bergabung dengan alasan menambah pertemanan, mendapatkan penghasilan dan hanya ikut-ikutan, karena hobi, dapat teman dan dapat uang kemudian membuat memakai kostum, kemudian masuk ke tahap persepsi yaitu anggota komunitas cosplayer RFCT di samarinda yang bergabung mendapatkan keuntungan antara lain kepuasan karena hobinya tersalurkan,menambah kreatifitas, meningkatkan kepercayaan diri, membuat anggota pandai dalam jahit-menjahit kostum, dan pandai berekting, kemudian masuk ke tahap manipulasi yaitu setelah bergabung dalam komunitas RFCT, anggota terlibat aktif dalam membuat kostum, membeli kostum, mempelajari karakter anime dan mengahfal dialog kemudian tahap terakhir yaitu komsumsi merupakan tahap pelaksanaan anggota komunitas dalam mengikuti kegiatan permainan kostum (cosplay) tidak menghilangkan jati diri anggota dalam kehidupan sehari-hari kegiatan tersebut hanya pada saat ada event dan anngota cosplayer bergabung atas sepengetahuan orang tua. Kesimpulan bahwa identifikasi permainan kostum (cosplay) pada komunitas Refolution Fantasy Cosplay Team di dikota Samarinda bahwa peniruan perilaku permainan kostum (cosplay) hanya pada saat kegiatan event berlangsung dan tidak terpengaruh oleh kehidupan sehari-hari.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Identifikasi, Permainan Kostum (Cosplay), Komunitas, Revolution, Fantasy cosplay
  • NIM: 1202035095
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2012
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. Sugangi, M.Si, Novita Surya Ningsih, M.A
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Genap (01-08-19-02-45-39).pdf (831 kB)

IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NO 31 TAHUN 1999 TENTANG PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A SAMARINDA (Nita Devita Purba)

Submitted by: ,
On: Jan 8, 2019 @ 1:09 AM
IP: 36.82.199.238

  • Judul artikel eJournal: IMPLEMENTASI PERATURAN PEMERINTAH NO 31 TAHUN 1999 TENTANG PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A SAMARINDA
  • Pengarang (nama mhs): Nita Devita Purba
  • Abstrak (max. 1600 huruf atau 250 kata): Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat untuk melakukannya pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Anak yang telah ditetapkan bersalah oleh pengadilan pembinaannya ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Namun dalam hal ini Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda bukan merupakan Lembaga Pemasyarakatan Anak tetapi merupakan Lembaga Pemasyarakatan Umum yang di dalamnya ada narapidana perempuan dewasa, laki-laki dewasa dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana implementasi Peraturan Pemerintah No 31 tahun 1999 tentang program pembinaan narapidana anak serta untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda. Pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang diawali dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelitian kepustakaan, penelitian kelapangan yaitu dengan pengumpulan data melalui kegiatan observasi, penelitian, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang lebih jelas sesuai dengan yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh gambaran secara keseluruhan bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana anak yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Samarinda sejuah ini sudah berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi narapidana anak, hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di lapas Samarinda. Adapun program-program pembinaan narapidana anak yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Samarinda yaitu 1. Pembinaaan Keagamaan, 2. Pembinaan Pendidikan Umum, 3. Pembinaan Kesehatan Jamani, 4. Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, 5. Pembinaan Kesadaran Hukum. Namun dalam proses pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Samarinda masih terdapat beberapa kendala seperti anggaran atau dana yang masih terbatas, sarana dan prasarana yang belum memadai, kurangnya jumlah pegawai dan kelebihan kapasitas.
  • Kata kunci (max. 80 huruf atau 10 kata): Implementasi, Pembinaan, dan Narapidana Anak
  • NIM: 1402035008
  • Angkatan (tahun masuk, mis. 2009): 2014
  • Program Studi: Ilmu Sosiatri
  • Sumber tulisan: Skripsi
  • Pembimbing: Drs. H. Massad Hatuwe, M.Si, Dra. Libet Situmorang, M.Si
  • Nama eJournal: eJournal Sosiatri/Sosiologi
  • Volume: 7
  • Nomor: 1
  • Tahun: 2019
  • File artikel eJournal (format .PDF, max. 5 Mb): 01_format_artikel_ejournal_mulai_hlm_Ganjil (01-08-19-01-09-03).pdf (994 kB)